Abstract: The persistent gap in female labor force participation remains a major labor-market challenge in Indonesia despite improvements in higher education participation and gender development. This study examines the effects of the Higher Education Gross Enrollment Ratio (GER-HE), Gender Development Index (GDI), and Female Professional Employment on the Female Labor Force Participation Rate (FLFPR) across 34 Indonesian provinces during 2020–2024. A quantitative approach was employed using balanced panel data comprising 170 observations. Panel regression was estimated using the Fixed Effect Model (FEM), selected based on the Chow and Hausman tests. The results indicate that GER-HE has a negative and statistically significant effect on FLFPR, with a coefficient of −0.3948 (p = 0.0076), suggesting a short-term schooling effect in which higher education participation may delay women’s entry into the labor market. GDI has a positive but statistically insignificant coefficient of 0.1030 (p = 0.7260), while Female Professional Employment has a positive but statistically insignificant coefficient of 0.2311 (p = 0.0560). Nevertheless, the three variables jointly significantly explain FLFPR (F-statistic = 43.24635; p < 0.001). The findings highlight the multidimensional nature of female labor participation and the need for integrated policies linking higher education, gender development, and inclusive employment opportunities. Keywords: the participation rate of the female labor force; college apk; gender development index; women's professional occupations; Data Regression Panel. Abstrak: Kesenjangan partisipasi perempuan di angkatan kerja yang terus-menerus tetap menjadi tantangan besar di pasar tenaga kerja di Indonesia meskipun ada peningkatan dalam partisipasi pendidikan tinggi dan pengembangan gender. Studi ini meneliti dampak Rasio Pendaftaran Bruto Pendidikan Tinggi (GER-HE), Indeks Perkembangan Gender (GDI), dan Ketenagakerjaan Profesional Perempuan terhadap Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Perempuan (FLFPR) di 34 provinsi Indonesia selama tahun 2020–2024. Pendekatan kuantitatif digunakan menggunakan data panel seimbang yang terdiri dari 170 pengamatan. Regresi panel diperkirakan menggunakan Model Efek Tetap (FEM), yang dipilih berdasarkan uji Chow dan Hausman. Hasilnya menunjukkan bahwa GER-HE memiliki efek negatif dan signifikan secara statistik terhadap FLFPR, dengan koefisien −0,3948 (p = 0,0076), yang menunjukkan efek pendidikan jangka pendek di mana partisipasi pendidikan tinggi dapat menunda masuknya perempuan ke pasar tenaga kerja. GDI memiliki koefisien positif namun secara statistik tidak signifikan sebesar 0,1030 (p = 0,7260), sementara Ketenagakerjaan Profesional Perempuan memiliki koefisien positif namun secara statistik tidak signifikan sebesar 0,2311 (p = 0,0560). Namun demikian, ketiga variabel tersebut secara bersama-sama secara signifikan menjelaskan FLFPR (F-statistik = 43,24635; p < 0,001). Temuan ini menyoroti sifat multidimensi partisipasi tenaga kerja perempuan dan kebutuhan akan kebijakan terintegrasi yang menghubungkan pendidikan tinggi, pengembangan gender, dan peluang kerja inklusif. Kata kunci: tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan; apk perguruan tinggi;indeks pembangunan gender;pekerjaan profesional perempuan;regresi data panel.