Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Konsep Al-Qur’an tentang Manajemen Pendidikan Islam Multikultural Ramli L.; Muhammad Yusuf; Mardan
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 2 Mei (2024): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.706

Abstract

Pendidikan multikultural mengakui dan menilai pentingnya keragaman budaya, agama, dan etnis dalam membentuk identitas dan pengalaman sosial individu serta kelompok. yang memiliki relevansi dengan ajaran Al-Qur'an yang menekankan penghargaan terhadap perbedaan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk membahas manajemen pendidikan multikultural dan konsep Al-Qur'an tentang pendidikan multikultural dalam QS Al-Hujurat ayat 9-13, Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan Teknik Pengumpulan Data melalui penelusuran literatur secara sistematis dari berbagai sumber tertulis, termasuk Al-Qur'an, tafsir, hadits, buku-buku, jurnal, dan artikel ilmiah yang terkait dengan konsep pendidikan Islam multikultural dalam Al-Qur'an. Teknik Analisis Data menggunakan metode analisis isi (content analysis) dan analisis deskriptif untuk mengeksplorasi dan menafsirkan konsep-konsep yang terkandung dalam Al-Qur'an terkait dengan pendidikan Islam multikultural. Penelitian ini mengungkapkan bahwa Al-Qur'an menawarkan prinsip-prinsip yang mendukung penerapan pendidikan Islam multikultural, seperti penghargaan terhadap keragaman, keadilan, toleransi, dan persaudaraan universal. Dengan mengimplementasikan prinsip-prinsip ini dalam manajemen dan praktik pendidikan Islam, lembaga pendidikan dapat membangun pemahaman dan penghargaan terhadap keragaman budaya, serta mengembangkan sikap inklusif dan harmonis dalam masyarakat yang majemuk.
QUR’ANIC VALUES AS THE FOUNDATION OF ISLAMIC WORK ETHIC: A THEMATIC STUDY ON THE CONCEPTS OF ‘AMAL, AMANAH, AND ISTIQĀMAH Ahmad M. Latief; Achmad Abubakar; Mardan
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 13 No 3 (2025): Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/tjmpi.v13i3.7033

Abstract

This study aims to examine the Qur’anic perspective on work ethics, focusing on three core values: amanah (trust and responsibility), istiqāmah (consistency), and ikhlāṣ (sincerity). Using a thematic exegesis (tafsīr maudhu‘ī) approach combined with a comprehensive literature review, this research identifies Qur’anic verses related to work (‘amal) and contextualizes them within contemporary discussions on the Islamic Work Ethic (IWE). The findings reveal that, in Islam, work is regarded as an integral form of worship that must be carried out with honesty, consistency, and moral integrity. The value of amanah plays a central role in fostering trust and loyalty within organizations, while istiqāmah ensures the sustainability of ethical conduct, and ikhlāṣ instills a transcendental motivation that elevates professional dedication beyond material goals. Furthermore, the study demonstrates that the application of Qur’anic values in professional and educational settings can enhance productivity, job satisfaction, and the development of an ethical and healthy organizational culture. Overall, the study concludes that the Qur’anic work ethic remains profoundly relevant in addressing the professional and moral challenges of the contemporary global era.
Doa sebagai Spiritualitas Qur’ani: Analisis Teologis dan Psikologis Gishar Hamka Gishar; Muhammad Yusuf; Mardan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1933

Abstract

Doa merupakan salah satu aspek fundamental dalam ajaran Islam yang mencerminkan hubungan eksistensial antara manusia dan Tuhannya. Dalam Al-Qur’an, doa tidak hanya dipahami sebagai sarana permohonan, tetapi juga sebagai bentuk ibadah, ketundukan, dan pengakuan terhadap keterbatasan diri manusia di hadapan Allah SWT. Kajian ini bertujuan untuk mengungkap konsep, ragam, serta nilai-nilai teologis doa dalam Al-Qur’an melalui pendekatan tafsir tematik (mawḍū‘ī). Penelitian ini menghimpun dan menganalisis ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan doa, baik yang berasal dari ungkapan para nabi, orang-orang beriman, maupun bentuk-bentuk doa umum yang diajarkan untuk umat Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa doa dalam Al-Qur’an mengandung dimensi yang sangat luas dan mendalam, di antaranya nilai tauhid, tazkiyatun nafs (penyucian jiwa), tawakal, kesadaran terhadap qadar, serta etika spiritual. Doa juga diposisikan sebagai medium penguatan psikologis dalam menghadapi tekanan hidup. Dalam konteks kontemporer, doa Qur’ani terbukti relevan sebagai terapi spiritual dan mental bagi individu muslim, seperti yang dikaji dalam penelitian-penelitian mutakhir. Doa menjadi ekspresi keyakinan, harapan, serta upaya mendekatkan diri kepada Allah secara holistik. Oleh karena itu, pemahaman yang utuh terhadap makna dan kandungan doa dalam Al-Qur’an sangat penting untuk membangun kesadaran spiritual, memperkuat karakter religius, dan meningkatkan ketahanan jiwa umat Islam dalam menghadapi dinamika kehidupan modern. Kajian ini menyimpulkan bahwa doa tidak hanya menjadi instrumen ibadah, tetapi juga merupakan mekanisme pembentukan kepribadian dan kestabilan emosional dalam bingkai nilai-nilai ilahiyah yang diajarkan oleh Al-Qur’an. Kata kunci: Doa, Al-Qur’an, tafsir tematik, spiritualitas Islam, nilai teologis