Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENINGKATAN KUALITAS PERMUKIMAN KUMUH KAWASAN TALUMOLO KOTA GORONTALO Ari Putra Rachman; Nona Fitriana Madjowa; Faisal Fikri Bonenehu
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (J-PMas) Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Pengabdian kepada MASyarakat (J-PMas)
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37606/j-pmas.v2i3.172

Abstract

Kawasan permukiman kumuh seringkali identik dengan keberadaan penduduk miskin. Persepsi ini tidak selalu benar karena di dalam kawasan permukiman kumuh juga terdapat penduduk yang tidak termasuk kategori miskin. Hal ini ditandai dengan kondisi rumah dan fasilitas yang mereka miliki dikawasan permukiman kumuh tersebut. Kajian tentang permukiman kumuh pada umumnya mencakup tiga segi, pertama kondisi fisiknya, kedua kondisi sosial ekonomi budaya komunitas yang bermukim di pemukiman tersebut, dan ketiga dampak oleh kedua kondisi tersebut. Kondisi fisik antara lain tampak dari kondisi bangunan yang sangat rapat dengan kualitas konstruksi rendah, jaringan jalan tidak berpola dan kondisi perkerasan yang kurang baik, sanitasi umum dan saluran drainase tidak berfungsi dengan baik, serta pengelolaan sampah yang kurang baik. Pengabdian ini bertujuan untuk menciptakan Kelurahan Talumolo menjadi kawasan yang rindang dan indah, serta memberikan kenyamanan bagi warga setempat dengan menyediakan tempat tinggal yang lebih layak.
PEKERJAAN REHABILITASI JARINGAN IRIGASI DAERAH IRIGASI (D.I) TALUDUYUNU Muhammad Januar Fuad; Nona Fitriana Madjowa; Aditya Maksum
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (J-PMas) Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian kepada MASyarakat (J-PMas)
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37606/j-pmas.v3i1.181

Abstract

The Taluduyunu Irrigation Area is one of the irrigation areas under Gorontalo Province, located in Pohuwato Regency. The current condition of the Taluduyunu irrigation area network is experiencing a lot of damage, especially to the secondary channels which causes leaks so that network function decreases and is not optimal. Therefore, rehabilitation and improvement of irrigation network facilities and infrastructure in the Taluduyunu irrigation area is needed. This service aims to help the contractor team as project implementers to carry out rehabilitation work in the Taluduyunu irrigation area network. The rehabilitation of the Taluduyunu regional network was carried out on a 12,140 meters long irrigation network with 566 hectares of affected agricultural land with the aim of increasing agricultural land production so that the local community's income would be better than before
Pemodelan Saluran Drainase Di Jalan Bilinggata Kelurahan Dulomo Kec. Kota Utara Kota Gorontalo Menggunakan Hec-Ras Ananda Dewi; Mohamad Januar Fuad; Nona Fitriana Madjowa
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2533

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya tampung saluran drainase eksisting di Jalan Bilinggata, Kota Gorontalo, sebagai respons terhadap meningkatnya kejadian genangan dan banjir di wilayah tersebut, khususnya saat musim hujan. Permasalahan yang dihadapi mencakup kapasitas saluran yang tidak memadai serta adanya hambatan aliran akibat tumpukan sampah dan sedimen. Kajian ini menjadi relevan mengingat pentingnya sistem drainase dalam menjamin keberlangsungan infrastruktur jalan dan kenyamanan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa survei lapangan, pengukuran debit aliran, serta analisis hidrologi dan hidraulik menggunakan perangkat lunak HEC-RAS. Data curah hujan selama 10 tahun dianalisis dengan distribusi log normal untuk memperoleh curah hujan rencana, sementara debit banjir rencana dihitung menggunakan metode Nakayasu. Model aliran kemudian disimulasikan pada lima segmen drainase untuk mengevaluasi kecukupan kapasitas saluran. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh segmen saluran eksisting tidak mampu menampung debit rencana untuk periode ulang 2, 5, dan 10 tahun. Simulasi HEC-RAS mengonfirmasi bahwa muka air pada beberapa titik hampir menyentuh batas atas saluran, menandakan sistem drainase dalam kondisi kritis. Meskipun masih dalam aliran subkritis, potensi limpasan tetap tinggi apabila terjadi peningkatan debit. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan perbaikan sistem drainase melalui normalisasi saluran, pelebaran penampang, serta pembangunan kolam penampung sebagai langkah mitigasi genangan.