Beberapa bakteri seperti Salmonella typhi, Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus dapat menyebabkan infeksi pada manusia akibat penurunan kekebalan tubuh. Pemanfaatan tanaman herbal seperti lidah buaya dan bawang putih dalam pengobatan telah lama dilakukan, namun perlu dilakukan uji secara laboratorium untuk mendapatkan bukti sahih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat antibakteri ekstrak lidah buaya dan bawang putih terhadap bakteri Salmonella typhi, Pseudomonas aeruginosa dan Streptococcus pyogenes. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggunakan metode difusi dengan kertas cakram. Penelitian dilakukan di UPTD Balai Loboratorium Kesehatan Daerah Provinsi Lampung pada bulan Februari 2023. Sampel pada studi ini berjumlah 20 sampel yang ditentukan dengan menggunakan rumus Federer. Sampel dibagi ke dalam 6 kelompok yang diuji yang terdiri dari 4 kelompok perlakuan dan 2 kelompok kontrol. Tahapan penelitian ini terdiri dari pembuatan ekstrak, pembuatan media Mueller Hinton Agar (MHA), pembuatan suspensi bakteri, pembuatan larutan kontrol positif dan kontrol negatif, dan uji aktivitas antibakteri. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak lidah buaya dan bawang putih (allium sativum) mempunyai efektivitas daya hambat terhadap bakteri Salmonella typhi, Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus. Berdasarkan klasifikasi zona hambat, ekstrak lidah buaya dan bawang putih mulai menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi, Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus pada konsentrasi 20% dengan respon daya hambat sedang. Berdasarkan klasifikasi zona hambat, ekstrak lidah buaya dan bawang putih paling efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi, Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus pada konsentrasi 100% dengan respon daya hambat kuat.