Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGOLAHAN DAN PENYAJIAN KUDAPAN MAKANAN SEHAT BERGIZI MOCHI UBI UNGU DI GKAI GADING SERPONG Wahyu Irawati; Pingkan Imelda Wuisan; Imanuel Adhitya Wulanata Chrismastianto; Ashiong Parhehean Munthe; Clement Khrisman Laia; Damai Yanti Manalu
JURNAL Comunità Servizio : Jurnal Terkait Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, terkhusus bidang Teknologi, Kewirausahaan dan Sosial Kemasyarakatan Vol. 6 No. 1 (2024): APRIL
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Univesitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/cs.v6i1.5247

Abstract

Community Service (PkM) is a means of carrying out the mission of Universitas Pelita Harapan which is to contribute to the advancement of science and culture based on Biblical Christian insights and participate in the development of individuals and society for the glory of God. PkM activities were carried out at the Indonesian Bible Christian Church on Jalan Raya Kelapa Dua, Ruko Blitz, Blok A No. 28, Gading Serpong, Tangerang, Banten. The needs analysis based on the questionnaire showed that the congregation did not fully understand how to have healthy snacks at an affordable price. The low economic condition of the congregation makes the congregation prefer to consume cheap and unhealthy food without paying attention to the health of the body. The objectives of the PkM were to 1) provide counseling on nutritious snacks, and 2) conduct training on making purple sweet potato mochi. PkM was held on September 2, 2023, attended by 20 people, delivered by lecture demonstration method. The results of PkM based on the results of the evaluation questionnaire can be seen that 77% of respondents stated that the material presented was very clear, 55.6% agreed that watching YouTube mochi making that had been given helped to practice it at home, 55.6% strongly agreed that they were interested in practicing it at home, and 44.4% of respondents strongly agreed that making purple sweet potato mochi was easy to do. Keywords: Nutritious; snack; mochi; healthy; purple sweet potato
DEMONSTRASI PRAKTIKUM KREATIVITAS DENGAN MEMBUAT CORONG PISAH SEDERHANA DI SEKOLAH LENTERA HARAPAN GUNUNG MORIA, TANGERANG Wahyu Irawati; Pingkan Imelda Wuisan; Rusliani Sesy Novera; Tanti Marsanda Simamora; Stefani Situmorang
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2780

Abstract

Ketersediaan fasilitas laboratorium yang belum merata di berbagai sekolah menjadi salah satu kendala utama dalam pelaksanaan pembelajaran sains, khususnya pada pelajaran kimia, yang menuntut pemahaman konsep melalui kegiatan praktikum. Berdasarkan hasil wawancara dan analisis situasi, diketahui bahwa Sekolah Lentera Harapan (SLH) Gunung Moria belum memiliki fasilitas laboratorium, sehingga peserta didik tidak pernah memperoleh pengalaman praktikum secara langsung. Padahal, aktivitas praktikum sangat penting dalam menjembatani pemahaman konsep-konsep abstrak dalam pelajaran kimia. Menanggapi kondisi tersebut, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Pelita Harapan sebagai bagian dari integrasi mata kuliah Manajemen Laboratorium. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan model pembelajaran praktikum berbasis kreativitas dengan merancang dan menggunakan alat sederhana berupa corong pisah yang dibuat dari bahan-bahan daur ulang. Rangkaian kegiatan mencakup observasi situasi sekolah, penyusunan modul, pembuatan alat, serta pelatihan dan demonstrasi secara langsung kepada siswa. Alat corong pisah sederhana ini dirancang untuk memperkenalkan konsep ekstraksi cair-cair yang berbasis pada perbedaan densitas dan polaritas dua zat cair. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa pendekatan praktikum sederhana tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep kimia, tetapi juga mendorong keterampilan ilmiah, kreativitas, dan antusiasme siswa dalam mengikuti pembelajaran yang kontekstual dan aplikatif tanpa menggunakan alat-alat laboratorium.