Sauqina Sauqina
Prodi Pendidikan IPA, FKIP, Universitas Lambung Mangkurat

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGEMBANGAN MODUL AJAR BERBASIS KURIKULUM MERDEKA MATERI BUMI DAN TATA SURYA MATA PELAJARAN IPA SMP Qatrina Alifa Zahra; Maya Istyadji; Sauqina Sauqina
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v6i2.5017

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai validitas, kelayakan, dan keefektifan modul ajar kurikulum merdeka pada topik materi Bumi dan Tata Surya di SMP Negeri 9 Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan metodologi Penelitian dan Pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model pengembangan 4D, yang meliputi empat tahap yang berbeda: pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (disseminate). Metodologi pengumpulan data menggunakan kuesioner, bersama dengan hasil pretest dan posttest, yang kemudian dievaluasi sesuai dengan kriteria validitas, kelayakan, dan keefektifan. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu (1) berdasarkan penilaian para ahli tingkat validitas modul ajar rata-rata sebesar 88% dengan demikian modul ajar masuk dalam kategori sangat layak dan dinyatakan dapat digunakan; (2) tingkat kepraktisan berdasarkan skor angket respon peserta didik terhadap modul ajar rata-rata sebesar 82% dengan demikian skor tersebut masuk dalam kategori sangat praktis dalam penggunaannya; (3) tingkat keefektifan modul ajar yang diperoleh dari hasil perhitungan n-gain sebesar 0,682. Nilai tersebut masuk pada kategori sedang dan menunjukkan bahwa penggunaan modul ajar efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik.
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN BERBASIS SCIENTIFIC INQUIRY TERINTEGRASI ETNOSAINS PADA MATERI ZAT ADITIF DAN ZAT ADIKTIF Nuril Hilma; Yudha Irhasyuarna; Sauqina Sauqina
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 6, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v6i3.4611

Abstract

Penelitian ini dilakukan peneliti karena dilatar belakangi oleh belum adanya modul IPA yang yang dapat digunakan dalam pembelajaran sebagai perantara antara materi pelajaran IPA berbasis scientific inquiry terintegrasi Etnosains Kalimantan. Modul yang dikembangkan dibatasi untuk pokok bahasan zat aditif dan zat adiktif berbasis Scientific inquiry terintegrasi etnosains Kalimantan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan validitas modul pembelajaran berbasis scientific inquiry terintegrasi etnosains pada materi zat aditif dan zat adiktif. Metode yang digunakan adalah metode 4D. Data penelitian ini didapatkan melalui lembar validasi modul yang telah dilakukan, hasilnya didapatkan bahwa hasil penelitian modul ini bisa dikatakan valid dengan skor rata-rata 89,7% (sangat valid). Dari hasil penelitian yang didapat maka dapat disimpulkan bahwa modul pembelajaran IPA materi zat aditif dan zat adiktif berbasis Scientific inquiry terintegrasi etnosains telah layak digunakan pada pembelajaran
PENERAPAN MULTIMEDIA ARTICULATE STORYLINE MATERI SISTEM EKSKRESI TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI ILMIAH DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF PESERTA DIDIK Rizka Ananda; Maya Istyadji; Sauqina Sauqina; Muhammad Kusasi
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 8, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v8i2.8961

Abstract

Pendekatan pembelajaran IPA yang kurang menarik dan visual menyebabkan rendahnya keterampilan komunikasi ilmiah dan hasil belajar kognitif peserta didik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui penerapan multimedia interaktif berbasis Articulate Storyline terhadap peningkatan keterampilan komunikasi ilmiah serta hasil belajar kognitif peserta didik dalam pelajaran sistem ekskresi. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain non-equivalent control group. Terdapat 60 peserta didik kelas VIII sebagai subjek penelitian yang dibagi secara purposive menjadi kelompok eksperimen maupun kontrol. Instrumen penelitian meliputi rubrik penilaian keterampilan komunikasi ilmiah dan tes hasil belajar kognitif. Diperoleh hasil yang membuktikan terdapat peningkatan keterampilan komunikasi ilmiah dan hasil belajar kognitif yang mencolok pada kelompok eksperimen daripada kontrol. Menurut hasil independent sample t-test dihasilkan sig. Mencapai 0,000 0,05, menegaskan bahwa ada perbedaan mencolok pada kedua kelas. Hasil ini mengindikasikan Articulate Storyline sebagai multimedia interaktif efektif terhadap peningkatan kemampuan berkomunikasi ilmiah maupun hasil belajar kognitif peserta didik. Oleh karena itu, Articulate Storyline dapat menjadi alternatif dalam pembelajaran IPA yang lebih interaktif dan bermakna. Kata kunci: Multimedia interaktif; Articulate Storyline; keterampilan komunikasi ilmiah; hasil belajar; sistem ekskresi
PENGEMBANGAN MEDIA CHARTA INTERAKTIF SUB MATERI ANATOMI ORGAN PENDENGARAN MANUSIA PADA PEMBELAJARAN IPA Adinda Diva Humaira; Yudha Irhasyuarna; Sauqina Sauqina
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v7i2.6300

Abstract

Media charta interaktif merupakan media pembelajaran berupa gambar yang bisa dipahami peserta didik karena dapat memvisualisasi sesuatu yang akan dijelaskan dengan lebih konkrit dan realistis. Materi anatomi organ pendengaran manusia berkarakteristik faktual tetapi tidak tervisualisasi. Dengan begitu diperlukan media agar materi bersifat kongkret dan mudah dipahami. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menganalisis validitas, kepraktisan, serta keefektifan media pembelajaran charta interaktif sub materi anatomi organ pendengaran manusia pada pembelajaran IPA. Penelitian ini menggunakan metode RD (Research and Development) dan model pengembangan FOUR-D yang terdiri 4 tahap (Define, Design, Develop, Disseminate), namun hanya sampai 3 tahap saja untuk diuji kelayakan. Hasil pengembangan charta interaktif ini diuji kelas sebanyak 33 orang peserta didik kelas VIII C SMPN 2 Banjarmasin. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif yang meliputi analisis validitas Aiken's V, analisis kepraktisan menggunakan persentase dan analisis keefektifan menggunakan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media charta interaktif yang dikembangkan mendapat skor validitas sebesar 86%, skor kepraktisan guru 100%, peserta didik 92%, dan keefektifan 97%. Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa media pembelajaran charta interaktif sub materi anatomi organ pendengaran manusia pada pembelajaran IPA dinyatakan layak dan dapat digunakan dalam pembelajaran.