Fathorrahman
Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kebijakan Pendidikan Islam di Sekolah dan Perguruan Tinggi (PAI Masa Orde Lama, PAI dan SKB 3 Menteri, PAI dalam PMA 16 Tahun 2010, dan PAI di PerguruanTinggi dalam UU Sisdiknas) Fathor Rahman
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 2 No. 1 (2018): Maret: Al-Iman Jurnal keislaman dan kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.271 KB)

Abstract

Pendidikan adalah nyawa bagi suatu bangsa dan Negara tertentu, termasuk bagi Indonesia. Karena maju tidaknya suatu bangsa-negara beserta masyarakatnya pertama kali diukur dari pendidikan yang dimilikinya. Jika pendidikan di negara tersebut maju, maka dapat ditebak Negara tersebut juga akan maju. Demikian juga pendidikan di Indonesia ini. Sedangkan pendidikan maju itu adalah sampai di mana perhatian negara terhadap pendidikan. Dengan kesimpulan, semakin negara memperhatikan pendidikan, maka semakin majulah negara tersebut, dan sebaliknya. Penelitian ini fokus pada PAI di sekolah dan perguruan tinggi, yakni terkait dengan kebijakan pemerintah atas pendidikan agama Islam di sekolah dan perguruan tinggi. Bertolak dari pemikiran di atas, penelitian ini bermaksud menganalisis segala kebijakan atau regulasi pemerintah atas pendidikan agama Islam ini. Sejauh mana perhatian pemerintah terhadap pendidikan agama Islam di sekolah dan perguruan tinggi. Demikian tujuan penelitian ini, yakni untuk mengungkap masalah di atas, dengan dimulai menganalisis PAI Masa Orde Lama, PAI dan SKB 3 Menteri, PAI dalam PMA 16 Tahun 2010, dan PAI di PerguruanTinggi dalam UU Sisdiknas.
Komunikasi Kiai dalam Kepemimpinan Kolektif di Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep Matlani; Fathorrahman
Kariman: Jurnal Pendidikan Keislaman Vol. 11 No. 2 (2023): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52185/kariman.v11i2.349

Abstract

The Islamic boarding school that we have known so far is apparently rich in scientific treasures. It not only contains religious knowledge, but also communication management knowledge. The results of the researcher's observations show that kiai when communicating with students are proof that Islamic boarding schools also offer distinctive and unique communication theories and concepts. This needs to be revealed so that it is known to many groups, so that it can then be put into practice in other institutions and society as well. This research was conducted using qualitative methods, while the data collection techniques in this research used observation techniques and conducting direct interviews as well as documentation techniques. Kyai's communication with santri when the Islamic boarding school was still salaf used verbal communication which centered on the ta'lim assembly and bil hal. When Islamic boarding schools implement formal education and are managed collectively, the kiai's communication with the institutions below is in a top down pattern which is instructive and istikharah, while the kiai's communication with the santri still uses verbal and verbal communication.
PERAN KEPEMIMPINAN KIAI MASJID DALAM MENANAMKAN MODERASI BERAGAMA DI DESA JAMBU LENTENG SUMENEP LANI, MATLANI; Fathorrahman, Fathorrahman
LEADERIA: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 6 No. 2 (2025): LEADERIA : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan mengungkap fenomena peran kepemimpinan kiai masjid dalam menanamkan moderasi beragama di tengah derasnya arus radikalisme di Desa Jambu Lenteng. Kiai masjid dalam kajian ini adalah Kiai Wafi. Kajian ini menarik karena kiai masjid di desa ini berupaya melestarikan faham Islam aswaja di desanya. Adapun pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Proses pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, FGD, dan dokumentasi. Sementara analisis data menggunakan langkah-langkah: kondensasi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan atau verifikasi. Penelitian ini menghasilkan temuan sebagai berikut: 1) Secara umum, kondisi social keagamaan masyarakat Madura sangat relegius dan taat terhadap ajaran agama Islam, bercorak Islam aswaja. Sehingga kondisi social keagamaan masyarakat Desa Jambu merupakan turunan dari kondisi social keagamaan Madura. Namun akhir-akhir ini, desa ini diusik oleh orang-orang yang berpaham wahabi, dan HTI. 2) Upaya kiai masjid Desa Jambu mendasarkan ijtihadnya pada qaidah memelihara tradisi lama yang masih baik, dan mengambil tradisi baru yang lebih baik. 3) Adapun media yang digunakan kiai masjid di Desa Jambu berikut ini: acara-acara hari besar Islam seperti maulid Nabi Saw. dan isra’ mi’raj, slametan kelahiran dan kematian (tahlil), sarwa, pengajian kitab kuning, dan istigasah. Kata Kunci: Kepemimpinan Kiai, Moderasi Beragama.