Purnawati, Laily
Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu PolitikUniversitas Tulungagung

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENDIDIKAN POLITIK SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESADARAN POLITIK MASYARAKAT (Studi di Kantor KPU Kabupaten Tulungagung) Purnawati, Laily
Jurnal PUBLICIANA Vol 11, No 1 (2018)
Publisher : Tulungagung University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.914 KB)

Abstract

ABSTRAKPemilu merupakan bagian bentuk nyata pendidikan, meskipun rutin kejadiannya tapi berjangka waktu cukup panjang. Frekuensi pemilihan di banyak negara sekali dalam lima tahun atau empat tahun, dianggap sudah cukup masa tersebut untuk membuktikan kesanggupan dan pushing power ( tenaga pendobrak) untuk menyusun suatu masa depan yang lebih baik dan membahagiakan rakyat.Pemilu di Indonesia dipandang juga sebagai wahana pendidikan politik yang dapat dipakai sebagai indikator sampai seberapa jauh tingkat partisipasi masyarakat dibidang politik. Pendidikan politik yang dimaksudkan meliputi sedikit banyaknya informasi masalah-masalah kenegaraan yang diterima masyarakat.Selanjutnya, pendidikan politik yang diterima oleh masyarakat melalui dua cara penyampaian, implisit dan eksplisit. Penelitian yang digunakan adalah tipe penelitian deskriptif kualitatif dan mengambil lokasi di kabupaten Tulungagung. Penelitian ini akan meneliti tentang bagimana sosialisasi politik untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan faktor?faktor yang dapat mempengaruhi pelaksanaan sosialisasi politik di kabupaten Tulungagung.ABSTRACTElections are part of the real form of education, although it is routine but has a long term. The frequency of elections in many countries once in five years or four years, is considered to have been enough to prove the ability and pushing power to develop a better and happier future for the people.Elections in Indonesia are also seen as a vehicle for political education that can be used as an indicator of the extent of the level of public participation in the political field. Political education is intended to include a little information about state issues that are accepted by society. Furthermore, political education is accepted by society through two ways of conveying, implicit and explicit. The research used is a qualitative descriptive research type and takes place in the Tulungagung district. This research will examine how political socialization to increase public awareness and factors that can influence the implementation of political socialization in Tulungagung district.
DAMPAK PERKAWINAN USIA MUDA TERHADAP POLA ASUH KELUARGA (STUDI DI DESA TALANG KECAMATAN SENDANG KABUPATEN TULUNGAGUNG ) PURNAWATI, LAILY
Jurnal PUBLICIANA Vol 8, No 1 (2015)
Publisher : Tulungagung University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkawinan bagi manusia merupakan hal yang penting,karena dengan sebuah perkawinan seseorang akan memperoleh keseimbangan hidup baik secara biologis,psikologis maupun secara sosial.Kematangan emosi merupakan aspek yang sangat penting untuk menjaga kelangsungan perkawinan. Keberhasilan  rumah tangga sangat banyak ditentukan oleh kematangan emosi,baik suami maupun istri. Dengan dilangsungkannya perkawinan maka status sosialnya dalam kehidupan bermasyarakat diakui sebagai pasangan suami istri,dan sah secara hukum.Batas usia dalam melangsungkan perkawinan adalah penting dan dapat dikatakan sangat penting.Hal ini disebabkan karena didalam perkawinan menghendaki kematangan  psikologis.Usia perkawinan yang terlalu muda dapat mengakibatkan meningkatnya kasus perceraian karena kurangnya kesadaran untuk bertanggungjawab dalam kehidupan berumah tangga bagi suami istri.Pernikahan yang sukses sering ditandai dengan kesiapan memikul tanggung jawab. Begitu memutuskan untuk menikah, mereka siap menanggung segala segala beban yang timbul akibat adanya pernikahan,baik menyangkut pemberian nafkah,pendidikan anak, maupun yang berkaitan dengan perlindungan,pendidikan serta pergaulan yang baik.Penelitian yangdilakukan menyangkut dampak  perkawinan  usia  muda terhadap pola asuh keluarga dan faktor yang mendorong terjadinya perkawinan usia muda di Desa Talang  Kecamatan Sendang    Kabupaten Tulungagung.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian    ini adalah pendekatan kualitatif dan bersifat deskriptif.
PENDIDIKAN POLITIK SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESADARAN POLITIK MASYARAKAT (Studi di Kantor KPU Kabupaten Tulungagung) Laily Purnawati
Publiciana Vol. 11 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPemilu merupakan bagian bentuk nyata pendidikan, meskipun rutin kejadiannya tapi berjangka waktu cukup panjang. Frekuensi pemilihan di banyak negara sekali dalam lima tahun atau empat tahun, dianggap sudah cukup masa tersebut untuk membuktikan kesanggupan dan pushing power ( tenaga pendobrak) untuk menyusun suatu masa depan yang lebih baik dan membahagiakan rakyat.Pemilu di Indonesia dipandang juga sebagai wahana pendidikan politik yang dapat dipakai sebagai indikator sampai seberapa jauh tingkat partisipasi masyarakat dibidang politik. Pendidikan politik yang dimaksudkan meliputi sedikit banyaknya informasi masalah-masalah kenegaraan yang diterima masyarakat.Selanjutnya, pendidikan politik yang diterima oleh masyarakat melalui dua cara penyampaian, implisit dan eksplisit. Penelitian yang digunakan adalah tipe penelitian deskriptif kualitatif dan mengambil lokasi di kabupaten Tulungagung. Penelitian ini akan meneliti tentang bagimana sosialisasi politik untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan faktor–faktor yang dapat mempengaruhi pelaksanaan sosialisasi politik di kabupaten Tulungagung.ABSTRACTElections are part of the real form of education, although it is routine but has a long term. The frequency of elections in many countries once in five years or four years, is considered to have been enough to prove the ability and pushing power to develop a better and happier future for the people.Elections in Indonesia are also seen as a vehicle for political education that can be used as an indicator of the extent of the level of public participation in the political field. Political education is intended to include a little information about state issues that are accepted by society. Furthermore, political education is accepted by society through two ways of conveying, implicit and explicit. The research used is a qualitative descriptive research type and takes place in the Tulungagung district. This research will examine how political socialization to increase public awareness and factors that can influence the implementation of political socialization in Tulungagung district.
DAMPAK PERKAWINAN USIA MUDA TERHADAP POLA ASUH KELUARGA (Studi di desa Talang Kecamatan Sendang Kabupaten Tulungagung ) LAILY PURNAWATI
Publiciana Vol. 8 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkawinan bagi manusia merupakan hal yang penting,karena dengan sebuah perkawinan seseorang akan memperoleh keseimbangan hidup baik secara biologis,psikologis maupun secara sosial.Kematangan emosi merupakan aspek yang sangat penting untuk menjaga kelangsungan perkawinan. Keberhasilan  rumah tangga sangat banyak ditentukan oleh kematangan emosi,baik suami maupun istri. Dengan dilangsungkannya perkawinan maka status sosialnya dalam kehidupan bermasyarakat diakui sebagai pasangan suami istri,dan sah secara hukum.Batas usia dalam melangsungkan perkawinan adalah penting dan dapat dikatakan sangat penting.Hal ini disebabkan karena didalam perkawinan menghendaki kematangan  psikologis.Usia perkawinan yang terlalu muda dapat mengakibatkan meningkatnya kasus perceraian karena kurangnya kesadaran untuk bertanggungjawab dalam kehidupan berumah tangga bagi suami istri.Pernikahan yang sukses sering ditandai dengan kesiapan memikul tanggung jawab. Begitu memutuskan untuk menikah, mereka siap menanggung segala segala beban yang timbul akibat adanya pernikahan,baik menyangkut pemberian nafkah,pendidikan anak, maupun yang berkaitan dengan perlindungan,pendidikan serta pergaulan yang baik.Penelitian yangdilakukan menyangkut dampak  perkawinan  usia  muda terhadap pola asuh keluarga dan faktor yang mendorong terjadinya perkawinan usia muda di Desa Talang  Kecamatan Sendang    Kabupaten Tulungagung.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian    ini adalah pendekatan kualitatif dan bersifat deskriptif.
PROSES REKRUTMEN CALON ANGGOTA LEGISLATIF PADA PARTAI POLITIK ( Studi pada Kantor Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung ) Laily Purnawati
Publiciana Vol. 10 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Partai politik mempunyai posisi (status) dan peranan (role) yang sangat penting dalam sistem demokrasi.Partai memainkan peran penghubung yang sangat strategis antara proses-proses pemerintahan dengan warga negara.Partai politik membuka kesempatan seluas-luasnya bagi rakyat untuk berpartisipasi dalam kegiatan politik dan pemerintahan.Kinerja anggota legislatif yang saat ini dianggap masih belum memadai terutama di tingkat kabupaten/kota yang disebabkan masih rendahnya kualitas sumber daya manusianya. Dampaknya adalah anggota legislatif ini belum mampu menghasilkan peraturan daerah yang betul-betul diperlukan dan berpihak pada masyarakat.Hal ini disenarai akibat dari lemahnya mekanisme rekrutmen anggota  legislatif yang dilakukan oleh partai politik.Partai politik diapai sebagai kendaraan politik yang memang secara legal untuk seseorang berkuasa harus mampu menyeleksi calon anggota legislatif selain sebagai sarana kaderisasi partai politik itu sendiri. Begitu pula yang telah dilakukan oleh partai politik PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung.PDI Perjuangan memiliki komitmen untuk mengawal seluruh tahapan pemilu legislatif agar dapat dilaksanakan sesuai dengan azaslangsung,umum,bebas,rahasia, jujur dan adil.Dimana setiap partai politik memiliki pola rekrutmen yang berbeda,di mana pola perekrutan anggota partai disesuaikan dengan sistem  politik  yang dianut.Rekruitmen keanggotaan PDI Perjuangan sudah diatur dalam AD/RT PartaiPenelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif guna mendapatkan gambaran yang lebih mendalam mengenai proses rekrutmen calon anggota  legislative  pada  partai politik terutama di dewan pimpinan cabang PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung.Dari penelitian yang dilakukan didapatkan bahwa mekanisme sistem rekrutmen pada dewan pimpinan cabang PDI Perjuangan melalui dua sistem yaitu sistem terbuka dan tertutup
Peranan Pemerintah Desa dalam Menangani Konflik Peternakan Ayam Broiler di Desa Pucanglaban Kabupaten Tulungagung Laily Purnawati
Nakhoda: Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol 19 No 2 (2020)
Publisher : Laboratorium Jurusan Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35967/njip.v19i2.117

Abstract

Starting in 2010, the trend of broiler chicken farming has increased significantly. The increasing demand for chicken farms produces changes or shifts the source of income from agriculture to livestock. At the beginning of the establishment of the stables, public acceptance was very open but when the scale of the farm became large there were several complaints because of the smell and flies. The lack of caring attitude of broiler breeders makes the community a little angry and this is what causes differences of opinion between them. This research goal was conducted to determine the handling of conflicts between chicken breeders and the surrounding community by the Pucanglaban village government. To find out the strategy of the village government in dealing with conflicts between broiler breeders and the community, researchers used a qualitative descriptive research method with snowball sampling models. Based on the research results, it can be seen that in order to resolve the conflict, the village government acts as a facilitator, mediator, and regulator so that an agreement can be reached by minimizing losses between the two parties. In the future, it is hoped that there will be standard rules made especially by the village government regarding the procedures and procedures for establishing a farm cage so that it can avoid potential conflicts between chicken breeders and the community.
Pemahaman Beban Ganda Perempuan di Tengah Pandemi: Pengalaman Dari Mantan TKW Anggota Muslimat NU di Kecamatan Kras Laily Purnawati
Translitera : Jurnal Kajian Komunikasi dan Studi Media Vol 10 No 2 (2021): September 2021
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/translitera.v10i2.1702

Abstract

Women who work as female workers from the start have already borne a double burden in their families. Apart from being given the task of carrying out domestic duties even though they are physically not at home, on the other hand they have to work to help meet their household needs. This condition continues even though these former TKWs have returned home. There are many ways that these former TKWs can continue to help make a living, especially during a pandemic where many husbands have lost their source of income. The method used is a type of qualitative research by taking data through in-depth interviews and observations. The resource persons were former women TKW who were also members of the Muslimat NU. The interviews were conducted to find out whether they understood the double burden that she had to do and how these former women TKW received their double burden. The conclusions obtained from this study were former women. These migrant workers in the midst of a pandemic are experiencing extraordinary problems. Most of them choose only as side workers, namely "oncek" melinjo on the grounds that they can be done from home while still supervising their children. This is where NU Muslims as one of the social organizations in Indonesia also attend and provide provisions for these women to understand the double burden they receive. , especially their provision in the field of faith so that they are physically and mentally ready to carry out this mandate.
PELAKSANAAN INOVASI LAPAK 215 PADA PERIZINAN USAHA SKALA MIKRO DI KECAMATAN WATULIMO KABUPATEN TRENGGALEK Laily Purnawati
REFORMASI Vol 13, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rfr.v13i1.3779

Abstract

Micro-enterprises are one of the businesses that are also affected during this pandemic. In order to support the development of micro-enterprises and business actors, the Trenggalek district government, especially the Watulimo sub-district, launched an innovation called lapak 215. 215 was held to bring licensing services closer to users, namely business actors in Watulimo sub-district where the geographical conditions are mostly mountainous and coastal areas. The research method used is descriptive qualitative based on Rogers' attribute theory, namely Relative Advantage, Compatibility, Complexity, Triability, Observability. As a result, the innovation of lapak 215 is more flexible, making it easier for business actors to make procedures and processes easy for users to understand and most importantly bring the government closer to the user community.AbstrakUsaha mikro merupakan salah satu usaha yang juga terdampak di masa pandemi ini. Guna mendukung berkembangnya usaha mikro dan pelaku usaha ,pemerintah kabupaten Trenggalek khususnya kecamatan Watulimo meluncurkan inovasi yang diberi nama lapak 215. Lapak 215 diadakan guna mendekatkan pelayanan perizinan ke para pengguna yaitu pelaku usaha di kecamatan watulimo yang mana kondisi geografisnya lebih banyak daerah pegunungan dan pesisir pantai. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif berdasarkan teori atribut milik Rogers yaitu Relative  Advantage (Keuntungan  Relatif),  Compatibility  (Kesesuaian),  Complexity  (Kerumitan), Triability  (Kemungkinan  dicoba),  Observability  (Kemudahan  diamati). Hasilnya inovasi lapak 215 ini lebih fleksibel, lebih memudahkan pelaku usaha dengan mudahnya prosedur dan prosesnya dimenegerti oeh pengguna dan yang terpenting mendekatkan pemerintah dengan masyarakat pengguna.