Sri Wahyuni Nasution
Departemen Kedokteran Tropis, Universitas Prima Indonesia, Medan, Sumatera Utara, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Profil Daya Hambat Ekstrak Lidah Buaya dan Bawang Putih Terhadap Bakteri Salmonella typhi, Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus Siska Jayanthi Putri; Ali Napiah Nasution; Sri Wahyuni Nasution
Ahmar Metastasis Health Journal Vol. 3 No. 3 (2023): Ahmar Metastasis Health Journal
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amhj.v3i3.217

Abstract

Beberapa bakteri seperti Salmonella typhi, Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus dapat menyebabkan infeksi pada manusia akibat penurunan kekebalan tubuh. Pemanfaatan tanaman herbal seperti lidah buaya dan bawang putih dalam pengobatan telah lama dilakukan, namun perlu dilakukan uji secara laboratorium untuk mendapatkan bukti sahih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat antibakteri ekstrak lidah buaya dan bawang putih terhadap bakteri Salmonella typhi, Pseudomonas aeruginosa dan Streptococcus pyogenes. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggunakan metode difusi dengan kertas cakram. Penelitian dilakukan di UPTD Balai Loboratorium Kesehatan Daerah Provinsi Lampung pada bulan Februari 2023. Sampel pada studi ini berjumlah 20 sampel yang ditentukan dengan menggunakan rumus Federer. Sampel dibagi ke dalam 6 kelompok yang diuji yang terdiri dari 4 kelompok perlakuan dan 2 kelompok kontrol. Tahapan penelitian ini terdiri dari pembuatan ekstrak, pembuatan media Mueller Hinton Agar (MHA), pembuatan suspensi bakteri, pembuatan larutan kontrol positif dan kontrol negatif, dan uji aktivitas antibakteri. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak lidah buaya dan bawang putih (allium sativum) mempunyai efektivitas daya hambat terhadap bakteri Salmonella typhi, Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus. Berdasarkan klasifikasi zona hambat, ekstrak lidah buaya dan bawang putih mulai menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi, Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus pada konsentrasi 20% dengan respon daya hambat sedang. Berdasarkan klasifikasi zona hambat, ekstrak lidah buaya dan bawang putih paling efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi, Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus pada konsentrasi 100% dengan respon daya hambat kuat.
Potensi Antimikroba Ekstrak Daun Kemangi dan Daun Kelor Pada Bakteri Salmonella typhi Ali Napiah Nasution; Farida Meisari Harahap; Sri Wahyuni Nasution
Ahmar Metastasis Health Journal Vol. 3 No. 3 (2023): Ahmar Metastasis Health Journal
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amhj.v3i3.219

Abstract

Terapi farmakologi pada penyakit demam tifoid menghadapi tantangan besar seperti resistensi mikroba pada obat-obatan konvensional. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan alternatif pengobatan agar menghasilkan pengobatan yang lebih efektif, efisien dan aman dalam menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi. Dengan banyaknya manfaat daun kelor dan daun kemangi, studi ini bertujuan membandingkan efektivitas daun kelor dan daun kemangi terhadap bakteri S. typhi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggunakan metode difusi dengan kertas cakram. Penelitian dilaksanakan di laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara, pada April-Mei 2023. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah ekstrak daun kemangi dan daun kelor. Uji efektivitas antibakteri ekstrak daun kelor terhadap S. typhi dilakukan dengan 5 konsentrasi, yaitu 15%, 30%, 45%, 60%, 75%, dengan chloramphenicol sebagai kontrol positif dan aquabidest sebagai kontrol negatif, dengan 3 kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol daun kemangi efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri S. typhi sedangkan ekstrak etanol daun kelor kurang efektif terhadap bakteri S. typhi. Berdasarkan klasifikasi zona hambat, ekstrak etanol daun kemangi memiliki respon daya hambat yang kuat terhadap pertumbuhan S. typhi, konsentrasi terbaiknya adalah 15% dengan rata-rata diameter zona hambatnya 12,06 mm. Sedangkan pada ekstrak etanol daun kelor, konsentrasi terbaiknya adalah 15% dengan rata-rata diameter zona hambatnya 10,7 mm.