Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PENANGGULANGAN PERILAKU MENYIMPANG (Studi Kasus SMA Negeri 1 Pomalaa Kab. Kolaka Sulawesi Tenggara) Iqbal, Muh.
Lentera Pendidikan Vol 17, No 2 (2014): Jurnal Lentera Pendidikan
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Ada tiga tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran realitas perilaku menyimpang pada peserta didik, mengetahui faktor penyebab perilaku menyim­pang, dan mendeskripsikan peranan guru Pendidikan Agama Islam dalam menanggulangi perilaku menyimpang. Data bersumber dari Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, guru Pendidikan Agama Islam, dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa realitas perilaku menyim­pang peserta didik SMA Negeri 1 Pomalaa Kab. Kolaka adalah kelengkapan seragam tidak sesuai aturan disiplin sekolah, berambut panjang bagi laki-laki, berhias berlebihan bagi perempuan, terlambat masuk sekolah, membolos (pulang lebih awal), berada di kantin pada waktu jam pelajaran, merokok di lingkungan sekolah, tutur bahasa yang kurang sopan, membawa HP dan aksesoris, berkelahi, memalak, serta berjudi. Adapun faktor penyebab perilaku menyimpang disebab­kan tiga faktor yaitu: faktor lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Adapun peranan guru Pendidikan Agama Islam dalam menanggulangi perilaku menyimpang, yaitu pertama, dengan tindakan preventif (pencegahan), kedua, tindakan represif, dan ketiga, tindakan kuratif.Abstract: There are three objectives of this study is to describe the reality of deviant behavior among students, knowing the causes of deviant behavior, describe the role of Islamic Education teachers in dealing with deviant behavior. Data sourced from the Principal, Vice Principal of Student field, Islamic Education teachers, and learners. Data collection methods used were observation, interviews, and documentation. The results showed that the deviant behavior of learners Reality SMA 1 Pomalaa Kab. Kolaka is not uniform completeness according to the rules of discipline of the school, long hair for Men, for Women excessively ornate, late for school, play truant (leave early), located in the cafeteria during school hours, smoking in the school environment, said the language is less polite, brings HP and accessories, fighting, memalak, and gambling. Whereas the causes of deviant behavior is caused by three factors: environmental factors family, school, and community. The role of Islamic Education teachers in dealing with deviant behavior. First, the preventive measures (prevention), Second, repressive actions. Third, curative action. 
Pengembangan Bahan Ajar Akidah Akhlak Berbasis Metode Visual, Auditory, Reading/Write And Khinesthetic (VARK) di Madrasah Ibtidaiyah Khusnul Fatima; Hartono; Nurhayati; Muhammad Iqbal
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 12 No. 4 Nopember (2023): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.229

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, 1) Gambaran bahan ajar Aqidah Akhlak Kelas 1 yang digunakan pada saat ini, 2) Menghasilkan bahan ajar Aqidah Akhlak yang valid, 3) Menghasilkan bahan ajar Aqidah Akhlak yang praktis, dan 4) Menghasilkan bahan ajar yang Aqidah Akhlak yang efektif. Dengan prosedur penelitian model Borg and Gall, yang telah disederhanakan menjadi empat langkah yaitu terdiri dari tahap analisis kebutuhan, tahap mendesain, tahap pengembangan dan tahap uji coba produk. Hasil dari penelitian ini adalah bahan ajar yang berupa buku teks Akidah Akhlak berbasis VARK dengan hasil uji validitas, diperoleh skor penilaian 92 dari skor maksimal 104 dengan tingkat persentase kevalidan 88,5%, dari validator pertama. Hasil ini diperoleh dari empat aspek penilaian yaitu isi, kebahasaan,penyajian, dan kegrafikan, dengan indikator penilaian sebanyak 26 butir pernyataan. Adapun hasil validasi dari validator kedua dengan skor perolehan 101 dari jumlah skor maksimal 104, dengan persentase tingkat kevalidan 96,2%, dengan nilai rata-rata penilaian adalah 96,5. Sehingga buku produk dinyatakan sangat valid. Selanjutnya uji kepraktisan dengan skor perolehan 71 dari skor maksimal 76 terhitung dari 19 butir pernyataan, dengan persentase tingkat kepraktisan adalah 93,5% yang diperoleh dari praktisi. Sedangkan hasil yang diperoleh dari uji kepraktisan peserta didik adalah skor 1.472 dari skor maksimal 1.620, persentase tingkat kepraktisan 91% dengan nilai rata-rata 90. Sehingga produk buku teks dinyatakan memenuhi kriteria kepraktisan. Terkhir hasil uji keefektifan, yang memperoleh hasil dari 22 peserta didik yang diberikan soal post tes, sebanyak 15 orang peserta didik memperoleh hasil yang sangat tinggi dengan persentase 69%, sedangkan 6 orang memperoleh nilai tinggi dengan persentase 27% , dan 1 diantaranya memperoleh nilai sedang dengan persentase 4%.
Perilaku Bullying dan Peran Sekolah dalam Mengatasinya (Studi Kasus di SDN 1 Ulu Lapao-Pao) Kartini Kartini; Abdul Haris Nasution; Muh. Iqbal
Journal on Education Vol 6 No 2 (2024): Journal on Education: Volume 6 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v6i2.5423

Abstract

Cases of bullying, both verbal and physical, have become a serious issue in the school environment. Violent phenomena such as mocking, taunting, and physical actions need to be addressed with comprehensive preventive measures. This study uses a qualitative research method by adopting a case study approach with the aim of exploring in depth the role of Islamic Religious Education (PAI) teachers in overcoming bullying behavior in primary education institutions (SD), especially at SDN 1 Ulu Lapao-Pao, Kolaka Regency. The Research Results Bullying at SDN 1 Ulu Lapao-pao is divided into several types, namely: Physical: engaging in hurtful physical actions, such as punches, kicks, and pushing in front of the door during play. Verbal: involves distressing treatment, such as demeaning words, even by referring to the names of learners' parents. Psychological: involves threats and exclusion in the classroom, creating fear and loss of friends for the victim of bullying. Cyberbullying: occurs through technological intermediaries, such as messages through applications, such as WhatsApp. The Efforts of Islamic Religious Education Teachers in Overcoming Bullying are 1) detecting and overcoming bullying through strategies such as discussing the concept of justice in Islam, forming good morals, 2) open dialogue with students. 3) holding extracurricular activities based on Islamic values, 4) teachers create an inclusive and safe environment. 5) special attention to bullying perpetrators, involving parents, 6) and psychological strengthening are part of the efforts of Islamic Religious Education teachers to create a harmonious school environment and avoid bullying practices.
Pengembangan Buku Ajar Pendidikan Agama Islam Berbasis Moderasi Beragama Pada Siswa Menengah Atas Maulininsyah, Maulininsyah; Zakariah, M. Askari; Iqbal, Muh.
Mau`izhah : Jurnal Kajian Keislaman Vol 14 No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55936/mau`izhah.v14i1.189

Abstract

Salah satu peran utama pendidikan nasional adalah membentuk karakter peserta didik. Dalam proses pembentukan karakter, penting untuk memperkuat pemahaman moderat sejak dini dengan menanamkan nilai-nilai moderasi beragama melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Selain itu, internalisasi nilai-nilai moderasi beragama dapat membantu menumbuhkan sikap saling menghargai dan semangat nasionalis dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan dalam merangsang pemahaman peserta didik terhadap nilai-nilai moderasi beragama adalah dengan mengembangkan bahan ajar yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Dalam penelitian ini, digunakan jenis penelitian Pengembangan atau Research and Development dengan menerapkan Model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation), dengan fokus pada kelas X SMAN 1 Latambaga Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku ajar Pendidikan Agama Islam berbasis moderasi beragama telah berhasil melewati tahap validasi oleh validator ahli dengan nilai 3,6. Skor tersebut menunjukkan bahwa buku ajar tersebut terkategori sebagai "valid". Dalam segi praktisitas, evaluasi dari observer menyatakan bahwa penggunaan buku ajar ini berada dalam kategori 3,7, atau dapat dikatakan sebagai kategori praktis. Secara keseluruhan, tingkat efektivitas buku ajar ini dinilai dengan menggunakan Tes hasil belajar pre-test dan post-test, yang menghasilkan N-Gain sebesar 0,55, dan dikategorikan sebagai tingkat peningkatan sedang. Oleh karena itu, buku ajar Pendidikan Agama Islam berbasis moderasi ini dapat dianggap efektif untuk digunakan dalam mendukung proses pembelajaran peserta didik.
Pengaruh Pendekatan Saintifik pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Terhadap Hasil Belajar Ranah Kognitif Peserta Didik di SMAN 1 Pomalaa Ali, Ismail; Zakariah, M. Askari; Iqbal, Muh.
Mau`izhah : Jurnal Kajian Keislaman Vol 14 No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55936/mau`izhah.v14i1.191

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh penggunaan pendekatan saintifik dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) terhadap hasil belajar peserta didik di SMAN 1 Pomalaa. Meskipun metode saintifik dianggap efektif untuk memahamkan materi dengan jelas dan praktis, banyak guru masih cenderung menggunakan metode konvensional seperti ceramah. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif di SMAN 1 Pomalaa, dengan pengolahan data menggunakan aplikasi SPSS 22. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan dari pendekatan saintifik pada pembelajaran PAI terhadap hasil belajar peserta didik. Diketahui bahwa nilai Y= 0,917 + 0,947 : 1,864. Lebih lanjut, nilai thit yang lebih besar dari ttab pada taraf signifikan 5% menegaskan adanya pengaruh nyata variabel pendekatan saintifik (variable X) terhadap hasil belajar (variable Y). Kesimpulannya, penggunaan pendekatan saintifik dalam pembelajaran PAI memberikan kontribusi positif dan signifikan terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik di SMAN 1 Pomalaa. Temuan ini memberikan dasar kuat untuk mendukung implementasi lebih lanjut dari pendekatan saintifik dalam konteks pembelajaran Pendidikan Agama Islam.
Implementasi Moderasi Beragama di Pesantren Al Bukhari Wesalo Kabupaten Kolaka Timur Suriati, Siti; Iqbal, Muh.; Akbar, Muhammad
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.25387

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi implementasi moderasi beragama di Pondok Pesantren Wesalo Kolaka Timur melalui penerapan nilai-nilai moderasi Islam, seperti taadub, qudwah, muwatanah, tawassuth, tawazun, i’tidal, musawaah, syura, tasamuh, dan thatawwur wa ibkar. Data diperoleh melalui wawancara dengan pimpinan pesantren, ustaz, santri, dan masyarakat sekitar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai moderasi ini diintegrasikan secara sistematis melalui kurikulum, pembinaan karakter, dan interaksi sosial.Nilai taadub menjadi fondasi utama dalam pembentukan etika santri, dengan penekanan pada penghormatan terhadap guru, teman, dan lingkungan. Qudwah diterapkan melalui keteladanan ustaz dan pimpinan pesantren dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk gotong royong dengan masyarakat. Muwatanah ditanamkan melalui pengajaran cinta tanah air dan penghormatan terhadap hukum negara. Prinsip tawassuth mendorong santri untuk menghindari sikap ekstrem dan menghormati perbedaan pandangan, sedangkan tawazun menekankan keseimbangan antara kebutuhan duniawi dan ukhrawi. Nilai i’tidal dan musawaah diterapkan melalui praktik keadilan dan kesetaraan dalam pembagian tugas serta kesempatan belajar. Prinsip syura melibatkan santri dalam proses musyawarah, sehingga melatih keterampilan demokratis. Selain itu, tasamuh diwujudkan melalui interaksi sosial yang toleran dengan masyarakat sekitar, sedangkan thatawwur wa ibkar mendorong santri untuk berinovasi melalui program kewirausahaan dan keterampilan.Penelitian ini menyimpulkan bahwa Pondok Pesantren Wesalo berhasil menciptakan lingkungan pendidikan yang harmonis, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan santri yang berakhlak mulia, berdaya saing, dan siap berkontribusi positif dalam masyarakat. Temuan ini memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan model pendidikan berbasis moderasi beragama di Indonesia.
Implementasi Kurikulum Merdeka dan Dampaknya terhadap Prestasi Belajar Fatmawati, Fatmawati; Iqbal, Muh.; Asra, Muh.
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.27831

Abstract

Penelitian ini mengkaji efektivitas implementasi Kurikulum Merdeka terhadap prestasi belajar siswa di SMAN 1 Samaturu. Pendekatan kualitatif dengan metode wawancara, observasi, dan analisis data akademik digunakan untuk mengidentifikasi dampak penerapan kurikulum yang berpusat pada peserta didik dan berbasis proyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka berhasil meningkatkan motivasi belajar, keterampilan berpikir kritis, kreativitas, dan hasil akademik siswa, khususnya pada mata pelajaran eksplorasi dan penelitian. Peran guru sebagai fasilitator dan dukungan orang tua menjadi faktor penting dalam keberhasilan implementasi. Meski demikian, adaptasi siswa dan guru terhadap sistem baru serta ketersediaan bahan ajar menjadi tantangan yang perlu diatasi. Sekolah berupaya melakukan pelatihan guru dan sosialisasi kepada orang tua untuk memaksimalkan efektivitas kurikulum. Temuan ini memberikan gambaran penting bagi pengembangan kurikulum dan strategi pembelajaran inovatif dalam menghadapi tuntutan pendidikan abad ke-21.
Implementation of Principal Academic Supervision in Improving the Performance of Islamic Religious Education Teachers Maryati, Maryati; Asra, Muhammad; Iqbal, Muh.
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 9, No 2 (2025): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Maret)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v9i2.8418

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the principal's academic supervision in improving the performance of Islamic Religious Education (PAI) teachers at MTs Al Mawaddah Warrahmah Kolaka. The research method used was descriptive qualitative with academic supervision approach. Data collection was conducted through interviews, observations, and documentation with the principal and PAI teachers as the main subjects of the research. The results showed that the academic supervision conducted by the principal has been running well, using various techniques such as clinical supervision, class visits, class observations, teacher meetings, evaluations, and follow-ups. Clinical supervision is the main method in providing guidance to teachers, while classroom visits and observations help in assessing teaching effectiveness. Evaluation is conducted periodically to assess the impact of supervision on improving teachers' professionalism. Follow-up in the form of individual coaching and additional training is also provided to teachers who still have shortcomings. The results of this study are in line with the theory of academic supervision which emphasizes the importance of guidance and monitoring in improving the quality of learning. Therefore, the implementation of systematic and sustainable academic supervision needs to be continuously developed to support the improvement of the quality of education in madrasah.
Analisis Kemampuan Pedagogic Content Knwoledge (PCK) Guru Pendidikan Agama Islam di SMAN 1 Pomalaa Hamjan, Hamjan; Iqbal, Muh.; Nasution, Abd. Haris
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran guru sangat penting dalam mencapai tujuan pendidikan, terutama dalam Pendidikan Agama Islam, yang berkontribusi signifikan dalam membentuk karakter, moral, dan spiritualitas siswa. Penelitian ini mengevaluasi Pedagogical Content Knowledge (PCK) guru Pendidikan Agama Islam di SMAN 1 Pomalaa, dengan fokus pada delapan indikator PCK. Menggunakan pendekatan mixed-method, penelitian ini menggabungkan data kuantitatif dan kualitatif untuk menilai pengetahuan dan keterampilan pedagogis guru melalui survei self-assessment. Penelitian yang dilakukan selama dua bulan ini menunjukkan bahwa rata-rata keseluruhan kompetensi PCK guru Pendidikan Agama Islam adalah 78%, menunjukkan tingkat penguasaan yang baik. Temuan spesifik meliputi: identifikasi kesulitan siswa (75%), perencanaan pembelajaran (80%), penjelasan konsep dan penggunaan bahasa (87,5%), penggunaan metode pembelajaran (75%), menghubungkan materi dengan pengalaman siswa (70%), menyesuaikan materi dengan keadaan siswa (81,25%), dan kemampuan penilaian (75%). Hasil penelitian ini menyoroti bahwa meskipun sebagian besar guru menyadari pentingnya identifikasi kesulitan siswa dan perencanaan pembelajaran yang efektif, terdapat area yang perlu ditingkatkan, terutama dalam penerapan metode pengajaran yang konsisten dan mengaitkan materi dengan pengalaman siswa. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pelatihan dan workshop untuk meningkatkan kompetensi guru, serta menekankan pentingnya peran kepala sekolah dalam pengembangan PCK melalui pengembangan profesional dan supervisi.
Implementation of the Make A Match Learning Model in Improving Vocabulary Understanding in Students at State Senior High School 6 Kendari Nurcayang, Nurcayang; Iqbal, Muh.; Zakariah, M. Askari
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 10, No 2 (2026): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Maret)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v10i2.10156

Abstract

Arabic language learning at the secondary school level requires effective instructional strategies to enhance students’ vocabulary (mufradat) mastery, which serves as a fundamental component of language proficiency. However, conventional teaching methods that rely heavily on memorization often lead to low student engagement and limited vocabulary comprehension. This study aimed to examine the effectiveness of the Make a Match learning model in improving students’ Arabic vocabulary mastery at the secondary school level. This research employed a quantitative experimental approach using a true experimental design with a pre-test and post-test control group. The participants consisted of 20 students from SMA Negeri 6 Kendari, who were randomly assigned to an experimental group and a control group. Data were collected through vocabulary achievement tests, classroom observations, interviews, and documentation. The experimental group was taught using the Make a Match learning model, while the control group received conventional instruction. Data analysis was conducted using quantitative statistical techniques to compare students’ vocabulary mastery before and after the treatment. The results indicated that students who were taught using the Make a Match learning model demonstrated higher levels of vocabulary mastery compared to those taught using conventional methods. Improvements were observed in students’ pronunciation accuracy, vocabulary recognition, and ability to match vocabulary with visual representations. The interactive and cooperative nature of the Make a Match model also increased students’ motivation and active participation during the learning process. In conclusion, the Make a Match learning model is effective in enhancing students’ Arabic vocabulary mastery by promoting active learning, cooperation, and the use of visual media. This model can be considered an alternative instructional strategy for Arabic language teachers to improve vocabulary learning outcomes and create a more engaging learning environment.