Muhammad Nasir
STIT Al-Aziziyah, Jln. TGH. Umar Abdul Aziz II Kapek Gunung Sari Lombok Barat, Kode Pos 83351

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

TELAAH KRITIS-ANALITIS PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM : Studi Kasus di SMP Negeri 9 Mataram Muhammad Nasir
eJurnal Al Musthafa Vol 2 No 2 (2022): Februari-Mei
Publisher : STIT Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62552/ejam.v2i2.45

Abstract

Media pembelajaran merupakan salah satu komponen yang sangat menentukan hasil belajar siswa. Penerapan media pembelajaran dalam proses pembelajaran mampu merangsang dan memenuhi modalitas belajar siswa di samping menunjang kpmponen pembelajaran yang lainnya. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis secara mendalam penerapan media pembelajaran pada pembelajaran pendidikan agama islam. Adapun pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kulitatif. Dalam pengumpulan datanya menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis datanya menggunakan analisis induktif (mengambil kesimpulan dari hal-hal yang bersifat khusus). Sedangkan validitas datanya menggunakan Perpanjangan keikutsertaan, Ketekunan/ Keajegkan Pengamatan, dan Tianggulasi (sumber, metode dan teori). Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam penerapan media pembelajaran pada pembelajaran pendidikan agama islam dilakukan dengan beberapa langkah: Pertama, persiapan. Persiapan-persiapan yang guru PAI lakukan yaitu mencari kertas, biasanya kertas yang berwarna, menggunting sampai dengan menulis pokok-pokok materi yang akan diajarkan. Kedua, pemilihan kriteria. kriteria media pembelajaran yang digunakan harus menarik, gampang/ mudah dipahami, simpel, menyenangkan dan sesuai dengan materi ajar atau Kompetensi Dasar (KD) yang diajarkan. Ketiga, jenis-jenis media yang digunakan. Media yang digunakan oleh guru PAI adalah media audio dan media visual. Kalau media audio atau pendengaran digunakan ketika anak akan menyimak bacaan sholat dan al-Quran. Sedangkan kalau media visualnya menggunakan LKS, buku paket, teks Al-Quran, biasanya untuk menghafal
PILAR PENDIDIKAN ISLAM PADA MASA DINASTI ABBASIYAH: (Lembaga Pendidikan Tinggi Informal: Perpustakaan, Observatorium, dan Halaqah) Muhammad Nasir; Hudatullah
eJurnal Al Musthafa Vol 3 No 1 (2023): Oktober-Januari
Publisher : STIT Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62552/ejam.v3i1.57

Abstract

Pendidikan tinggi informal memiliki peran dan fungsi yang sangat strategis dalam memajukan dunia pendidikan islam pada masa dinasti Abbasiyah sehingga mampu membangun peradaban yang tidak mampu dikalahkan sampai saat ini. Pendidikan tinggi informal yang dikembangkan adalah perpustakaan atau pada masa dinasti Abbasiyah di kenal dengan nama “bait al-hikam” yang merupakan salah satu penemuan pada masa itu sehingga membawa islam pada puncak kejayaannya. Kemudian observarium yang digunakan untuk mengembangkan berbagai ilmu pengetahuan dan juga dikembangkan halaqah-halaqah untuk mengembangkan ilmu pengetahuan keagamaan. hal ini terjadi karena Pergesaran paradigma yang dimulai pada masa pemerintahan khalifah Harun al-Rasyid yang mengangap pentingnya dalam pengembangan ilmu pengetahuan berimplikasi pada tatanan sosial masyarakat agar ikut serta dalam mewujudkannya. Gagasan intelektual-ilmiah ini diteruskan oleh anaknya yaitu khalifah al-Makmun yang membangun al-Bayt al-Hikmah yang digunakan sebagai tempat untuk melakukan penerjemahan, pengkajian dan penelitian terhadap manuskrip dan teks-teks kuno yunani. Baik itu tentang filsafat, matematika, logika dan kimia. Adapun fungsi dari perpustakaan adalah fungsi religius, akademis dan sosial. Yang dimana semua fungsi ini merupakan perwujudan dari masyarakat yang peduli dalam pengembangan ilmu pengetahuan.
INTERNALISASI PENGALAMAN KEBERAGAMAAN ANAK DI TPQ SUBULUSSALAM GERUNG LOMBOK BARAT Muhammad Nasir, M.Pd.I
eJurnal Al Musthafa Vol 4 No 1 (2024): Oktober-Januari (2024)
Publisher : STIT Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62552/ejam.v4i1.80

Abstract

Implementasi pendidikan al-Qur’an menjadi keharusan di zaman digital saat ini, terutama generasi muda alih-alih anak usia dini yang harus lebih mengenal keutamaan dalam belajar membaca al-Qur’an yang diajarkan sedini mengkin, sehingga menjadi bekal untuk meningkatkan pengalaman keberagamaan di masa mendatang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunkan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan analisis datanya menggunakan metode deskriftif. Sedangkan validitas datanya menggunakan Sedangkan validitas data menggunakan Perpajang ke ikut sertaan, Pengecekan dengan teman sejawat, Ketekunan pengamatan dan Kecukupan Referensi. Adapun hasil dari penelitian ini adalah: 1) Pelaksanaan kegiatan membaca Al-Qur’an di di TPQ Subulussalam adalah mengajarkan dan membiasakan santri membaca do’a sebelum dan sedudah mengaji kemudian membaca surah Al-Fatihah dan membaca Asmaul Husna setelah itu bersalaman ke Ustadz dan Ustadzah; 2) Problem-problem apakah yang dihadapi guru dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an di TPQ Subulussalam yaitu Kurangnya minat santri terhadap membaca Al-Qur’an, Problem dalam melafalkna huruf hijaiyah yang benar dan hukum tajwid, Teman yang cederung mengajak negative, Faktor lingkungan dan Kurangnya Kehadiran Santri dalam Pembelajaran; dan 3) Solusi-solusi yang dilakukan guru untuk mengatasi problem dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an di TPQ Subulussalam Dusun Telotok Asri Desa Tempos Kecamatan Gerung Lombok Barat Tahun 2022-2023 yaitu Menumbuhkan minat santri terhadap membaca Al-Qur’an, Memberikan bimbingan khusus, Pemberian Nasihat, Menjadi Suri Tauladan dan Memberikan Buku Penghubung.
KORELASI HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK DENGAN AKHLAK SISWA KELAS VII DI MTS AL-MUSLIMUN NWDI TEGAL Muhammad Nasir, M.Pd.I
eJurnal Al Musthafa Vol 2 No 1 (2022): Oktober-Januari
Publisher : STIT Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62552/ejam.v2i1.83

Abstract

Pembelajaran yang dalam kegiatannya melibatkan interaksi antara guru dan siswa, dimana guru melaksanakan tugasnya sebagai pengajar yang harus professional sesuai tuntunan undang baik Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 dan Undang-Undang tentang Guru dan Dosen Nomor 14 Tahun 2005 dalam upaya memberikan perubahan pada diri siswa baik perubahan pada pengetahuan, sikap, dan perbuatan ketika siswa mengikuti pembelajaran. Untuk mengetahui keberhasilan dalam melaksanakan tugasnya tersebut alat ukur yang digunakan adalah hasil belajar yang dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa Kelas VII MTs Al-Muslimun NWDI Tegal pada mata pelajaran Akidah Akhlah khususnya akhlak materi kejujuran (variabel X). Hasil belajar yang diperoleh siswa selanjutnya dihubungan dengan akhlak terkait kejujuran siswa (variabel Y) untuk menjawab hipotesis adanya hubungan antara kedua variabel. Hubungan antara varibel X dengan variabel Y yang diangkat dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan trepan metode pengumpulan data adalah metode angket, dan tes sebagai metode utama sementara metode observasi, wawancara dan dokumentasi sebagai metode mendukung. Sedangkan analisa data digunakan analisis deskriptif tentang kejujuran siswa, sementara uji hipotesis digunakan uji Normalitas,uji Linieritas, dan uji Korelasi dengan menggunakan aplikasi SPSS. Hasil uji hipotesis melalui uji normalitas hasil belajar siswa dengan signivikasi 0,389 dan variabel akhlak terkait kejujuran pada signivikasi 0,430 dimana kedua uji signivikasi ini masuk dalam kategori normal. Sedangkan uji linieraitas kedua variabel pada signivikasi 0,867 masuk kategori linier. Selanjutnya uji korelasi antara variabel X dan Y memperoleh hasil adanya korelasi atau hubungan yang ditunjukkan dengan nilai korelasi lebih besar dengan nilai siknivikansi (0,778 > 0,05).