Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Guru Dalam Menangani Perilaku Bullying di SMAN 2 Wawo Kecamatan Wawo Kabupaten Bima Astuti Yuliati; Nurhasanah Nurhasanah; Syaifullah Syaifullah
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 8 No 2 (2025): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v8i2.4187

Abstract

Bullying adalah salah satu ekspresi kekerasan yang paling umum terjadi dalam konteks teman sebaya selama masa sekolah. Bullying didefinisikan sebagai Tindakan agresif dan disengaja yang di lakukan oleh kelompok atau individu secara berulang-ulang dan dalam jangka waktu yang lama terhadap korban yang tidak dapat dengan mudah membela diri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam menangani perilaku bullying, faktor penyebab perilaku bullying dan dampak perilaku bullying. Metode yang digunakan kualitatif, Jenis penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data yang digunakan ada dua yaitu data primer dan sekunder. tehnik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tehnik analisis data yaitu reduksi data, dispyai data, dan verifikasi. Pengujian keabsahan data mengunakan triagulasi yaitu triagulasi sumber, triagulasi tehnik, dan triagulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran penting sebagai pendidik, pembimbing, dan pengawas dalam menciptakan lingkungan belajar aman, dan bebas bullying. Faktor penyebab bullying meliputi pengaruh keluarga, lingkungan sekolah, teman sebaya, media, dan faktor pribadi. Dampak bullying mencakup penurunan prestasi, masalah psikologis, dan perilaku agresif lanjutan. Upaya guru dalam menangani perilaku bullying yaitu mengamati perilaku siswa, melibatkan orang tua, membangun kebijakan anti bullying, dan melakukan sosialisasi tiga dosa besar.
Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah Sebagai Pemimpin Pendidikan di SMAN 2 Wera Syaifullah Syaifullah; Nurhijriah Nurhijriah; Irman Susanto
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 8 No 2 (2025): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v8i2.4216

Abstract

Sekolah sebagai organisasi pendidikan, harus dikelola dengan memanfaatkan semua sumber daya, baik sumber daya manusia, material dan dana dalam rangka mencapai tujuan sekolah secara efektif dan efisien. Sekolah sebagai suatu lembaga mempunyai satu tujuan atau lebih. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yang berusaha menganalisis dan mendeskripsikan aktivitas kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan di SMAN 2 Wera. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data dilakukan melalui 3 tahapan yaitu reduksi data, display data dan verifikasi/kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan tentang kompetensi manajerial kepala SMAN 2 Wera; a) mengoptimalisasi sumber daya, b) meningkatkan kinerja guru, c) pengelolaan lingkungan sekolah, d) menjamin mutu sekolah. Selanjutnya kepala SMAN 2 Wera telah melaksanakan fungsi manajemen inti sebagaimana berikut ini; a) perencanaan; kepala sekolah menyusun program dan strategi sekolah, b) pengorganisasian; kepala sekolah mengstrukturkan tugas dan pembagian kerja, c) penggerakkan; kepala sekolah telah memotivasi dan menggerakkan seluruh warga sekolah, d) pengendalian; kepala sekolah mengawasi, mengevaluasi dan mengontrol pelaksanaan program sekolah. Selanjutnya kompetensi manajerial kepala sekolah adalah fondasi bagi kepala SMAN 2 Wera. Kepala sekolah untuk bertindak sebagai manajer dan pemimpin yang transformatif, telah memastikan bahwa sekolah berjalan dengan baik dan terus berkembang menuju keunggulan. Adapun dampak dari tidak adanya kompetensi manajerial kepala, hal yang muncul adalah; a) proses pendidikan berjalan tidak terarah, b) guru tidak termotivasi dan kinerjanya stagnan, c) konflik sulit diselesaikan, dan d) sekolah sulit mencapai keunggulan dan mutu.