Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Description of the Level of Community Knowledge About DAGUSIBU at the Melur Pekanbaru Community Health Center Meiriza Djohari; Ayu Indah Lestari Afandi; Dea Adilla; Dinda Zulfi Rosadi; Diova Yuswidia Putra
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 8, No 4 (2024): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (November)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v8i4.7526

Abstract

The rational use of medicine is one of the important aspects in maintaining public health. However, there are still many people who do not understand how to obtain, use, store, and dispose of drugs properly. To overcome this, the government through the Food and Drug Monitoring Agency (BPOM) has launched an educational program known as the DAGUSIBU concept (Get, Use, Store, and Dispose of Medicines Correctly). The purpose of this study was to determine the level of public knowledge about DAGUSIBU at Melur Health Center Pekanbaru, Riau. The research design carried out in this study was observational which was descriptive analytic, with a cross sectional research design, data collection techniques were carried out concurrently. The subjects of this study were people who came for treatment and bought medicine at Puskesmas Melur Pekanbaru. Data collection in this study used a questionnaire on the level of knowledge of the community. Based on the research that has been done about the description of the level of public knowledge about DAGUSIBU, the results obtained that the four dimensions namely Daptkan, Use, Save and Dispose are in the category strongly agree with a percentage of 76% and the category agree with a percentage of 24%. It can be concluded that the community of Puskesmas Melur Pekanbaru generally has a good knowledge of how to get, use, store and dispose of drugs.
Gambaran Tingkat Pengetahuan dan Kondisi Kesehatan Mental pada Remaja SMK Farmasi di Pekanbaru Diova Yuswidia Putra; Dita Maulia Andriani; Maisarah Maisarah; Marisa Nurlita; Melfi Madini; Ninda Fitria; Nur Anisa; Urhidayatunnisak Urhidayatunnisak; Sonia Gaya Srianti; Tika Ayu Andani; Rahmayati Rusnedy; Ratna Sari Dewi; Putri Lestari
Jurnal Medika: Medika Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/c2p6wt09

Abstract

Beberapa tahun terakhir, ditemukan adanya peningkatan prevalensi gangguan mental emosional dengan gejala depresi dan kecemasan untuk remaja berumur >15 tahun dibandingkan pada tahun 2013, dan untuk prevalensi gangguan jiwa berat seperti skizofrenia mencapai 1,2 per seribu orang penduduk. Kegiatan pengabdian telah dilakukan kepada remaja yang ada di SMKF IKASARI Pekanbaru mengenai “Pentingnya kesehatan mental bagi remaja” bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang Kesehatan Mental pada remaja, sehingga diharapakan dengan program pengabdian masyarakat ini dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang tentunya akan membantu menurunkan angka kesehatan mental yang di alami oleh remaja. Sebanyak 52 responden laki laki ataupun perempuan diberikan 7 peryataan yang telah diberikan. Hasil persentase tertinggi dari kuesioner pertanyaan sering mengalami kesulitan untuk tidur karna bermacam-macam hal (35%), kadang-kadang membuat keputusan sendiri tanpa berfikir panjang (48%), jarang merasa terus menerus dibawa tekanan (48%), sering merasa kehilangan kepercayaan diri (50%), dapat menikmati aktivitas kegiatan sehari-hari dengan kategori sering dialami (73%), merasa tidak bahagia dan tertekan dengan kategori jarang dialami (73%), dan sekitar 48% tidak pernah berfikir saya tidak berharga. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan sekolah dapat membantu menambah wawasan siswa tentang masalah kesehatan jiwa pada remaja, salah satunya dengan mengadakan program seperti UKSJ (usaha Kesehatan jiwa sekolah) program ini diharapkan dapat membantu meningkatkan Kesehatan jiwa remaja, dimana pada program ini siswa diberikan Pendidikan Kesehatan terkait pencegahan perilaku yang mengarah pada resiko terjadinya masalah Kesehatan jiwa pada remaja.