Novenna Citrasari Muria Wijaya
Institut Islam Mamba’ul ‘Ulum Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Manajemen Administrasi Kurikulum Sekolah Berframework International Baccalaurate (IB) di SD Al Firdaus Surakarta Meti Fatimah; Novenna Citrasari Muria Wijaya; Rudiyanto Rudiyanto
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 3 No. 4: Mei 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v3i4.3279

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana manajemen administrasi kurikulum pada sekolah dasar yang berbasis IB (International Baccalaureate) di SD Al Firdaus Surakarta Proses manajemen administrasi kurikulum di dalam sekolah memiliki peranan yang amat vital agar tujuan pendidikan di sekolah dapat tercapai secara efektif dan efisien, karena bagaimanapun sekolah merupakan suatu sistem yang didalamnya melibatkan berbagai komponen dan sejumlah kegiatan yang perlu dikelola dengan baik dan tertib. Satu diantara hal vital tersebut adalah pengelolaan administrasi kurikulum. Prinsip dasar dari pengelolaan administasi kurikulum ini adalah berusaha agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) perencanaan pembelajaran IB di SD Al Firdaus Surakarta; (2) pelaksanaan pembelajaran IB di SD Al Firdaus Surakarta; (3) evaluasi pembelajaran IB di SD Al Firdaus Surakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Perencanaan pembelajaran IB di SD Al Firdaus Surakarta secara umum meliputi : (a) Perencanaan pembelajaran dilakukan dengan strategi collaborative planning; (b) Semua guru terlibat dalam menetapkan central idea kurikulum, mendiskusikan bagaimana cara terbaik untuk membawa inkuiri ke dalam ide tersebut di kelas serta menemukan cara memenuhi kebutuhan dan kepentingan setiap siswa; (c) Perencanaan dilaksanakan dalam tiga tahap; (d) Semua pihak dapat dilibatkan dalam proses perencanaan; (2) Pelaksanaan pembelajaran IB di SD Al Firdaus Surakarta secara umum meliputi : (a) Pelaksanaan pembelajaran menggunakan pendekatan inkuiri; (b) Tahap melaksanakan pembelajaran secara umum harus memiliki Tuning in, finding out, reflection dan taking action; (c) Aktifitas pembelajaran yang dilakukan harus berpusat kepada siswa dan dilaksanakan secara transdisipliner; (3) Evaluasi pembelajaran IB di SD Al Firdaus Surakarta secara umum meliputi :Jenis penilaian yang dilakukan ada dua, yaitu penilaian formatif dan penilaian sumatif.
Pentingnya Asesmen Dalam Menyusun Program Pembelajaran Di Sekolah Inklusi SD Al Firdaus Surakarta Novenna Citrasari Muria Wijaya; Achmad Rasyid Ridha
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 2 (2024): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/k2sy4550

Abstract

Education in inclusive schools has its own characteristics that distinguish it from regular schools. In inclusive schools, diverse students both regular students and children with special needs—learn together in the same environment. This condition requires teachers to have adaptive learning strategies so that all students can be served well. Therefore, assessment is a crucial step that must be taken, because through assessment, teachers can understand the needs, potential, and learning obstacles of each child. This is in line with the practices implemented at Al Firdaus Elementary School, Surakarta, as one of the inclusive schools that consistently develops equality-based educational services. This study used a descriptive qualitative approach with observation and interview methods. The research subjects included the Inclusion Coordinator, Class Teachers, and Special Assistant Teachers (GPK) at Al Firdaus Elementary School, Surakarta. The results show that assessment is a fundamental aspect in developing learning programs. Through assessment, teachers can design learning activities that are appropriate to the needs of each child, so that learning can be optimally enjoyed by all students, both regular and special needs. Assessments at Al Firdaus Elementary School in Surakarta are conducted twice a year, at the beginning of the new school year and at the beginning of each semester. Assessment results serve a dual purpose: as a guideline for identifying a child's disability and as a basis for developing a Smart Plan for each semester. Thus, assessments serve not only as a measuring tool but also as a key foundation for designing inclusive, adaptive, and equitable learning programs. Abstrak Pendidikan di sekolah inklusi memiliki karakteristik tersendiri yang membedakannya dengan sekolah reguler. Di sekolah inklusi, peserta didik yang beragam—baik siswa reguler maupun anak berkebutuhan khusus—belajar bersama dalam satu lingkungan yang sama. Kondisi ini menuntut guru untuk memiliki strategi pembelajaran yang adaptif agar semua siswa dapat terlayani dengan baik. Oleh karena itu, asesmen menjadi langkah penting yang harus dilakukan, karena melalui asesmen guru dapat memahami kebutuhan, potensi, serta hambatan belajar masing-masing anak. Hal ini sejalan dengan praktik yang diterapkan di SD Al Firdaus Surakarta sebagai salah satu sekolah inklusi yang konsisten mengembangkan layanan pendidikan berbasis kesetaraan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi dan wawancara. Subjek penelitian meliputi Koordinator Inklusi, Guru Kelas, dan Guru Pendamping Khusus (GPK) di SD Al Firdaus Surakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen menjadi aspek fundamental dalam penyusunan program pembelajaran. Melalui asesmen, guru dapat merancang kegiatan belajar yang sesuai dengan kebutuhan setiap anak, sehingga pembelajaran dapat dinikmati secara optimal oleh seluruh siswa, baik reguler maupun berkebutuhan khusus. Asesmen di SD Al Firdaus Surakarta dilakukan dua kali dalam setahun, yaitu pada awal tahun ajaran baru dan awal semester. Hasil asesmen berfungsi ganda: sebagai pedoman untuk mengidentifikasi jenis disabilitas yang dimiliki anak, sekaligus sebagai dasar penyusunan Smartplan pembelajaran untuk setiap semester. Dengan demikian, asesmen tidak hanya berperan sebagai alat ukur, tetapi juga menjadi fondasi utama dalam merancang program pembelajaran yang inklusif, adaptif, dan berkeadilan.