Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Motif Menonton Tayangan Variety Show Running Man dan Pemenuhan Kebutuhan Penonton Nanda Riva Junita Muhammad; Humaizi Humaizi; Syafruddin Pohan
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 1 No. 12 (2021): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v1i12.256

Abstract

Latar belakang: Running Man adalah salah satu program televisi yang bergenre urban action variety and comedy yang sedang digemari dan memiliki banyak penggemar dibelahan dunia Eropa maupun Asia, termasuk Indonesia. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui motif menonton tayangan variety show Running Man dan pemenuhan kebutuhan penonton di Kota Banda Aceh. Metode penelitian: Penelitian kuantitatif korelasi menggunakan teori Uses and Gratifications berdasarkan pada motif menonton dan kebutuhan individual. Data dikumpulkan dengan menyebarkan instrumen penelitian dalam bentuk kuesioner dengan menggunakan skala ordinal. Skala terdiri atas 25 pertanyaan, dengan 15 pertanyaan motif menonton tayangan variety show Running Man dengan reliabilitas (α) 0,808 dan 10 pertanyaan pemenuhan kebutuhan dengan reliabitias (α) 0,800. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tabel tunggal, tabulasi silang dan korelasi Rank Spearman untuk pengujian hipotesis. Hasil penelitian: Hubungan signifikan antara motif menonton tayangan variety show Running Man dan pemenuhan kebutuhan penonton dimana tayangan ini memenuhi kebutuhan kognitif dan kebutuhan pelepasan penonton. Hasil juga menunjukkan bahwa penonton akan menonton tayangan variety show Running Man setelah di download dan menontonnya pada malam hari. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara motif menonton tayangan variety show Running Man dengan pemenuhan kebutuhan pada penonton kalangan dewasa di Kota Banda Aceh. Hasil juga menunjukkan penonton tayangan variety show Running Man dalam penelitian ini memiliki banyak motif, dimana mayoritas responden menonton tayangan ini setiap minggunya, dengan durasi menonton 31 - 60 menit dan ditonton pada malam hari serta memilih untuk mengunduh tayangan ini.
Interpersonal Communication of Persons with Visual Impairments: Its Influence on Self-Concept and Resilience among Members of the Indonesian Blind Association Community in Medan City, Indonesia Nurhayati Nurhayati; Iskandar Zulkarnain; Humaizi Humaizi
Moderasi: Jurnal Studi Ilmu Pengetahuan Sosial Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Department of Social Studies Education, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Datokarama State Islamic University of Palu, Central Sulawesi, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/moderasi.Vol7.Iss1.652

Abstract

Loss of vision after birth requires individuals to make psychological and social adjustments so that interpersonal communication becomes a factor that has the potential to support the formation of self-concept and resilience. This study aims to analyze the influence of interpersonal communication on the self-concept and resilience of people with non-congenital visual impairments among members of the Indonesian Blind Association (PERTUNI) in Medan City. The study used a quantitative approach with a correlational method. The study population was 120 members of PERTUNI in Medan City and all of them were sampled through a total sampling technique. Data were collected using a questionnaire that was read directly to respondents and analyzed using SPSS version 27. The results showed that interpersonal communication had a positive and significant effect on self-concept (β = 0.210; t = 2.936; p = 0.004) with a coefficient of determination of 0.068, which means it explains 6.8% of the variation in self-concept. Interpersonal communication also had a positive and significant effect on resilience (β = 0.384; t = 3.829; p = 0.001) with a coefficient of determination of 0.111 or explaining 11.1% of the variation in resilience. This finding indicates that interpersonal communication contributes to the formation of self-concept and resilience in people with non-congenital visual impairments.