Sekolah sebagai organisasi pendidikan, harus dikelola dengan memanfaatkan semua sumber daya, baik sumber daya manusia, material dan dana dalam rangka mencapai tujuan sekolah secara efektif dan efisien. Sekolah sebagai suatu lembaga mempunyai satu tujuan atau lebih. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yang berusaha menganalisis dan mendeskripsikan aktivitas kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan di SMAN 2 Wera. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data dilakukan melalui 3 tahapan yaitu reduksi data, display data dan verifikasi/kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan tentang kompetensi manajerial kepala SMAN 2 Wera; a) mengoptimalisasi sumber daya, b) meningkatkan kinerja guru, c) pengelolaan lingkungan sekolah, d) menjamin mutu sekolah. Selanjutnya kepala SMAN 2 Wera telah melaksanakan fungsi manajemen inti sebagaimana berikut ini; a) perencanaan; kepala sekolah menyusun program dan strategi sekolah, b) pengorganisasian; kepala sekolah mengstrukturkan tugas dan pembagian kerja, c) penggerakkan; kepala sekolah telah memotivasi dan menggerakkan seluruh warga sekolah, d) pengendalian; kepala sekolah mengawasi, mengevaluasi dan mengontrol pelaksanaan program sekolah. Selanjutnya kompetensi manajerial kepala sekolah adalah fondasi bagi kepala SMAN 2 Wera. Kepala sekolah untuk bertindak sebagai manajer dan pemimpin yang transformatif, telah memastikan bahwa sekolah berjalan dengan baik dan terus berkembang menuju keunggulan. Adapun dampak dari tidak adanya kompetensi manajerial kepala, hal yang muncul adalah; a) proses pendidikan berjalan tidak terarah, b) guru tidak termotivasi dan kinerjanya stagnan, c) konflik sulit diselesaikan, dan d) sekolah sulit mencapai keunggulan dan mutu.
Copyrights © 2025