Dorothea Wahyu Ariani
Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Store Environment, Sales Promotion, Dan Perceived Value Terhadap Purchase Decision Konsumen Uniqlo Department Store Krisna Adi Wahyudi; Dorothea Wahyu Ariani
Indonesian Journal of Economics Management and Accounting Vol. 1 No. 7 (2024): IJEMA - Juli 2024
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan toko (Store Environment), promosi penjualan (Sales Promotion), dan persepsi nilai (Perceived Value) terhadap keputusan pembelian (Purchase Decision) konsumen di Uniqlo Department Store. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan survei yang melibatkan 81 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Hasil memberitahukan bahwa lingkungan toko memiliki pengaruh pada penetapan pembelian dengan nilai koefisien regresi 0.233 dan signifikansi 0.029. Faktor-faktor seperti penataan ruang, kebersihan, pencahayaan, dan suasana toko terbukti memainkan peran penting dalam mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Sebaliknya, promosi penjualan tidak menunjukkan pengaruh signifikan dengan nilai koefisien regresi 0.089 dan signifikansi 0.649, menunjukkan bahwa diskon dan penawaran khusus tidak cukup kuat untuk mempengaruhi keputusan pembelian. Persepsi nilai menunjukkan pengaruh signifikan dengan nilai koefisien regresi 0.310 dan signifikansi 0.004, menandakan bahwa persepsi konsumen terhadap kualitas produk, harga yang wajar, dan manfaat yang diperoleh berpengaruh positif terhadap penetapan pembelian. Kesimpulannya mengindikasikan bahwa Uniqlo perlu fokus pada peningkatan lingkungan toko dan memberikan nilai yang tinggi kepada konsumen untuk meningkatkan keputusan pembelian. Selain itu, perlu dipertimbangkan penyebab yang membuat penetapan pembelian yang belum teridentifikasi
Pengaruh Tuntutan Pekerjaan, Sumber Daya Pekerjaan, dan Keterlibatan dalam Pekerjaan terhadap Kesejahteraan Karyawan di PT. Pelangi Mitra Solusi Febby Saputri; Dorothea Wahyu Ariani
Journal Social Society Vol. 5 No. 1 (2025): Januari - Juni 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/jss.5.1.2025.645

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kesejahteraan karyawan dalam menunjang produktivitas dan keberlangsungan perusahaan, terutama pada industri dengan karakteristik pekerjaan yang dinamis dan menuntut seperti di PT Pelangi Mitra Solusi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh tuntutan pekerjaan, sumber daya pekerjaan, dan keterlibatan dalam pekerjaan terhadap kesejahteraan karyawan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel jenuh, yaitu seluruh populasi yang berjumlah 43 responden dijadikan sampel. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala Likert, kemudian dianalisis menggunakan uji t (parsial), uji F (simultan), serta uji asumsi klasik untuk memastikan validitas model regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tuntutan pekerjaan tidak berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan karyawan dengan nilai signifikansi sebesar 0,857 (> 0,05); (2) sumber daya pekerjaan juga tidak berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan dengan nilai signifikansi 0,128 (> 0,05); (3) keterlibatan dalam pekerjaan berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan karyawan dengan nilai signifikansi 0,000 (< 0,05); dan (4) secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan karyawan, ditunjukkan oleh nilai signifikansi 0,000 (< 0,05). Temuan ini menegaskan bahwa keterlibatan dalam pekerjaan merupakan faktor kunci dalam meningkatkan kesejahteraan karyawan, sementara tuntutan dan sumber daya pekerjaan belum menunjukkan pengaruh langsung yang signifikan secara individual. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi perusahaan dalam merancang kebijakan manajemen sumber daya manusia yang lebih berorientasi pada keterlibatan karyawan untuk meningkatkan kesejahteraan kerja.