Muhammad Rasyid
Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI ) Kuala Kapuas, Jln. Tambun Bungai No.56 Kuala Kapuas Kalimatan Tengah 73514

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MEMADUKAN SEKOLAH DAN PESANTREN SEBAGAI UPAYA MEMBANGUN AKHLAK YANG MULIA: MEMAHAMI SEKOLAH TERPADU Muhammad Rasyid
eJurnal Al Musthafa Vol 3 No 2 (2023): Februari-Mei
Publisher : STIT Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62552/ejam.v3i2.63

Abstract

Konsep integrasi merupakan salah satu konsep yang mencoba sesuatu dengan paradigma yang berbeda yaitu memadukan hal yang berbeda baik dari konsep maupun praktiknya. Lembaga pendidikan Islam saat ini berada pada fase degradrasi sehingga harus diupayakan untuk memadukan sekolah dengan pesantren yang harus terjalin dalam konteks pembelajran sehingga bermuara pada lahirnya peserta didik yang berakhlaq, bermoral dan berwawasan luas baik secara individu maupun kelompok. lembaga pendidikan Islam yang diharapkan sekarang, juga lebih maju sebagaimana pesantren terpadu (modern), madrasah terpadu, dan Sekolah Islam terpadu yang memanajj pendidikan dengan memadukan antara kurikulum agama dan kurikulum pendidikan umum, sehingga menghasilkan lulusan yang memiliki karakter yang kuat, membangun manusia yang beriman bertaakwa, berakhlak mulia dan juga cerdas memiliki kompetensi ilmu pengetauan umum dan tenologi sebagaimana yang diharapkan.
KARAKTERISTIK PENDIDIKAN DI LINGKUNGAN SUFI Muhammad Rasyid
eJurnal Al Musthafa Vol 3 No 3 (2023): Juni-September
Publisher : STIT Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62552/ejam.v3i3.67

Abstract

Pendidikan Islam berkembang semarak pada abad II dan III Hijriah, dimulai dari masa Bani Umayyah dan kemudian mengalami puncaknya pada masa dinasti awal Abbasiyah. Pendidikan di lingkungan sufi memiliki karakteristik tersendiri yang membedakannya dengan lembaga dan model pendidikan lainnya, baik terkait dengan tujuan, kelembagaan, sistem pendidikan, metode pendidikan, maupun evaluasinya. Tujuan pendidikan sufi adalah untuk mencapai tingkat taqarrub kepada Allah, dengan prilaku yang ditanamkan seperti zuhd dan faqr. Cara yang ditempuh untuk memper-olehnya adalah dengan cara menyepi di suatu tempat atau lembaga tertentu dan cenderung mengabaikan kehidupan dunia. Sistem pendidikannya melalui baiat, mementingkan sislilah, mengajarkan materi-materi yang terkait dengan ibadah, shalat, wirid, yang diamalkan secara langsung dengan cara tertentu dan dibimbing mursyîd. Metode pendidikannya adalah peneladanan, pembiasaa, tawajjuh dan rabithah. Evaluasi akhir pendidikan ini adalah ijazah, atau pengakuat mursyîd terhadap kematangan muridnya dalam penguasaan amalan-amalan yang diajarkan.