Hudatullah
Dosen STIT Al-Aziziyah, Jln. TGH. Umar Abdul Aziz II Kapek Gunung Sari Lombok Barat, Kode Pos 83351

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGELOLAAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) PADA SEKOLAH INKLUSI DI LENTERA HATI KOTA MATARAM Hudatullah
eJurnal Al Musthafa Vol 2 No 3 (2022): Juni-September
Publisher : STIT Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62552/ejam.v2i3.52

Abstract

Secara yuridis layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) tercantum dalam UU RI No. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional pada pasal lima ayat dua yang berisi tentang warga negara yang memiliki kelainan fisik, emosional, mental intelektual, dan sosial berhak memperoleh pendidikan khusus.[1]Setiap anak difabel berhak mendapatkan layanan pendidikan yang sama dengan anak pada umumnya karna anak difabel juga anak yang mempunyai kelebihan yang sama dengan anak normal lainya, adapun potensi potensi yang ada pada anak berkebutuhan khusus (ABK) yang perlu dikembangkan. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui model kurikulum bagi Kelas inklusi di Lentera Hati Kota Mataram; dan 2) Untuk mengetahui pengelolaan pembelajaran bagi anak difabel dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam bagi kelas inklusi di Lentera Hati Kota Mataram. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Pengeumpulan datanya menggunakan teknik Observasi, Wawancara dan Dokumentasi. Sedangkan Analisis Data menggunakan teori Miles dan Huberman. Langkah-langkah dalam menganalisi data penelitian ini sebagai berikut: 1) Reduksi Data; 2) Display Data; dan 3) Conclusion Drawing. Dan dalam menentukan Keabsahan Data menggunakan yaitu Perpanjangan keikutsertaan, Ketekunan, Kecukupan refrensi, dan Triangulasi. Adapun hasil dari penelitian ini adalah: 1) Kurikulum yang di pakai di sekolah lentera hati bording scool Kurikulum yang dipakai yaitu kurikulum nasional, serta kurikulum sekolah yang diintegrasikan dengan nilai-nilai universal islam melewati pemahaman, kursus serta bimbingan yang dinamis serta terarah. Selain hal ini atas, SD Lentara Hati Islamic Boarding School membangun kurikulum dan proses pembelajaran yang khas dengan berdasarkan pada kurikulum nasional (terbaru) yang diperkaya dengan kurikulum internasional yang sesuai dengan visi-misi SD Lentara Hati Islamic Boarding School dengan memperhatikan kondisi khas masing-masing anak, dan 2) Pengelolaaan pembelajaran yang di pakai oleh sekolah lentera hati Islamic bording scool adalah mengikuti system kelas yang dipakai setiap kelas mempunyai jenis anak difabel sesui dengan kelas yang ada pada skolah normal lainnya akan tetapi.tergantung pada kebutuhan anak normal dan difabel bias belajar bersama-sama.
PILAR PENDIDIKAN ISLAM PADA MASA DINASTI ABBASIYAH: (Lembaga Pendidikan Tinggi Informal: Perpustakaan, Observatorium, dan Halaqah) Muhammad Nasir; Hudatullah
eJurnal Al Musthafa Vol 3 No 1 (2023): Oktober-Januari
Publisher : STIT Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62552/ejam.v3i1.57

Abstract

Pendidikan tinggi informal memiliki peran dan fungsi yang sangat strategis dalam memajukan dunia pendidikan islam pada masa dinasti Abbasiyah sehingga mampu membangun peradaban yang tidak mampu dikalahkan sampai saat ini. Pendidikan tinggi informal yang dikembangkan adalah perpustakaan atau pada masa dinasti Abbasiyah di kenal dengan nama “bait al-hikam” yang merupakan salah satu penemuan pada masa itu sehingga membawa islam pada puncak kejayaannya. Kemudian observarium yang digunakan untuk mengembangkan berbagai ilmu pengetahuan dan juga dikembangkan halaqah-halaqah untuk mengembangkan ilmu pengetahuan keagamaan. hal ini terjadi karena Pergesaran paradigma yang dimulai pada masa pemerintahan khalifah Harun al-Rasyid yang mengangap pentingnya dalam pengembangan ilmu pengetahuan berimplikasi pada tatanan sosial masyarakat agar ikut serta dalam mewujudkannya. Gagasan intelektual-ilmiah ini diteruskan oleh anaknya yaitu khalifah al-Makmun yang membangun al-Bayt al-Hikmah yang digunakan sebagai tempat untuk melakukan penerjemahan, pengkajian dan penelitian terhadap manuskrip dan teks-teks kuno yunani. Baik itu tentang filsafat, matematika, logika dan kimia. Adapun fungsi dari perpustakaan adalah fungsi religius, akademis dan sosial. Yang dimana semua fungsi ini merupakan perwujudan dari masyarakat yang peduli dalam pengembangan ilmu pengetahuan.
EFEKTIVITAS MENGHAFAL AL-QURAN MELALUI PROGRAM DAUROH AL-QUR’AN DI PONDOK PESANTREN MADRASATUL QUR’ANIYAH TATO KEC. BATULAYAR Hudatullah
eJurnal Al Musthafa Vol 3 No 3 (2023): Juni-September
Publisher : STIT Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62552/ejam.v3i3.69

Abstract

Menghafal al-Qur’an merupakan salah satu kegiatan yang sangat mulia, dan paling besar nilainya karena menghafal al-Qur’an akan membuka pintu-pintu kebaikan. Allah telah menjanjikan kebaikan di dunia dan diakhirat bagi orang yang menghafal al-Qur’an. Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini antara lain sebagaiberikut: a) Untuk mengetahui proses pembinaan yang dilakukan oleh ustad dan ustadzah dalam meningkatkan hafalan al-Qur’an melalui program Dauroh Al-Qur’an; b) Untuk mengetahui efektivitas metode yang digunakan dalam proses menghafal al-Qur’an melalui program Dauroh Al-Qur’an; dan c) Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan program Dauroh Al-Qur’an dalam keefektivan metode yang di gunakan sabaq, sabqi dan manzil. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan analisis datanya menggunakan pengumpulan data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Adapun hasil dari penelitian ini adalah: 1) Proses pembinaan yang dilakukan oleh ustad dan ustadzah dalam meningkatkan hafalan santri yaitu dengan perbaikan bacaan al-Qur’an (tahsin) yang bertujuan agar hafalan al-Quran santri sesuai dengan kaidah ilmu tajwid, kemudian pemberian motivasi agar santri semakin bersemangat dalam menghafal al- Quran dan adanya reward dan punishment sebagai suatu usaha agar santri dapat mengingkatkan hafalan dan bersungguh- sungguh dalam mengikuti program Dauroh Al-Qur’an; 2) Pada Dauroh Al-Qur’an menggunakan metode talaqqi yaitu metode menghafal dengan cara menyetor langsung kepada gurunya. Sedangkan untuk santri, program Dauroh Al-Qur’an menerapkan metode khusus,seperti metode sabaq,sabqi,manzil untuk menyiapkan hafalan santri bebas menggunakan metode apa saja sesuai dengan kebutuhan masing-masing; dan 3) Kelebihan dari program Dauroh Al-Qur’an dalam keefektivan metode yang di gunakan sabaq, sabqi dan manzil yaitu santri memiliki banyak waktu untuk menghafal al-Quran, karena program Dauroh Al-Qur’an dilaksanakan setiap hari sehingga santri yang mengikuti program Dauroh Al-Qur’an dapat menghafal dengan bebas tanpa terkendala dengan tugas-tugas sekolah. Meskipun demikian terdapat juga kendala dalam proses pembinaan yang disebabkan kurangnya keseriusan santri dalam menghafal al-Quran dan rasa malas serta bosan pada diri santri.
PENERAPAN PEMBEAJARAN MODEL THINK PAIR AND SHARE (TPS) PADA PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAK DI MTS QUR’ANIYAH Syarifudin; Hudatullah
eJurnal Al Musthafa Vol 4 No 1 (2024): Oktober-Januari (2024)
Publisher : STIT Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62552/ejam.v4i1.82

Abstract

Proses pembelajaran dilaksanakan oleh guru di dalam kelas untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan, maka guru dituntut untuk melaksanakan pembelajaran secara professional termasuk dalam menerapkan pembelajaran kontekstual yang salah satunya adalah pembelajaran Model Think Pair and Share. Pembelajaran Model Think Pair and Share sebagai salah satu dari pembelajaran kontekstual merupakan pembelajaran yang menekankan pada siswa berpikir secara berpasangan untuk kemudian berbagai pengetahuan dan keterampilan, dengan langkah-langkah terapan yang terdapat di dalamnya yaitu membentuk kelompok belajar dan memberikan tugas masing-masing kelompok, memkirkan dan mengerjakan tugas yang diberikan yang dikerjakan sendiri, kemudian siswa melakukan diskusi terkait tugas yang diberikan guru dengan pasangannya, dan kedua pasangan bertemu kembali dalam kelompok semula dan membagikan hasil kerjanya kepada anggota kelompoknya. Pembelajaran Model Think Pair and Share ini diterapkan pada pembelajaran Akhlah terpuji. Untuk mendapatkan data terkait permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dokumentasi dan tes. Data yang diperoleh berdasarkan fokus penelitian adalah guru kurang memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menerapkan pembelajaran Model Think Pair and Share, dan problem yang dihadapi dalam penerapan model pembelajaran ini dikarenakan kurang mengkaji teori-teori pembelajaran khususnya pembelajaran Model Think Pair and Share dan kurangnya melakukan diskusi dengan guru-guru senior yang diyakini lebih memiliki pengetahuan, pengalaman dan keterampilan. Meski demikian tingkat keberhasilan siswa di atas nilai Kriteria Ketuntasan Minum mata Pekajaran Akidah-Akhlak (75). Nilai rata Kelas VII A 80,22 dan Kelas VII B 80,29