Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penafsiran Da'i Dalam Tafsir Al-Azhar Rengga Irfan
Al-Kauniyah Vol. 3 No. 1 (2022): Al-Kauniyah
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1173.441 KB) | DOI: 10.56874/alkauniyah.v3i1.876

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk memaparkan bagaimana penafsiran buya Hamka dalam membahas ayat-ayat da'wah yang berbicara seputar da'i dengan menggunakan metode tafsir tematik (maudhu'i). Metode penelitian yang digunakan adalah metodologi kepustakaan (library research) yang bersifat kualitiatif serta memakai metode analisa isi (content analysis) dalam menganalisa ayat-ayat da'wah yang berkaitan dengan da'i tersebut. Adapun hasil penelitian ini adalah pertama, Hamka mengatakan ada sebelas syarat yang harus dimiliki oleh seseorang yang menekuni bidang dakwah. Kemudian, tiga metode dakwah dalam Alquran, yaitu: dakwah dengan kebijaksanaan, dakwah dengan nasehat yang baik dan membantah/mendebat dengan sopan. Kedua, Terdapat beberapa langkah yang dilakukan buya Hamka ketika menafsirkan ayat-ayat seputar da'i, yaitu: Mengambil sumber dari nash dan dalil aqli. Memberikan sub-judul pada tafsirannya. Sedikit memberikan penjelasan makna suku kata dalam ayat. Menerangkan hubungan suatu ayat dengan ayat sebelumnya. Memuat kisah inspiratif. Ketiga, ada enam karakteristik da'i yang muncul pada tafsiran buya Hamka yaitu: Memiliki kesadaran beragama, punya wawasan yang luas, pribadi yang kuat, memiliki budi pekerti yang luhur, tidak mengharapkan imbalan, dan memiliki jiwa persatuan.
THE IMPACT OF SEXUAL VIOLENCE IN THE MEDIA ON MANDAILING NATAL WOMEN Ahmad Salman Farid; Rengga Irfan
KOMUNIKE: Jurnal Komunikasi Penyiaran Islam Vol. 14 No. 2 (2022): Digital Disruption
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/jurkom.v14i2.6104

Abstract

The substance of the news while interpreting the incidents of sexual violence through news content should fulfill the journalistic code of ethics. News of sexual violence in particular, is a news subject that commonly emerges on online media in Mandailing Natal Regency. This research adopts a qualitative method through content analysis of sexual violence news on online media in the Mandailing Natal. The results of this study reveal that the news information released by online media regarding sexual violence has met the norms of journalistic regulations and the journalistic code of ethics. The news also masked the identities of victims of sexual violence. In addition, there were inadequacies in the news material in the form of typos and mixing of facts and opinions. Victims who view news broadcasts of sexual violence are known to have emotional consequences in the form of behavioral and cognitive issues that lead to psychological pressure on victims.
Konsep Perdamaian dalam QS. Al-Hujurat Ayat 9-10 (Analisis Tafsir Al-Misbah Karya M. Quraish Shihab) Rengga Irfan
Al-Kauniyah Vol. 4 No. 2 (2023): Al-Kauniyah
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/alkauniyah.v4i2.1593

Abstract

Sebagai negara majemuk dengan berbagai latar belakang budaya, bahasa dan agama, Indonesia menjadi salah satu negara yang masyarakatnya rentan terhadap konflik internal. Hal itu dapat dilihat dari banyaknya konflik yang terjadi sejak terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Islam sendiri yang menjadi agama yang dianut oleh sebagian besar rakyat Indonesia memiliki acuan dalam penyelesaian konflik atau yang lebih dikenal dengan ishlah atau perdamaian melalui QS. Al-Hujurat ayat 9-10 serta merujuk kepada mufasir Indonesia, M. Quraish Shihab dalam kitabnya Tafsir Al-Misbah. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana penafsiran M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah tentang ishlah pada ayat tersebut serta bagaimana konsep perdamaian yang disuguhkan didalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan library research dan menjadikan Tafsir Al-Misbah sebagai sumber utamanya. Pada penelitian ini ditemukan bahwa M. Quraish Shihab menafsirkan QS. Al-Hujurat ayat 9-10 menggunakan pendekatan tafsir bil ra’yi, ia menjelaskan makna setiap ayat melalui arti kata secara tekstual serta memberikan penjelasan yang dalam terkait kontekstualitas ayat melalui penggunaan bahasa dalam ayat tersebut. Dalam tafsirnya ditemukan konsep perdamaian pada ayat ini berupa: pertama, penguatan keimanan merupakan pondasi dalam meredam konflik. Kedua, penyelesaian konflik harus dilakukan segera serta diatas dasar keadilan. Ketiga, tujuan dari perdamaian itu adalah untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah dan menghindari permusuhan antar umat.