Abstrak: Desa Kebundadap Timur, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, memiliki potensi ekowisata mangrove yang strategis untuk dikembangkan sebagai sumber ekonomi alternatif berbasis keberlanjutan. Namun, pengelolaan yang belum terstruktur, keterampilan masyarakat yang terbatas, serta minimnya strategi pemasaran menjadi permasalahan utama yang dihadapi oleh BUMDes Pasopati selaku pengelola Wisata Mangrove Kedatim. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan perekonomian desa melalui pengembangan Culinary Tourism berbasis kuliner tradisional dan inovasi Glamping (glamorous camping) sebagai daya tarik wisata baru. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pendekatan partisipatif dengan pelatihan, pendampingan manajemen, penyusunan SOP, penguatan kapasitas SDM hospitality, digital marketing, serta perancangan paket wisata terpadu. Target kegiatan difokuskan pada mitra sasaran Bumdes Pasopati yakni peningkatan kompetensi masyarakat, kemandirian BUMDes, serta pertumbuhan kunjungan wisatawan yang berdampak pada kesejahteraan ekonomi lokal. Hasil kegiatan yang dilakukan melalui observasi menunjukkan adanya perubahan signifikan, antara lain: tersusunnya SOP dan modul pengelolaan wisata dengan peningkatan 70%, penignkatan keterampilan SDM hospitality menjadi 40% serta terbentuknya komunitas ekowisata, penguatan pemasaran digital dengan produksi konten ±3 per minggu yang meningkatkan jangkauan promosi hingga 100%, serta bertambahnya jumlah wisatawan mengalami kenaikan 80%. Program ini membuktikan bahwa integrasi ekowisata mangrove dengan Culinary Tourism dan Glamping tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga mendorong pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.Abstract: Kebundadap Timur Village, located in Saronggi District, Sumenep Regency, possesses strategic mangrove ecotourism potential that can be developed as an alternative, sustainability-based economic source. However, the lack of structured management, limited community skills, and minimal marketing strategies remain the main challenges faced by BUMDes Pasopati, the managing body of Kedatim Mangrove Tourism. This community service program aims to enhance the village’s economy through the development of Culinary Tourism based on traditional cuisine and the innovation of Glamping (glamorous camping) as a new tourism attraction. The implementation method employs a participatory approach involving training, management assistance, preparation of Standard Operating Procedures (SOPs), capacity building in hospitality human resources, digital marketing, and the design of an integrated tourism package. The program’s targets focus on BUMDes Pasopati as the main partner, aiming to improve community competence, strengthen BUMDes independence, and increase tourist visits that positively impact local economic welfare. Observational results show significant changes, including: the development of tourism management SOPs and modules with a 70% improvement, an increase of 40% in hospitality skills, the establishment of an ecotourism community, enhanced digital marketing with an average of three content productions per week that expanded promotional reach by 100%, and an 80% rise in tourist visits. This program demonstrates that integrating mangrove ecotourism with Culinary Tourism and Glamping not only provides economic benefits but also promotes environmental conservation and sustainable community empowerment.