Kerajinan kasab merupakan salah satu warisan budaya Aceh yang memiliki nilai seni dan potensi ekonomi bagi masyarakat. Namun, keberlanjutan kerajinan ini menghadapi berbagai tantangan, seperti rendahnya regenerasi pengrajin dan terbatasnya keterlibatan generasi muda. Oleh karena itu, diperlukan upaya pelestarian yang tidak hanya menjaga nilai budaya, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan ini bertujuan mendeskripsikan pelestarian kerajinan kasab sebagai upaya peningkatan ekonomi masyarakat melalui Program Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh di Gampong Paya Laot, Kecamatan Setia Bakti, Kabupaten Aceh Jaya. Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada 15 April–22 Mei 2026 dengan menggunakan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) yang berfokus pada pemanfaatan aset dan potensi lokal masyarakat. Metode ini dilakukan melalui observasi, pemetaan aset, pendampingan pembuatan kasab, partisipasi langsung mahasiswa, serta sosialisasi pelestarian budaya kepada masyarakat. Kegiatan menunjukkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam proses pembuatan kasab mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian budaya lokal serta memperkuat kolaborasi antara mahasiswa, pengrajin, dan pemerintah gampong. Kerajinan kasab dipandang memiliki peluang untuk terus dikembangkan sebagai produk ekonomi kreatif yang dapat mendukung peningkatan pendapatan masyarakat. Pelestarian kerajinan kasab melalui program KPM berhasil menjadi sarana pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal yang tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga berkontribusi terhadap penguatan ekonomi masyarakat Gampong Paya Laot.