Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengaruh Self Efficacy Dan Dukungan Sosial Terhadap Student Well Being Di SMA N 4 Karawang Randwitya Ayu Ganis Hemasti; Nur Ainy Sadijah; Ahmad Paisal Gojali; Kurnia Pratiwi
Journal on Education Vol 6 No 2 (2024): Journal on Education: Volume 6 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Improving the quality of human resources is one of the emphasis of educational goals. High school students in their developmental stage are classified as teenagers. According to Santrock (2011) there are several problems experienced by adolescents in fulfilling developmental tasks in adolescence, namely personal problems and typical adolescent problems. Teenagers today get a lot of pressures starting from environmental and socio-cultural conditions as well as the self-development of the teenagers themselves.This study aims to determine the effect of self-efficacy and peer social support on student well-being at SMAN 4 Karawang. In this study there are three variables, namely Self Efficacy, peer social support, and student well-being. The major hypothesis of this study is that there is an influence of Self Efficacy and peer social support on student well-being at SMA N 4 Karawang. Self-efficacy is a learning strategy in which students are metacognitively motivated or driven to learn and actively participate in the independent learning process. Peer social support is an individual's assessment of positive assistance or support received from friends whose level of maturity or age is more the same, so that individuals feel valued, cared for, and loved (Simanjuntak & Indrawati, 2019). The number of samples used was 177 students at SMA N 4 Karawang. Using purposive sampling method. The data method in this study uses a quantitative method. The analysis in this study used multiple regression analysis using SPSS 22.0.
Pengaruh Konformitas Teman Sebaya dan Manajemen Waktu Terhadap Prokrastinasi Akademik Pada Siswa di SMK Bina Karya 1 Karawang Nopa Krisdayanti; Nur Ainy Sadijah; Yulyanti Minarsih
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 2 No 03 (2024): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v2i03.1445

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh konformitas teman sebaya dan manajemen waktu terhadap prokrastinasi akademik pada siswa di SMK Bina Karya 1 Karawang. Metode yang digunakan secara kuantitatif dengan desain kausalitas komparatif. Populasi penelitian ini adalah siswa SMK Bina Karya 1 Karawang berjumlah 360 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling sebanyak 190 siswa. Skala untuk mengukur konformitas teman sebaya adalah The Conformity Scale, untuk mengukur manajemen waktu menggunakan Time Management Questionnaire (TMQ) dan untuk mengukur prokrastinasi akademik dengan Academic Procrastination Scale (APS). Analisis data yang digunakan yakni uji regresi berganda (uji T dan uji F) dengan software SPSS versi 26.0 for windows. Hasil secara parsial dan simultan menunjukkan ada pengaruh konformitas teman sebaya dan manajemen waktu terhadap prokrastinasi akademik. Nilai koefisien determinasi konformitas teman sebaya dan manajemen waktu terhadap prokrastinasi akademik sebesar 30,9%.
Pengaruh Kesehatan Mental Terhadap Perilaku Bunuh Diri Pada Remaja Di SMAK X Yulyanti Minarsih; Yohanes Hans Monteiro; Devi Marganing Tyas; Nur Ainy Sadijah
Journal on Education Vol 7 No 1 (2024): Journal on Education: Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i1.7130

Abstract

Suicide is a consciouse effort and aims to end life, the individual consciously desires and attempts to realize his desire to die. Adolescence is a transition period from childhood to adulthood. Adolescence is a transtional period where it is often difficult to complete things problem. This difficulty gives rise to suicidal behavior in adolescents. Mental health refers to a good emotional and psychological condition, which allows individuals to use their congnitive and emotional abilities optimally in daily life. The aim pf this research was to determine the influence of mental health on adolenscent suicidal behavior at SMAK X. The research with a two group pretest-posttest design. The total sample for this study was 30 teenagers. The sampling technique is proposive sampling. The statistical test used is the paired samples T Test. There is an influence of mental health on suicidal behavior among teenagers at SMAK X.
Stres Akademik Ditinjau dari Prokrastinasi Akademik dan Dukungan Sosial Pada Mahasiswa Tingkat Akhir yang sedang Mengerjakan Tugas Akhir di Universitas X Karawang Mahardika Mulyadin; Nur Ainy Sadijah; Devi Marganing Tyas
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 4 No 01 (2026): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v4i01.2588

Abstract

Stres akademik merupakan fenomena psikologis yang kerap dialami mahasiswa tingkat akhir, terutama saat menyelesaikan tugas akhir atau skripsi. Tekanan akademik, keterbatasan waktu, serta hambatan dalam pengelolaan aktivitas sering kali menjadi faktor yang meningkatkan tingkat stres. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh prokrastinasi akademik dan dukungan sosial terhadap stres akademik pada mahasiswa Universitas X. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal. Teknik pengambilan sampel yang diterapkan adalah probability sampling. Jumlah responden sebanyak 347 mahasiswa. Instrumen penelitian meliputi Perception of Academic Stress Scale (PAS), Tuckman Procrastination Scale (TPS), dan Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) yang telah diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prokrastinasi akademik memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap stres akademik, sedangkan dukungan sosial berpengaruh negatif dan signifikan. Secara simultan, kedua variabel tersebut menjelaskan 73,49% mempengaruhi stres akademik, sementara 26,1% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan strategi intervensi yang berfokus pada upaya mengurangi perilaku prokrastinasi serta memperkuat dukungan sosial, sehingga dapat meminimalisasi risiko terjadinya stres akademik yang berkelanjutan pada mahasiswa tingkat akhir.
Menatap Dunia Kerja: Peran Career Adaptability Terhadap Self-Perceived Employability Pada Mahasiswa Tingkat Akhir Universitas Buana Perjuangan Karawang Kalista Putri Suwandi; Nur Ainy Sadijah; Regi Ramadan
Indonesian Journal of Multidisciplinary Sciences (IJoMS) Vol. 5 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Multidisciplinary Sciences (IJoMS)
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/ijoms.v5i1.2525

Abstract

Structural shifts in the economy during the Industry 4.0 era have transformed labor market demands. The high open unemployment rate among individuals aged 20–24, reaching 15.34% (BPS, 2024), underscores the urgency for final-year university students to develop a strong perception of their employability. This study aims to examine the effect of career adaptability on self-perceived employability among final-year students at Universitas Buana Perjuangan Karawang who are currently unemployed. A quantitative causal research design was employed, involving 326 students from the 2020, 2021, and 2022 cohorts, selected through quota sampling. Career adaptability was measured using the Career Adapt-Abilities Scale (CAAS), adopted and adapted by Sulistiani et al. (2018), while self-perceived employability was measured using the Self-Perceived Employability Scale for University Students, adapted from Rothwell et al. (2008). Data analysis was performed using simple linear regression in IBM SPSS Statistics 29. The results indicate that career adaptability has a positive and significant effect on self-perceived employability, with the regression equation SPE = 33.699 + 0.288CA, t = 9.746 (p < 0.001), and a coefficient of determination R² = 0.227. This suggests that career adaptability explains 22.7% of the variance in self-perceived employability, while 77.3% is influenced by factors beyond the scope of this study. Categorization shows that the majority of respondents fall into the moderate category for both variables. These findings emphasize the importance of developing career adaptability through structured career guidance programs in higher education to enhance students employability perceptions and readiness to enter a competitive workforce.
Prokrastinasi Akademik Ditinjau Dari Manajemen Waktu Dan Conscientiousness Pada MahasiswaDi Kabupaten Karawang Davina Alifia Guntara; Nur Ainy Sadijah; Haryanti Mustika
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 4 No 02 (2026): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v4i02.2593

Abstract

Mahasiswa kerap menghadapi rutinitas akademik seperti mengerjakan tugas, namun banyak mahasiswa yang cenderung menundanya. Penundaan ini disebut juga prokrastinasi akademik, yang berdasarkan pra-penelitian tergolong tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh manajemen waktu dan conscientiousness terhadap prokrastinasi akademik pada mahasiswa di Kabupaten Karawang. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain kausalitas komparatif, melibatkan 399 responden yang diperoleh melalui teknik snowball sampling. Instrumen yang digunakan meliputi Time Management Questionnaire (TMQ) untuk mengukur manajemen waktu, Big Five Inventory-2 domain conscientiousness untuk mengukur conscientiousness, dan Tuckman Procrastination Scale (TPS). Analisis data dilakukan dengan regresi berganda menggunakan SPSS 26.0. Hasil menunjukkan bahwa secara parsial hanya conscientiousness yang berpengaruh signifikan terhadap prokrastinasi akademik, sedangkan manajemen waktu tidak. Namun secara simultan, keduanya berpengaruh signifikan dengan koefisien determinasi sebesar 77,3%. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya pengembangan karakter conscientiousness untuk mengurangi prokrastinasi akademik.
Pengaruh Kelekatan Orangtua Terhadap Regulasi Emosi Siswa di SMK Binakarya 1 Karawang Luthfah Syamrotul Mufidah; Nur Ainy Sadijah; Devi Marganing Tyas
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 4 No 02 (2026): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v4i02.2651

Abstract

Salah satu masalah yang sering muncul di sekolah adalah siswa yang tidak dapat mengendalikan emosi mereka, seperti perilaku agresif, membolos, dan kesulitan mengendalikan diri. Hubungan antara anak dan orang tua dipengaruhi oleh regulasi emosi, salah satunya oleh ketidakhadiran orang tua. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh kelekatan orangtua terhadap regulasi emosi siswa SMK Bina Karya 1 Karawang. Dalam penelitian ini, pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian kausalitas yang digunakan. Penelitian ini melibatkan semua siswa kelas SMK Bina Karya 1 Karawang. Sampel sebanyak 224 siswa dipilih menggunakan metode sampling probabilitas dengan rumus Slovin. Metode penelitian yang digunakan adalah skala regulasi emosi dan skala kelekatan orangtua. Data dianalisis menggunakan uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kelekatan orang tua terhadap regulasi emosi siswa, dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Koefisien determinasi (R2) sebesar 0,484 menunjukkan bahwa kelekatan orang tua memberikan kontribusi sebesar 48,4% terhadap regulasi emosi, sedangkan 51,6% dipengaruhi oleh variabel lain tidak termasuk dalam penelitian ini . Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kemampuan siswa untuk mengendalikan perasaan mereka lebih baik sehubungan dengan tingkat kedekatan orang tua.
PENGARUH EFIKASI DIRI TERHADAP PROKRASTINASI AKADEMIK PADA SISWA KELAS XI SMAN 1 TELUKJAMBE BARAT Dwi Septiyan; Marhisar Simatupang; Nur Ainy Sadijah
Psikologi Prima Vol. 6 No. 2 (2023): Psikologi Prima
Publisher : unprimdn.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/psychoprima.v6i2.4049

Abstract

A school is a place where people learn. Students receive many assignments, especially those related to their subject. Educators give assignments to students to teach them to take advantage of their free time in understanding and are obliged to arrange the work given. However, in practice there are still problems related to the assignments given by the teacher. One of them is academic procrastination. Academic procrastination has several factors, one of which is low student self-efficacy. Therefore, this study aimed to determine the effect of self-efficacy on academic procrastination in class XI students of SMAN 1 Telukjambe Barat. This research uses quantitative methods. In this study, data collection used the self-efficacy scale which refers to Bandura's theory while academic procrastination refers to Ferrari's theory. This research involved 132 students as the research sample, selected from the total student population of 196 students using purposive sampling. The results of the simple linear regression analysis obtained sig. namely 0.000 <0.05 (p <0.05) which means that there is an effect of self-efficacy on academic procrastination seen from the value of count has a value of -5.132 meaning that if student self-efficacy is low then academic procrastination in these students will be high, besides that based on the results The calculation of the coefficient of determination shows that the magnitude of the influence of the self-efficacy variable on academic procrastination is 16.4%. In comparison, other variables influence the remaining 83.6%.
PERAN DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA TERHADAP KECEMASAN MASA DEPAN PADA GEN Z DI KARAWANG Stefany Arzeti Tania; Nur Ainy Sadijah; Devi Marganing Tyas
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 3 No 04 (2025): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v3i04.2559

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dukungan sosial keluarga terhadap kecemasan masa depan pada Generasi Z di Kabupaten Karawang. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain kausalitas. Populasi penelitian adalah Generasi Z berusia 18–28 tahun yang berdomisili di Kabupaten Karawang, dengan jumlah sampel minimal 204 responden yang diperoleh melalui perhitungan effect size Jacob Cohen dan teknik non-probability sampling jenis kuota. Instrumen yang digunakan meliputi Future Anxiety Scale (FAS) dari Zaleski (1996) dan Perceived Social Support From Family (PSS-FA) dari Procidano dan Heller (1983) yang telah melalui proses translasi, validasi isi, uji keterbacaan, dan uji reliabilitas. Analisis data dilakukan dengan uji normalitas, linearitas, kategorisasi, uji beda, dan regresi linier sederhana menggunakan SPSS versi 30. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh negatif signifikan antara dukungan sosial keluarga dan kecemasan masa depan (p < 0,05) dengan koefisien determinasi R² = 0,170, yang berarti dukungan sosial keluarga menjelaskan 17% variasi kecemasan masa depan. Mayoritas responden memiliki tingkat kecemasan masa depan tinggi dan dukungan sosial keluarga rendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa dukungan sosial keluarga yang memadai berperan penting dalam menurunkan kecemasan masa depan pada Generasi Z di Karawang. Kebaruan penelitian ini terletak pada fokus kajian terhadap Generasi Z di Kabupaten Karawang, yang hingga kini belum banyak diteliti secara spesifik dalam konteks hubungan dukungan sosial keluarga dan kecemasan masa depan. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi empiris bagi pengembangan intervensi berbasis keluarga dalam menurunkan kecemasan masa depan pada generasi muda.
Generasi Z dan Ketakutan Tanpa Ponsel: Pengaruh Sensation Seeking dan Kontrol Diri terhadap Nomophobia di Karawang Shifa Salsabila Annisa; Nur Ainy Sadijah; Yuwono Pratomo
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 3 No 04 (2025): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v3i04.2571

Abstract

Perkembangan teknologi digital meningkatkan intensitas penggunaan smartphone, khususnya pada Generasi Z, sehingga memicu risiko nomophobia atau kecemasan berlebihan saat tidak dapat mengakses ponsel. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh sensation seeking dan kontrol diri terhadap nomophobia pada Generasi Z di Kabupaten Karawang. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain kausal komparatif. Sampel sebanyak 348 responden dipilih melalui purposive sampling dengan kriteria usia 12–25 tahun, berdomisili di Karawang, dan menggunakan smartphone ≥4 jam/hari. Instrumen meliputi NMPQ-10, BSSS-I, dan BSCS. Analisis regresi berganda menunjukkan sensation seeking (p = 0,006) berpengaruh positif signifikan, sedangkan kontrol diri (p = 0,000) berpengaruh negatif signifikan. Kedua variabel tersebut secara bersama-sama berkontribusi sebesar 49,6% terhadap tingkat nomophobia. Temuan ini menegaskan perlunya strategi pencegahan yang menggabungkan penguatan kontrol diri, literasi digital, dan pengelolaan lingkungan digital.