Hidayat Hidayat
STKIP Yapis Dompu, Nusa Tenggara Barat, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Effect of Puppet-Based Learning Media on Elementary School Students' Listening Comprehension Skills Natalino Leonel de Carvalho; Nurul Mastura; Hidayat Hidayat; Eka Yulianti
Jurnal Evaluasi dan Kajian Strategis Pendidikan Dasar Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Evaluasi dan Kajian Strategis Pendidikan Dasar
Publisher : ELRISPESWIL - Lembaga Riset dan Pengembangan Sumberdaya Wilayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/jekas.v3i2.1369

Abstract

This study aimed to examine the effect of using wayang media on the story-listening skills of third-grade elementary school students. The research employed a quantitative approach with a quasi-experimental nonequivalent control group pretest-posttest design involving 40 students, consisting of 20 students in the experimental group and 20 students in the control group. The experimental group learned story listening through wayang media, whereas the control group received conventional instruction using the same story material. Data were collected using a multiple-choice listening comprehension test measuring students’ understanding of characters, setting, sequence of events, explicit information, implicit information, and moral messages. The descriptive results showed that the experimental group increased from a pretest mean of 72.75 to a posttest mean of 85.75, while the control group increased from 64.00 to 78.50. Because the experimental group had a higher initial score than the control group, the findings were interpreted cautiously. The raw gain was 13.00 in the experimental group and 14.50 in the control group, while the normalized gain was 0.48 and 0.40, respectively. The independent sample t-test on posttest scores showed a statistically significant difference, t(38) = 2.873, p = 0.007, mean difference = 7.25, with Cohen’s d = 0.91. These findings indicate that wayang media has positive potential to support students’ story-listening comprehension, although the baseline difference limits the strength of causal inference. Wayang can be considered a contextual low-tech visual-narrative medium that integrates Indonesian cultural elements into language learning.
Penggunaan Media Pembelajaran Digital pada Pembelajaran IPAS di Sekolah Dasar Hidayat Hidayat; Ilham Ilham; Restu Maria Ningsih
Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan) Vol. 5 No. 4 (2024): Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Wilayah (elrispeswil)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/ainj.v5i4.459

Abstract

Telah dilakukan peneltian tentang penggunaan media pembelajaran digital pada pembelajaran IPAS di SD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan media pembelajaran digital pada pembelajaran IPAS di kelas IV SDN 19 Woja Kabupaten Dompu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik wawancara, angket, observasi, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan datanya. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) penggunaan media pembelajaran digital telah menjadi bagian penting dalam konteks pembelajaran IPAS, menunjukkan bahwa beragam metode pembelajaran dapat diterapkan dengan efektif. 2) sikap positif siswa terhadap media pembelajaran digital memiliki dampak besar terhadap proses pembelajaran, membantu mereka memahami materi dan meningkatkan minat belajar. 3) Frekuensi penggunaan media tersebut yang tinggi juga menegaskan pentingnya pengaturan waktu belajar dan pemanfaatan media secara optimal untuk mencapai hasil belajar yang maksimal. 4) Manfaat dari penggunaan media pembelajaran digital dalam pembelajaran IPAS juga terbukti signifikan, membantu dalam mengaktifkan keterampilan prosedur siswa dan merangsang minat serta motivasi belajar. 5) Penguasaan materi pembelajaran IPAS oleh guru juga terbukti penting dalam memfasilitasi pembelajaran yang efektif dan dipahami oleh siswa. Dan 6) pengamatan terhadap berbagai elemen pembelajaran, termasuk media, metode, dan sarana di luar kelas, menunjukkan pentingnya integrasi berbagai aspek tersebut untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang variatif, inovatif, dan konstruktif bagi siswa.