Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

CRAB MENTALITY DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN (STUDI ANALISIS TAFSIR TEMATIK) Sopyan Sauri; Ahmad Syukron; M. Ziyadul Haq
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 8 No 02 (2023): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v8i02.5353

Abstract

Crab Mentality didalam lingkungan masyarakat sudah merebak, bisa terjadi dari teman dekat, teman kerja, bahkan keluarga. Penelitian yang dilakukan oleh penulis ini membahas tentang Fenomena Crab Mentality dalam perspektif Al-Qur'an, serta mengupas bagaimana solusi yang tepat untuk mengatasi penyakit hati tersebut. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif, dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Penyajian Tafsir menggunakan Tafsir Tematik. Pendekatan ini digunakan untuk menguraikan isi dari ayat-ayat Al-Qur'an secara komprehensif dengan mengumpulkan ayat-ayat yang memiliki makna yang serupa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Crab Mentality berasal dari perasaan iri hati dan dengki. Dengki adalah perasaan iri hati yang timbul ketika seseorang melihat orang lain memiliki kebahagiaan atau nikmat tertentu, yang juga diiringi dengan harapan agar nikmat tersebut hilang dari orang tersebut, Tindakan iri hati terhadap hal-hal yang dilarang akan menghasilkan konsekuensi negatif. Crab Mentality ini dapat secara nyata ditampakan melalui perilaku agresi atau tindakan yang disengaja melukai orang lain. Agresi ini berpotensi menyebabkan kerugian bagi individu yang menjadi pendengki atau orang yang didengki, baik dalam aspek psikis maupun fisik.
INSĀN CHARACTER FROM THE PERSPECTIVE OF THE KORAN Fahrurozi Umiari; Ahmad Syukron; Ade Nailul Huda
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 12, No 1 (2026): IN PRESS
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Insān are the most dominant creatures on earth. Philosophy and science have used various methods to understand him, but he is only able to know certain aspects of the person, he does not know the whole person, even most of the questions asked by those who study the insān -to themselves- still remain unanswered. Therefore, one of the ways to know who the human is to refer to divine revelation so that we can find the answers. For this reason, this study aims to find out about the insān as well as its characteristics from the perspective of the Koran. This research uses the mauḍū'ī (thematic) tafsir method. The results show that what is meant by insan in the Koran is a human being with all his totality, body and soul. The Koran mentions many characteristics of insan -from positive to negative-, and these characteristics can be classified into two: Inborn (fiṭrī) and acquired (muktasab). The innate characters (fiṭrī) described by the Quran are: Weak, hasty, fond of arguing and disputing, miserly, restless and complaining, unjust and ignorant, transgressing limits, very insubordinate, happy, boast. As for the acquired character (muktasab) which is pursued by the insān himself, among others: Kufr, disobedience, quarrel, despair, and hopelessness.
TRAUMA HEALING PERSPEKTIF AL-QUR’AN: Studi Kasus Korban Perkosaan di Lembaga Women Crisis Center (WCC) Mawar Balqis Cirebon Layali Hilwa; Ahmad Syukron; Ade Naelul Huda
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 11 No 01 (2026): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v11i01.10056

Abstract

Perkembangan zaman yang kian maju sering kali menyebabkan peningkatan sosial dan kriminalitas masyarakat. Perkembangan ini memiliki efek yang signifikan terhadap kehidupan sosial, namun sebaliknya, kemajuan tersebut juga berkontribusi terhadap munculnya berbagai bentuk kejahatan. Salah satu bentuk kejahatan yang sering terjadi adalah kekerasan, pelecehan, dan eksploitasi seksual. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk meneliti berbagai cara yang bisa diterapkan untuk trauma healing bagi korban perkosaan dalam persepektif Al-Qur’an. Penelitian ini mendalami ayat-ayat Al-Qur’an yang membahas tentang ketenangan jiwa, keyakinan, kesabaran, instrospeksi diri, hikmah tentang cobaan hidup yang dialami korban perkosaan. Serta upaya untuk mencapai kedamaian dalam pikiran dan hati. Metode penelitian ini merupakan penelitian lapangan dan library research, dengan meneliti pemulihan korban pemerkosaan lewat Women Crisis Center (WCC) Mawar Balqis dengan mempertimbangkan aspek-aspek seperti pemilihan sampel, pengumpulan data, analisis data, dan interpretasi hasil. Diharapkan dengan hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang berarti dalam bidang trauma healing dan kesehatan mental dari persepektif Al-Qur’an; Hasil penelitian ini menemukan bahwa pendekatan trauma-healing yang terinspirasi oleh nilai-nilai dan prinsip-prinsip Al-Quran dapat memiliki dampak yang positif dalam pemulihan trauma bagi korban, seperti muhasabah (kesadaran diri dan refleksi), doa dan koneksi spiritual, penerimaan diri (ikhlas) dan ridha dengan menerima cobaan dan ujian hidup sebagai bagian dari takdir Allah dan percaya pada kebijaksanaan Allah dapat membantu korban mengatasi trauma dan memperoleh kedamaian hati
Digitalizing the Living Qur'an: Religious Authority and the Transformation of Qur'anic Knowledge in Indonesia Ahmad Syukron; Randy Putra Alamsyah; Romlah Widayati; Dedi Masri; Muhammad Muammar Alwi
JURNAL INDO-ISLAMIKA Vol. 16 No. 1 (2026): Jurnal Indo-Islamika (June)
Publisher : Graduate School of UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jii.v16i1.51744

Abstract

This article examines the digitalization of the Living Qur’an in Indonesia by analyzing how Qur’anic knowledge is produced, circulated, authorized, and received through digital platforms. The study responds to a central scholarly problem: digital media have expanded public access to Qur’anic learning, yet they have also transformed the basis of religious authority, interpretive legitimacy, and everyday Qur’anic reception. Using a qualitative research design that combines digital ethnography and qualitative content analysis, this study analyzes publicly available Qur’anic discourse on YouTube, Instagram, TikTok, and Indonesian tafsir websites, including long-form tafsir lectures, short-form Qur’anic content, digital tafsir materials, and audience interactions. The findings show that digital platforms have become new infrastructures of Qur’anic knowledge, making the Qur’an searchable, portable, shareable, and continuously embedded in everyday digital life. The study also finds that tafsir authority is no longer shaped solely by sanad, scholarly credentials, pesantren affiliation, or institutional recognition, but is increasingly negotiated through media visibility, communicative style, audience trust, and algorithmic circulation. Furthermore, digital Qur’anic knowledge increasingly shifts from textual-systematic tafsir toward practical moral pedagogy addressing worship, family life, anxiety, repentance, social ethics, and personal spirituality. Digital audiences also participate in constructing Qur’anic reception through comments, questions, sharing, and public engagement. The article contributes theoretically by extending Living Qur’an studies into digital religion scholarship and proposing digital Qur’anic reception as a mediated socio-religious formation shaped by scripture, authority, technology, and participatory audiences.