Batik Ciwaringin merupakan salah satu produk unggulan UMKM berbasis kearifan lokal di Kabupaten Cirebon yang dikenal melalui karakteristik batik tulis bermotif khas serta penggunaan pewarna alami. Perkembangan lingkungan bisnis yang semakin kompetitif dan perubahan preferensi konsumen menuntut pelaku UMKM serta koperasi untuk melakukan berbagai inovasi agar mampu mempertahankan keberlanjutan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi inovasi produk dan pemasaran Batik Ciwaringin sebagai upaya mendukung pengembangan UMKM dan koperasi di masa mendatang. Penelitian ini mengangkat Batik Ciwaringin sebagai objek kajian dengan mempertimbangkan peran pentingnya dalam mendorong perkembangan UMKM dan koperasi di era mendatang. Metode yang dipakai dalam penelitian adalah pendekatan deskriptif kualitatif, di mana pengumpulan data dilakukan melalui tiga cara utama, yaitu observasi ke lapangan, wawancara yang dilakukan secara mendalam dengan informan kunci, serta dokumentasi terhadap berbagai bukti pendukung. Dalam penelitian ini, informan yang memberikan informasi meliputi para pengrajin batik Ciwaringin, pengurus organisasi kartu, pelaku usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), serta pihak-pihak lain yang memiliki keterlibatan langsung dalam upaya pengembangan industri Batik Ciwaringin. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi produk dilakukan melalui pengembangan motif yang tetap mempertahankan nilai budaya lokal, diversifikasi produk berbasis batik, serta pemanfaatan pewarna alami sebagai keunggulan kompetitif. Sementara itu, strategi pemasaran dikembangkan melalui perluasan jaringan pasar melalui pameran, promosi digital, media sosial, dan platform e-commerce. Selain itu, koperasi berperan penting dalam mendukung pengembangan usaha melalui kegiatan pembinaan, pelatihan, peningkatan kualitas produk, dan penguatan akses pasar. Implementasi strategi tersebut terbukti mampu meningkatkan daya saing Batik Ciwaringin sekaligus memperkuat keberlanjutan UMKM dan koperasi berbasis budaya lokal.