Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dinamika Tradisi Lisan Patu Donggo: Analisis Struktur, Fungsi Komunikatif, dan Nilai Pendidikan dalam Perspektif Pembelajaran Sastra Lisan Syukurman Syukurman; Inra Dely Fadlyah; Muslimin Muslimin; Mega Mustikasari
Jurnal Pendidikan Jompa Indonesia Vol 5 No 2 (2026): JUPENJI: Jurnal Pendidikan Jompa Indonesia
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupenji.Vol5.Iss2.2844

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif dinamika tradisi lisan Patu Donggo ditinjau dari aspek struktur, fungsi komunikatif, dan nilai pendidikan, serta mengkaji implikasinya dalam pembelajaran sastra lisan di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif-interpretatif, yang memungkinkan peneliti memahami makna yang terkandung dalam praktik budaya secara mendalam dan kontekstual. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap pelaku tradisi, tokoh adat, masyarakat, serta pendidik. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur Patu Donggo memiliki pola kebahasaan yang khas, meliputi rima, diksi, metafora, dan pola larik yang mencerminkan pola pikir simbolik, halus, dan kontekstual masyarakat Donggo. Dari segi fungsi komunikatif, Patu Donggo berperan sebagai media komunikasi sosial yang efektif dalam menyampaikan nasihat, kritik sosial, ekspresi perasaan, serta menjaga keharmonisan hubungan sosial melalui cara penyampaian yang tidak langsung dan beretika. Sementara itu, nilai pendidikan yang terkandung dalam Patu Donggo meliputi kesopanan, penghormatan, solidaritas, dan kebijaksanaan lokal yang terinternalisasi sebagai habitus budaya dan diwariskan secara turun-temurun melalui praktik sosial. Dalam konteks pendidikan formal, Patu Donggo memiliki relevansi yang kuat untuk diintegrasikan dalam pembelajaran sastra lisan sebagai sumber belajar yang kontekstual, inovatif, dan berbasis kearifan lokal. Namun demikian, implementasinya memerlukan strategi adaptasi yang mempertimbangkan karakteristik kurikulum, kompetensi guru, serta kebutuhan peserta didik agar nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya dapat tersampaikan secara optimal dan bermakna.