Rini Ariza
Universitas Pelita Bangsa

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Sentimen Opini Publik Terhadap ChatGPT Pada Platform X Menggunakan Pendekatan Tf-Idf dan Support Vector Machine Rini Ariza; Muhamad Fatchan; Asep Suprianto
Journal Automation Computer Information System Vol. 6 No. 1 (2026): Mei (In Progress Issue)
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jacis.v6i1.179

Abstract

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan seperti ChatGPT telah memicu berbagai tanggapan dari masyarakat yang banyak diungkapkan di media sosial, terutama di Platform X. Namun, penelitian yang secara khusus menganalisis sentimen masyarakat Indonesia terhadap ChatGPT di Platform X masih terbatas, sehingga dibutuhkan analisis untuk memahami kecenderungan opini publik dengan cara yang lebih terukur. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi dan mengelompokkan sikap publik terhadap ChatGPT serta memberikan gambaran empiris mengenai kecenderungan opini masyarakat. Data yang digunakan dalam penelitian diperoleh melalui proses crawling data di Platform X dengan menggunakan kata kunci “ChatGPT”, selanjutnya diproses melalui tahap preprocessing, pelabelan berbasis lexicon, serta ekstraksi fitur menggunakan metode TF-IDF sebelum dilakukan klasifikasi dengan algoritma Support Vector Machine (SVM). Hasil evaluasi yang menggunakan confusion matrix menunjukkan bahwa model SVM mencapai tingkat akurasi sebesar 81%, precision 75%, recall 67%, dan F1-score 71%. Hasil ini menunjukan bahwa model memiliki performa yang cukup baik dalam mengkategorikan sentimen, walaupun masih terdapat keterbatasan dalam mendeteksi seluruh data positif. Selain itu, ditemukan bahwa sentimen negatif lebih banyak dibandingkan dengan sentimen positif. Penelitian ini memberikan pemahaman mengenai kecenderungan opini masyarakat terhadap ChatGPT dan dapat menjadi acuan untuk pengembangan teknologi serta kebijakan yang lebih responsif terhadap opini publik