Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Analisis Kritis Undang-Undang Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003 Aan Yusuf Khunaifi; Matlani Matlani
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 13, No 2 (2019)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.456 KB) | DOI: 10.30984/jii.v13i2.972

Abstract

AbstrakPendidikan dalam suatu Negara merupakan salah satu bagian terpenting yang selalu mendapatkan perhatian yang cukup serius, pendidikan di indonesia dari waktu kewaktu  mengalami perubahan dan peningkatan secara segnifikan, segala bentuk kebijakan pendidikan akan tertuang dalam sistem pendidikan Nasional, kebijakan tersebut tidak lain merupakan hasil pemikiran dari para tokoh pendidikan dengan tujuan bagaimana sistem pendidikan nasional mampu menyatukan sebuah konsep terhadap kebutuhan masyarakat, maka pendidikan nasional secara kolektif harus mampu melakukan perubahan dengan mewujudkan bangsa yang cerdas dan bermartabat dengan berkemampuan yang luas, spiritual yang tinggi serta mempunyai akhlak yang mulia.Salah satu kebijakan pemerintah yang mendapat kritik dan penolakan oleh elemen masyarakat dan para elit pendidikan adalah UU Sisdiknas tahun 2003 yang memuat tentang sistem pendidikan Nasional, pemerintah pada saat penetapkan undang-undang nomor 20 tahun 2003 dengan serta merta tanpa mengkaji secara mendalam dengan berbagai pertimbangan, sehingga diskriminasi terhadap bangsa indonesia kerap terjadi. Indonesia memiliki asas keadilan yang  hal tersebut harus diperhatikan oleh seluruh pihak pemerintah sebagai pemimpin bangsa, namun dalam muatan UU nomor 20 tahun 2003 terdapat beberapa hal yang tidak sesuai dengan realitas dan merugikan ke satu pihak.  Maka dengan demikian undang-undang Sisdiknas sebagai hasil pemikiran yang di tetapkan sebagai kebijakan pemerintah yang akan mengatur tertang sistem pendidikan nasional di harapkan mampu menyatu dengan masyarakat dan mempunyai prinsip keadilan tanpa diskriminasi.Kata kunci:  Undang-Undang Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003 AbstractEducation in a country is one of the most important parts that always get quite serious attention, education in Indonesia from time to time changes and increases significantly, all forms of education policy will be contained in the National education system, the policy is nothing but the result of the thoughts of the education leaders with the aim of how the national education system is able to unite a concept of the needs of the community, then the national education as a collective must be able to make changes by creating an intelligent and dignified nation with broad, high spiritual abilities and noble character.One of the government policies that have been criticized and rejected by elements of the community and the education elite is the 2003 National Education System Law which contains the National Education System, the government at the time of enacting Law number 20 of 2003, without necessarily reviewing it in depth with a variety of considerations, so that discrimination against the Indonesian nation often occurs. Indonesia has the principle of justice which must be considered by all government parties as the nation's leader, but in the content of Law number 20 of 2003 there are several things that are not in accordance with reality and are detrimental to one party. Therefore the National Education System Law as a result of thought is determined as a government policy that will regulate the national education system. It is expected to be able to unite with the community and have the principle of justice without discrimination.Keywords:   Undang-Undang Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003
Impact of Earnings Management Practices on Stock Return Bhutto, Niaz Ahmed; Shaique, Muhammad; Kanwal, Sahar; Matlani, Anjlee
The Indonesian Capital Market Review Vol. 13, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper investigates the impact of earnings management (real and accrual) on stock returns ofPakistan stock exchange (PSX) listed companies. The study is done by testing a separate relationship of accrual and real earnings management and their collective relationship with the stock return. The study is conducted on 3900 firm-year observations from the non-financial PSX listed companies for the sample period 2005-17. The findings of the study show that a significant and negative relationship exists between stock returns and real and accrual earnings management. Moreover, the combined impact of real and accrual earnings management on stock return is also found to be significantly negative. This paper could prove a valuable addition to the knowledge of investors because investors can more or less price accrual earning management.
Analisis Kritis Undang-Undang Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003 Aan Yusuf Khunaifi; Matlani Matlani
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 13, No 2 (2019)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jii.v13i2.972

Abstract

AbstrakPendidikan dalam suatu Negara merupakan salah satu bagian terpenting yang selalu mendapatkan perhatian yang cukup serius, pendidikan di indonesia dari waktu kewaktu  mengalami perubahan dan peningkatan secara segnifikan, segala bentuk kebijakan pendidikan akan tertuang dalam sistem pendidikan Nasional, kebijakan tersebut tidak lain merupakan hasil pemikiran dari para tokoh pendidikan dengan tujuan bagaimana sistem pendidikan nasional mampu menyatukan sebuah konsep terhadap kebutuhan masyarakat, maka pendidikan nasional secara kolektif harus mampu melakukan perubahan dengan mewujudkan bangsa yang cerdas dan bermartabat dengan berkemampuan yang luas, spiritual yang tinggi serta mempunyai akhlak yang mulia.Salah satu kebijakan pemerintah yang mendapat kritik dan penolakan oleh elemen masyarakat dan para elit pendidikan adalah UU Sisdiknas tahun 2003 yang memuat tentang sistem pendidikan Nasional, pemerintah pada saat penetapkan undang-undang nomor 20 tahun 2003 dengan serta merta tanpa mengkaji secara mendalam dengan berbagai pertimbangan, sehingga diskriminasi terhadap bangsa indonesia kerap terjadi. Indonesia memiliki asas keadilan yang  hal tersebut harus diperhatikan oleh seluruh pihak pemerintah sebagai pemimpin bangsa, namun dalam muatan UU nomor 20 tahun 2003 terdapat beberapa hal yang tidak sesuai dengan realitas dan merugikan ke satu pihak.  Maka dengan demikian undang-undang Sisdiknas sebagai hasil pemikiran yang di tetapkan sebagai kebijakan pemerintah yang akan mengatur tertang sistem pendidikan nasional di harapkan mampu menyatu dengan masyarakat dan mempunyai prinsip keadilan tanpa diskriminasi.Kata kunci:  Undang-Undang Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003 AbstractEducation in a country is one of the most important parts that always get quite serious attention, education in Indonesia from time to time changes and increases significantly, all forms of education policy will be contained in the National education system, the policy is nothing but the result of the thoughts of the education leaders with the aim of how the national education system is able to unite a concept of the needs of the community, then the national education as a collective must be able to make changes by creating an intelligent and dignified nation with broad, high spiritual abilities and noble character.One of the government policies that have been criticized and rejected by elements of the community and the education elite is the 2003 National Education System Law which contains the National Education System, the government at the time of enacting Law number 20 of 2003, without necessarily reviewing it in depth with a variety of considerations, so that discrimination against the Indonesian nation often occurs. Indonesia has the principle of justice which must be considered by all government parties as the nation's leader, but in the content of Law number 20 of 2003 there are several things that are not in accordance with reality and are detrimental to one party. Therefore the National Education System Law as a result of thought is determined as a government policy that will regulate the national education system. It is expected to be able to unite with the community and have the principle of justice without discrimination.Keywords:   Undang-Undang Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003
PENERAPAN MODEL JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS V DI SDN LARANGAN BADUNG 1 PALENGAAN PAMEKASAN Matlani, Matlani; Musayyidi, Musayyidi
Abuya: Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 1 No. 2 (2023): Abuya: Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52185/abuyaVol1iss2Y2023335

Abstract

Model Jigsaw merupakan model pembelajaran kooperatif yang fleksibel, yang menekankan kerjasama dalam kelompok, sehingga model pembelajaran kooperatif Model Jigsaw ini mampu mengatasi masalah rendahnya motivasi belajar siswa. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: pertama Apakah penerapan model jigsaw dapat meningkatkan Motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas V? Kedua Bagaimana peningkatan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS setelah menerapkan Model Jigsaw? Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus yang terdiri dari 2 kali pertemuan. Setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Larangan Badung. pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan perpaduan antara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian pada siklus I pertemuan pertama menunjukkan rata-rata persentase motivasi belajar siswa tergolong dalam kategori kurang sekali yaitu 37,5% dan pada pertemuan kedua rata-rata persentase motivasi belajar siswa mencapai 57,5%. Pada siklus II pertemuan pertama rata-rata persentase motivasi belajar siswa sudah mengalami peningkatan meskipun masih belum mencapai indikator keberhasilan yaitu 75% dalam kategori cukup. Pada pertemuan kedua rata-rata persentase motivasi belajar siswa mengalami peningkatan yang sangat signifikan yaitu mencapai 85% dengan kategori baik sekali.
Komunikasi Kiai dalam Kepemimpinan Kolektif di Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep Matlani; Fathorrahman
Kariman: Jurnal Pendidikan Keislaman Vol. 11 No. 2 (2023): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52185/kariman.v11i2.349

Abstract

The Islamic boarding school that we have known so far is apparently rich in scientific treasures. It not only contains religious knowledge, but also communication management knowledge. The results of the researcher's observations show that kiai when communicating with students are proof that Islamic boarding schools also offer distinctive and unique communication theories and concepts. This needs to be revealed so that it is known to many groups, so that it can then be put into practice in other institutions and society as well. This research was conducted using qualitative methods, while the data collection techniques in this research used observation techniques and conducting direct interviews as well as documentation techniques. Kyai's communication with santri when the Islamic boarding school was still salaf used verbal communication which centered on the ta'lim assembly and bil hal. When Islamic boarding schools implement formal education and are managed collectively, the kiai's communication with the institutions below is in a top down pattern which is instructive and istikharah, while the kiai's communication with the santri still uses verbal and verbal communication.
Kepemimpinan dan Kerja Sama untuk Meraih Mutu Pendidikan: (Re-aktualisasi Peran Sumber Daya Manusia melalui Total Quality Management dalam Manajemen Pendidikan Islam) Musayyidi, Musayyidi; Hafid; Matlani
Kariman: Jurnal Pendidikan Keislaman Vol. 12 No. 1 (2024): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52185/kariman.v12i1.374

Abstract

There are four basic efforts that must be made in a product/service producing institution to produc  better quality, in this case an islamic  educational institution, namely : (1) Creating a “win win” situation  an not “win win” situation. “lose win” between parties  with an interest  in product / service  producing  institutions  (stakehoulders). In this case, especially between  the leadhership / owner of the institution and the staff  of the institution, there must  be mutually  beneficial  conditions  for each  other in achieving  thue quality  of the products / service produced by the institutions (2) it is necessary  to develop instrinsic motivation in everyone involved in the process  of achieving product / service  quality. Every person  must grow  motivated  that the result  of their activites reach  a certain  quality that  continues to improve, especially  in accordance  with the needs and expectations of user / subcribbes. (3) every leader must be oriented towards  long-term process and results. Impelementing TQM is not a short-term change process, but a consistent  and continous  log-term  effort (4) in mobilizing  all institutional  capabilities  to achieve the specified  quality, cooperation must  be developed be results.  There should  be no competion between  them that interferes with the process of achieving quality results  they are a unit that must work together and cannot  be separated from each other to produce quality products / services as expected.
Pendampingan Public Speaking Bagi Remaja Masjid Hidayatul Yaqin Desa Cen-Lecen Pamekasan Abd Munib; Ahmad Baihaki; Matlani; Moh. Asy’ari
Ngabekti: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Ngabekti: Edisi Juni 2025
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/2ky9w152

Abstract

Abstract This community service focuses on improving the Public Speaking skills of the youth at Masjid Hidayatul Yaqin, with the aim of enhancing the quality of preaching, boosting the youths' self-confidence, and increasing their involvement in religious activities. The issue faced is the low Public Speaking ability among the youth, which affects the quality of preaching and their participation in mosque activities. The approach used in this service program is Public Speaking training, utilizing direct practice, simulations, and intensive guidance. The results show a significant improvement in Public Speaking skills, which contributed to the enhanced quality of preaching at the mosque and active youth participation in religious activities. Additionally, the program has fostered the emergence of local leaders and new organizations that support the development of preaching activities. In conclusion, this training successfully created positive changes in communication skills, social engagement, and personal development of the youth, as well as strengthening social transformation in the community. Keywords: Skills, Public Speaking, Youth, Mosque. Abstrak Pengabdian masyarakat ini berfokus pada peningkatan keterampilan Public Speaking remaja di Masjid Hidayatul Yaqin, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas dakwah, kepercayaan diri remaja, serta keterlibatan mereka dalam aktivitas keagamaan. Isu yang dihadapi adalah rendahnya kemampuan berbicara di depan umum di kalangan remaja, yang mempengaruhi kualitas dakwah dan partisipasi mereka dalam kegiatan masjid. Pendekatan yang digunakan dalam pengabdian ini adalah pelatihan keterampilan berbicara di depan umum, dengan metode praktik langsung, simulasi, dan bimbingan intensif. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan Public Speaking, yang berpengaruh pada meningkatnya kualitas dakwah di masjid dan partisipasi aktif remaja dalam kegiatan keagamaan. Selain itu, kegiatan ini juga menciptakan pemimpin lokal dan lembaga-lembaga baru yang mendukung pengembangan kegiatan dakwah. Pelatihan ini berhasil menciptakan perubahan positif dalam kualitas komunikasi, keterlibatan sosial, dan perkembangan pribadi remaja, serta memperkuat transformasi sosial di masyarakat. Kata Kunci: Keterampilan, Public Speaking, Remaja Masjid.
Penerapan Strategi Pembelajaran Ekspositori di Pendidikan Anak Usia Dini Matlani
GHULAMUNA: JOURNAL OF EARLY CHILDHOOD EDUCATION Vol. 1 No. 1 (2023): GHULAMUNA : Journal of Early Childhood Education
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52185/ghulamuna.v1i1.322

Abstract

Today the application of learning strategies is very crucial, choosing a learning strategy is a must for the continuity of the learning process. In this study the aims were to determine the application of expository learning strategies at PAUD Bina Rahimah Pamekasan regarding: 1. stages in implementing expository learning strategies, 2. Obstacles in implementing expository learning strategies. The approach used in this study is a qualitative approach. Methods of data collection by observation, interviews, and documentation. While the data analysis is descriptive qualitative. In this study it was found that the stages carried out in the application of expository learning strategies at PAUD Bina Rahimah Pamekasan: First the preparation stage, Second presentation stage, Third correlation stage, Fourth conclusion stage, Fifth application stage. The obstacles in implementing expository learning strategies namely, the weak ability of students to catch subjects, and the large number of differences in students' ability to capture subjects and the lack of interest and talent of students towards existing subjects, especially subjects which is hard to understand.
PERAN KEPEMIMPINAN KIAI MASJID DALAM MENANAMKAN MODERASI BERAGAMA DI DESA JAMBU LENTENG SUMENEP LANI, MATLANI; Fathorrahman, Fathorrahman
LEADERIA: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 6 No. 2 (2025): LEADERIA : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan mengungkap fenomena peran kepemimpinan kiai masjid dalam menanamkan moderasi beragama di tengah derasnya arus radikalisme di Desa Jambu Lenteng. Kiai masjid dalam kajian ini adalah Kiai Wafi. Kajian ini menarik karena kiai masjid di desa ini berupaya melestarikan faham Islam aswaja di desanya. Adapun pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Proses pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, FGD, dan dokumentasi. Sementara analisis data menggunakan langkah-langkah: kondensasi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan atau verifikasi. Penelitian ini menghasilkan temuan sebagai berikut: 1) Secara umum, kondisi social keagamaan masyarakat Madura sangat relegius dan taat terhadap ajaran agama Islam, bercorak Islam aswaja. Sehingga kondisi social keagamaan masyarakat Desa Jambu merupakan turunan dari kondisi social keagamaan Madura. Namun akhir-akhir ini, desa ini diusik oleh orang-orang yang berpaham wahabi, dan HTI. 2) Upaya kiai masjid Desa Jambu mendasarkan ijtihadnya pada qaidah memelihara tradisi lama yang masih baik, dan mengambil tradisi baru yang lebih baik. 3) Adapun media yang digunakan kiai masjid di Desa Jambu berikut ini: acara-acara hari besar Islam seperti maulid Nabi Saw. dan isra’ mi’raj, slametan kelahiran dan kematian (tahlil), sarwa, pengajian kitab kuning, dan istigasah. Kata Kunci: Kepemimpinan Kiai, Moderasi Beragama.