Mahasiswa penghuni kos menghadapi tantangan pengelolaan keuangan yang lebih kompleks dibandingkan mahasiswa yang tinggal bersama keluarga, namun kemampuan mereka dalam memanfaatkan informasi biaya relevan sebagai dasar pengambilan keputusan keuangan belum pernah dikaji secara spesifik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemanfaatan informasi biaya relevan terhadap kualitas pengambilan keputusan keuangan mahasiswa penghuni kos di lingkungan Universitas HKBP Nommensen. Pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain survei digunakan sebagai metode penelitian, melibatkan 112 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Instrumen penelitian berupa kuesioner skala Likert lima poin yang mencakup empat dimensi biaya relevan, yakni identifikasi biaya diferensial, penghindaran sunk cost, pertimbangan opportunity cost, dan prediksi biaya inkremental. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan regresi linier berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan keempat dimensi berpengaruh signifikan terhadap kualitas pengambilan keputusan keuangan mahasiswa (F = 42,317; p = 0,000; R² = 0,613), dengan identifikasi biaya diferensial sebagai prediktor terkuat (B = 0,312). Rata-rata pemanfaatan biaya relevan secara keseluruhan berada pada kategori sedang-rendah (mean = 2,87), mengindikasikan defisit kognitif keuangan yang sistematis. Penelitian ini memperluas domain teori akuntansi manajemen perilaku ke ranah keputusan keuangan personal mahasiswa.