Dampak dari perubahan tren teknologi memiliki implikasi mendalam tidak hanya untuk bisnis dan entitas komersial lainnya, tetapi juga untuk instansi pemerintahan. Sebagai organisasi nirlaba, BSIP (Badan Standardisasi Instrumen Pertanian) juga berkoordinasi untuk mengikuti perkembangan dunia teknologi yang sangat dinamis. Langkah transformatif yang digagas BSIP adalah meningkatkan kapasitas institusi melalui pengembangan sumber daya manusia. Pengembangan sumber daya manusia BSIP bertujuan untuk menguasai 10 (sepuluh) kompetensi yang diidentifikasi paling diperlukan untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi pada tahun 2025, menurut studi World Economic Forum 2020. Sebagai UPT (Unit Pelaksana Teknis) di bawah Kementerian Pertanian, BSIP sangat erat hubungannya dengan perkembangan dunia teknologi dengan tujuan penyusunan kebijakan teknis perencanaan dan program, perumusan, penerapan, dan pemeliharaan, serta harmonisasi standar instrumen pertanian dimana sangat dibutuhkannya kompetensi yang relevan di industry 4.0. Penelitian ini bertujuan untuk merancang startegi pengembangan sumber daya manusia pegawai BSIP dalam menguasai 10 (sepuluh) kompetensi yang relevan dengan perkembangan teknologi hingga tahun 2025 (WEF, 2020). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dimana pengumpulan data melalui wawancara dan studi dokumen. Wawancara menggunakan Teknik Purposive Sampling, yaitu dilakukan kepada pihak-pihak yang dinilai paling menguasai masalah yang diteliti. Analisis data dilakukan mereduksi hasil wawancara, lalu disajikan dan disimpulkan. Studi dokumen dilakukan dengan mengkaji informasi-informasi dari berbagai sumber baik dari internet maupun dari dokumen-dokumen instansi.