Fiona Syafitri
Universitas Hang Tuah Pekanbaru

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pelatihan KIE Bagi PPPKBD  Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di Wilayah Kampung KB Kelurahan Air Dingin Pekanbaru Sri Wardani; Jihan Natassa; Wulan Sari; Makomulamin Makomulamin; Fiona Syafitri
Jurnal Medika: Medika Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/g3ttvp09

Abstract

Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) program KB khususnya MKJP dilakukan sebagai sebuah proses penyampaian isi pesan dari PPKBD kepada PUS yang sudah ber KB maupun yang belum ber KB untuk diketahui, dipahami, dimengerti dan dilaksanakan, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat itu sendiri. Jumlah pengguna kontrasepsi IUD di Kota Pekanbaru tahun 2018 tercatat 12,1% dan 2019 tercatat 11,6%, masih berada dibawah rata-rata Indonesia pada tahun 2019 sebanyak 62%. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kemampuan PPKBD melaksanakan KIE yang komunikatif informatif dan edukatif, pendekatan tokoh formal dan pembuatan media brosur poster. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dilakukan selama 3 hari dalam bentuk pelatihan dengan metode kegiatan melalui ceramah dan tanya jawab, microteaching dan praktek lapangan yang langsung dilakukan oleh peserta ke masyarakat. Kegiatan ini diselenggarakan di Kampung KB Berkah Bersama Kelurahan Air Dingin Kecamatan Marpoyan Damai. Hasil kegiatan tatap muka berupa ceramah dan tanya jawab diperoleh peningkatan pengetahuan sebelum dilakukan pelatihan baik (20%) menjadi baik (85%) setelah dilakukan pelatihan. Peserta dapat melakukan simulasi (Microteaching) dengan berperan sebagai penyuluh lapangan dan masyarakat. Hasil praktek lapangan dapat dilaksanakan secara baik langsung kepada PUS yang berdomisisli di wilayah kampong KB Berkas Bersama. Diharapkan kepada instansi terkait dapat meningkatkan kemampuan PPBKBD melalui peningkatan kuantitas dan kualitas dalam bentuk pelatihan, bimbingan teknis, workshop dan menggunakan alat peraga yang lebih lengkap, meningkatkan perhatian dan sinergitas melalui lintas sektor dan optimalisasi dana desa.