Terapi farmakologi pada penyakit demam tifoid menghadapi tantangan besar seperti resistensi mikroba pada obat-obatan konvensional. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan alternatif pengobatan agar menghasilkan pengobatan yang lebih efektif, efisien dan aman dalam menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi. Dengan banyaknya manfaat daun kelor dan daun kemangi, studi ini bertujuan membandingkan efektivitas daun kelor dan daun kemangi terhadap bakteri S. typhi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggunakan metode difusi dengan kertas cakram. Penelitian dilaksanakan di laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara, pada April-Mei 2023. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah ekstrak daun kemangi dan daun kelor. Uji efektivitas antibakteri ekstrak daun kelor terhadap S. typhi dilakukan dengan 5 konsentrasi, yaitu 15%, 30%, 45%, 60%, 75%, dengan chloramphenicol sebagai kontrol positif dan aquabidest sebagai kontrol negatif, dengan 3 kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol daun kemangi efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri S. typhi sedangkan ekstrak etanol daun kelor kurang efektif terhadap bakteri S. typhi. Berdasarkan klasifikasi zona hambat, ekstrak etanol daun kemangi memiliki respon daya hambat yang kuat terhadap pertumbuhan S. typhi, konsentrasi terbaiknya adalah 15% dengan rata-rata diameter zona hambatnya 12,06 mm. Sedangkan pada ekstrak etanol daun kelor, konsentrasi terbaiknya adalah 15% dengan rata-rata diameter zona hambatnya 10,7 mm.