Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENTINGNYA EDUKASI LITERASI KEUANGAN SEJAK DINI DI KELURAHAN PASAR BENGKULU KOTA BENGKULU Kresnawati; Novita Hamron; Dea Viona Nurliza
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ekonomi dan Bisnis Digital Vol. 1 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpmebd.v1i1.498

Abstract

Literasi Keuangan menjadi edukasi yang terpenting untuk ditanamkan sejak dini karena pengetahuan dan pengenalan keuangan yang diajarkan akan diterapkan dalam diri anak sehingga dapat membentuk kebiasaan  mengelola keuangan dengan baik dan benar dan dapat mengenal apa itu makna uang, Tujuan kegiatan ini untuk mengenalkan literasi keuangan pada anak usia dini di SD Negeri 57 Kelurahan Pasar Bengkulu sehinnga dapat mengetahui manfaat keuangan pada anak dan cara-cara mengelola keuangan secara bijak dan memberikan pemahaman bagaimana pentingnya memahami pengelolaan uang untuk kebutuhan anak di sekolah maupun diluar sekolah dan anak-anak diajarkan bagaimana cara mengelola uang jajan yang mereka dapat. Metode yang digunakan dengan melaksanakan kegiatan penyuluhan edukasi, diskusi, bercerita, bermain dan tanya jawab. Hasil yang diperoleh ternyata anak-anak memiliki tingkat literasi keuangan cukup tinggi, dengan mengenal uang tidak hanya sebagai alat membeli atau memperoleh sesuatu yang diinginkan, tetapi sebagian anak-anak menyebutkan bahwa orang tua mereka tidak mengarahkan untuk menabung dan uang saku yang diberikan hanya untuk jajan  atau membeli mainan. Diharapkan kedepannya Orang Tua dan Guru dapat membantu anak dalam mengajarkan edukasi keuangan terhadap anak agar anak-anak dapat belajar dan menerapkan bagaimana mengelola keuangan dengan baik dan bijak dan mana yang harus didahulukan keiinginan atau kebutuhan dalam membeli sesuatu. Kata Kunci: Literasi Keuangan, Anak Usia Dini
The Role of Village-Owned Enterprises (Bumdes) in Achieving Food Security and Controlling Inflation in Rejang Lebong Regency Dennis Rydarto Tambunan; Kresnawati; Lydia Gustina Putri
Indonesian Journal of Multidisciplinary Sciences (IJoMS) Vol. 4 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Multidisciplinary Sciences (IJoMS)
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/ijoms.v4i2.2751

Abstract

Villages play a role in developing food infrastructure and managing food-based community businesses through Village-Owned Enterprises (BUMDes) as a local capacity booster and driving the village economy to improve community welfare. Inflation can disrupt economic stability, reduce people's purchasing power, and create uncertainty in consumption and investment decisions. BUMDes in Rejang Lebong Regency, as coffee commodity managers, face challenges when fluctuating coffee prices impact the regional inflation rate. Strengthening aspects of production, diversification and processing, marketing and price stabilization, as well as farmer empowerment and institutional strengthening by BUMDes is expected to be able to reduce the inflation rate in the food security sector in Rejang Lebong Regency.