Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Hipotesa

Padli, Strategi Pemasaran Untuk Meningkatkan Jumlah Hunian Pada Hotel Astika Di Kota Ambon Padli; Farida Ariyani Hehanussa
HIPOTESA - Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 14 No 2 (2020): Hipotesa
Publisher : STIA Abdul Azis Kataloka Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui pangsa pasar dan strategi yang di gunakan oleh Hotel di Kota Ambon. Dengan menggunakan analisis Pangsa pasar, strategi pemasaran dan marketing mix.Berdasarkan hasil perhitungan pangsa pasar terlihat bahwa segmen pasar yang ada yaitu terjadi fkuktuasi antara hotelyang satu dengan laiinya. Namun dari hasil perhitungan pangsa pasar, menunjukkan bahwa jumlah penghuni paling banyak di hotel abdulali atau menjadi pemimpin pasar, diikutim oleh hotel Astika. strategi diskon harga, strategi harga lebih murah, strategi inovasi produk, strategi perbaikan layanan, dan promosi periklanan intensif. Dari strategi pemasaran hotel yang di Kota Ambon penting untuk melakukan promosi agar dikenal oleh konsumen. Untuk itu sangat penting bagi pengusaha hotel memperhatikan strategi dari kombinasi marketing mix dalam upaya meningkatkan hunian hotel dan layana perhotelan.
Faktor-Faktor Penggunaan Uang Logam Pada Masyarakat Kian Darat Kabupaten Seram Bagian Timur Farida Ariyani Hehanussa; Noersyam Muhrim; M. Lutfi Keliandan
HIPOTESA - Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 19 No 2 (2025): HIPOTESA
Publisher : STIA Abdul Azis Kataloka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat dalam menggunakan uang logam sebagai alat transaksi di Desa Rumoga, Kecamatan Kian Darat, Kabupaten Seram Bagian Timur. Uang logam merupakan alat pembayaran yang sah di Indonesia, namun penggunaannya mengalami penurunan signifikan di wilayah penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 8 informan yang terdiri dari kepala desa, pedagang, dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan terdapat empat faktor utama yang mempengaruhi penolakan penggunaan uang logam, yaitu: (1) faktor pengetahuan masyarakat yang masih rendah tentang fungsi uang logam; (2) faktor lingkungan sosial yang telah membentuk kebiasaan tidak menggunakan uang logam; (3) faktor kuantitas dan kualitas imbalan, dimana nilai nominal uang logam dianggap terlalu rendah; dan (4) faktor kepribadian masyarakat yang cenderung menolak perubahan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya sosialisasi intensif dari Bank Indonesia dan pemerintah daerah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang penggunaan uang logam sebagai alat transaksi yang sah.