Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PEMANFAATAN BUAH DAN SAYUR SEBAGAI SUMBER ENERGI ALTERNATIF PEMBUATAN BIO- BATERAI DI SDN PAREREJO 01 Ira Ayu Safitri; Riyanto Riyanto; Dian Fitri Argarini
JPM PAMBUDI Vol 7 No 02 (2023): JPM Pambudi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P2M) IKIP Budi Utomo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/pambudi.v7i02.4015

Abstract

Batteries are a source of electrical energy that is widely used in everyday life. Batteries contain heavy metals which are not environmentally friendly and therefore have the potential to cause environmental pollution. One solution that can be done, namely using fruit and vegetables as alternative energy, is still not done optimally. Alternative energy is environmentally friendly energy obtained from materials that have never been used before. The fruits and vegetables used in practice are as follows: potatoes, tomatoes, and limes. The methods used in this service activity are; the practice of creating electrical circuits directly using fruit and vegetables as an energy source. From the results of the practice it can be concluded that fruit and vegetables can be used as an alternative energy source for bio-batteries.
ANALISIS KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA SLOW LEARNING DI SEKOLAH DASAR Sri Wahyu Setyaningsih; Dian Fitri Argarini
Jurnal Ilmiah Matematika Realistik Vol. 6 No. 1 (2025): JURNAL ILMIAH MATEMATIKA REALISTIK
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/ji-mr.v6i1.275

Abstract

Siswa slow learning merupakan siswa dengan keterlambatan belajar yang diakibatkan karena memiliki kecerdasan dibawah rata-rata. Sehingga siswa menghadapi kesulitan di bidang akademik, salah satunya pada mata pelajaran matematika. Maka dari itu, diperlukan adanya analisis kesulitan belajar matematika siswa slow learning agar guru bisa melakukan kegiatan belajar mengajar dengan strategi pembelajaran yang sesuai. Penelitian ini ditujukan untuk menjelaskan bagaimana kesulitan belajar matematika yang dihadapi siswa slow learning. Metode kualitatif diterapkan sebagai metode penelitian di penelitian kali ini. 3 orang siswa kelas 2 sekolah dasar yang termasuk slow learning dijadikan subjek penelitian ini. Untuk mengambil data, penelitian ini menggunakan instrumen berupa soal tes dan lembar observasi. Hasil penelitian yang didapatkan adalah siswa slow learning kesulitan untuk memahami soal, kesulitan untuk melakukan operasi hitung dan juga kesulitan untuk memecahkan masalah matematika. Faktor penyebab siswa slow learning mengalami kesulitan dalam belajar matematika diantaranya yaitu siswa tidak menunjukkan minat terhadap pelajaran matematika, siswa membutuhkan dorongan terus menerus dan siswa menunjukkan perilaku gelisah atau tidak fokus.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MASALAH ETNOMATEMATIKA Ainin Dina Dwi Ikrimah; Dian Fitri Argarini
Jurnal Ilmiah Matematika Realistik Vol. 6 No. 1 (2025): JURNAL ILMIAH MATEMATIKA REALISTIK
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/ji-mr.v6i1.354

Abstract

Etnomatematika mengaitkan konsep matematika dengan budaya lokal, membantu siswa belajar dari konteks budaya mereka dan meningkatkan pemahaman matematika. Siswa sering kesulitan menghubungkan ide-ide matematika dengan kehidepan sehari-hari, yang menghambat pemahaman mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kemampuan siswa untuk berpikir kritis ketika mereka menyelesaikan masalah matematika yang berbasis budaya dan kontekstual. Penelitian ini diharapkan dapat mendorong siswa untuk lebih termotivasi dalam berpikir kritis, mengevaluasi pilihan, dan menyelesaikan masalah secara mandiri. Studi ini melihat keterampilan berpikir kritis siswa dalam memecahkan masalah matematika berbasis etnomatematika; subjekya adalah tiga siswa kelas VIII yang dipilih secara purposive. Instrument utama terdiri dari tes berpikir kritis yang berfokus pada kenteks budaya local dan wawancara semi-terstruktur untuk menggali proses berpikir kritis. Analisis data dilakukan secara tematik dan divalidasi melalui triangulasi untuk memastikan akurasi dan menghindari bias subjektif. Ketiga siswa menunjukkan kemampuan berpikir kritis yang baik dan menyelesaikan soal etnomatematika dengan kemampuan mengidentifikasi masalah, memberikan penalaran, mengevaluasi solusi, dan menarik kesimpulan logis yang terintegrasi dengan konteks budaya local, seperti desain batik. Hasil ini mendukung hipotesis bahwa pembelajaran matematika kontekstual dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang hubungan antara matematika dan budaya, serta keterampilan pemecahan masalah yang kritis. Etnomatematika efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Oleh karena itu, guru disarankan untuk mengintegrasikan pendekatan ini dalam pengajaran, terutama melalui soal yang berkaitan dengan budaya local, serta menyediakan pelatihan dan kolaborasi dengan pelaku budaya. Penelitian lanjutan juga perlu dilakukan untuk memperluas cakupan subjek dan menggunakan metode observasi guna memahami perkembangan kemampuan berpikir kritis siswa secara lebih mendalam.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MAPPA MATH DALAM MATERI SPLDV Nadia Vita Melati; Dian Fitri Argarini
Jurnal Ilmiah Matematika Realistik Vol. 6 No. 2 (2025): JURNAL ILMIAH MATEMATIKA REALISTIK
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/ji-mr.v6i2.695

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan media pembelajaran interaktif yag diberi nama MAPPA MATH pada materi SPLDV untuk peserta didik kelas IX SMP. Media ini dirancang untuk meningkatkan motivasi dan keatifan peserta didik dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development, dengan model pengembangan ADDIE. Subjek penelitian ini adalah seluruh peserta didk kelas IX yang berjumlah 32 peserta didik. Media ini divalidasi oleh dua ahli yaitu ahli media dan ahli materi. Hasil validasi menunjukkan bahwa media memperoleh skor kevalidan 94,64% dari ahli materi, dan 98,43% dari ahli media, dengan kategori sangat layak. Hasil dari angket kepraktisan yang diberikan kepada peserta didik setelah pembelajaran berlangsung menunjukkan skor 96,33% yang mengindikasikan bahwa media sangat praktis dan disukai peserta didik. Media ini juga memberikan dampak positif terhadap suasana belajar yang semula cenderung pasif menjadi lebih aktif, kominkatif, interaktif, dan kolaboratif.