Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Upaya Menurunkan Kejadian Hipertensi Melalui Kegiatan Training Of Trainer Di Kelurahan Pondok Benda Tangerang Selatan Meliana Sari; Muhammad Habib Alvinesar; Rahayu Astuti
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat UBJ Vol. 4 No. 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Lembaga Penelitian Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.66 KB) | DOI: 10.31599/jabdimas.v4i1.463

Abstract

Hypertension is a problem for 1.13 billion people in the world according to who in 2015. Among the efforts to reduce hypertension is the involvement of cadres in providing education in the community. However, the role of cadres has not looked optimal because they do not have enough knowledge about hypertension. The purpose of the Uin Syarif Hidayatullah Public Health Team to conduct Training of Trainer (ToT) is to improve the knowledge and skills of cadres about hypertension in order to support the community. The methods used are the provision of materials, simulations and practices of counseling in the community. The participants involved in this activity were all cadres in RW 09 Pondok Benda Village, South Tangerang. The results obtained a 35% increase in knowledge in cadres about hypertension. ToT activities can help cadres to educate the public about hypertension. So it can reduce the incidence of hypertension. Keywords: Cadres, Hypertension, Training of Trainer Abstrak Hipertensi menjadi masalah 1.13 miliyar orang didunia menurut WHO tahun 2015. Diantara upaya penurunan hipertensi adalah pelibatan kader dalam memberikan edukasi dimasyarakat. Namun, peran kader belum terlihat optimal dikarenakan belum memiliki pengetahuan yang cukup mengenai hipertensi. Tujuan dari Tim Kesehatan Masyarakat UIN Syarif Hidayatullah melakukan kegiatan Training of Trainer (ToT) adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader mengenai hipertensi agar bisa mengdukasi masyarakat. Metode yang digunakan adalah pemberian materi, simulasi dan praktik penyuluhan di masyarakat. Peserta yang terlibat dalam kegiatan ini adalah seluruh kader di RW 09 Kelurahan Pondok Benda, Tangerang Selatan. Hasil yang didapatkan adanya peningkatan pengetahuan sebesar 35% pada kader mengenai hipertensi. Kegiatan ToT dapat membantu kader untuk mengedukasi masyarakat mengenai penyakit hipertensi. Sehingga dapat menurunkan kejadian hipertensi. Kata kunci: Kader, Hipertensi, Training of Trainer
Analisis Spasial Temporal Sosiodemografi Dan Variabilitas Iklim Terhadap Kejadian Tuberkulosis Paru BTA Positif di Provinsi Jawa Barat Tahun 2013-2017 Meliana Sari; Siti Fitriyani
Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jukmas.v5i2.1514

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia. Provinsi Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah kasus TB Paru tertinggi di Indonesia. Diantara berbagai faktor yang memengaruhi kejadian TB adalah aspek keruangan. Penelitian ini merupakan studi ekologi yang bertujuan mengetahui hubungan dan autokorelasi spasial kejadian TB Paru BTA positif dengan variabel sosiodemografi dan variabilitas iklim di Provinsi Jawa Barat tahun 2013-2017. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Spearman, Moran’s I, LISA, dan BiLISA. Hasil penelitian ini menunjukkan tidak terdapat autokorelasi spasial Kejadian TB Paru di provinsi Jawab Barat. Hasil analisis bivariat LISA (BiLISA) menunjukkan terdapat autokorelasi spasial lokal pada variable Rumah Sehat di tahun 2013 TB Paru BTA positif dengan pola acak. Tidak terdapat autokorelasi spasial antara factor sosidemografi lainnya dengan  Kejadian TB Paru positif. Diharapkan kepada Dinas Kesehatan untuk meningkatkan upaya penemuan kasus dan meningkatkan promosi kesehatan terkait penyakit TB Paru, rumah sehat dan perilaku hidup bersih dan sehat pada daerah-daerah dan masyarakat yang berada di lokasi berisiko.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN PELAYANAN ANTENATAL CARE PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI PUSKESMAS SETU TAHUN 2022 Syifa Tati Awalia; Meliana Sari
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 13 No 1 (2022): JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI VOLUME 13 NOMOR 1 TAHUN 2022
Publisher : IAKMI South Tangerang Branch

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58185/jkr.v13i1.34

Abstract

Abstract Latar belakang: Angka kasus kematian ibu hamil terus meningkat pada masa pandemi COVID-19 di berbagai negara termasuk di Indonesia. Ibu hamil merupakan salah satu alah satu kelompok rentan selama Covid19, namun ditemui terjadinya penurunan kunjungan pemanfaatan pelayanan antenatal care di Puskesmas Setu. Tujuan:  Mengetahui faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan antenatal care. Metode: Desain penelitian menggunakan crosssectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berumlah 50 orang ibu hamil trimester III pada rentang bulan Januari-Mei 2022. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan total sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner dengan metode wawancara. Analisis data dengan analisis univariat dan bivariat. Hasil: Ibu hamil yang memanfaatkan pelayanan antenatal care sebanyak 40 orang (80%). Faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan antenatal care yaitu umur (p=0,001), pendidikan (p=0,030), paritas (p=0,000), ketersediaan fasilitas kesehatan lengkap (p= 0,012), pelayanan bidan baik (p=0,021), dan kemudahan informasi baik (p= 0,001). Kesimpulan: Faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan ANC sebagian besar adalah kualitas layanan kesehatan.
FAKTOR RISIKO STUNTING PADA WILAYAH KRISIS AIR DI KECAMATAN PONTANG, KABUPATEN SERANG, BANTEN Meliana Sari
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 14 No 2 (2023): JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI VOLUME 14 NOMOR 2 TAHUN 2023
Publisher : IAKMI South Tangerang Branch

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58185/jkr.v14i2.136

Abstract

Abstract Background: Stunting is one of the problems of child development and growth. Clean water, hygiene, and sanitation are indirect factors that play a role in stunting. Pontang Sub-District, Serang Regency was included in the National Stunting Management Locus in 2021. Another challenge is Pontang Sub-District is predicted to have a clean water crisis in the low to high category. Objective: To determine the relationship between risk factors and the incidence of stunting in Pontang Sub-District. Method: This research was conducted in Domas Village and Pontang Village, Pontang Sub-District, Serang Regency. Data were collected in July 2022. This research used a case-control study design, with a sample size of 47 people from each case and control group. Data were collected using questionnaires and environmental observation sheets using a purposive sampling method. Data analysis used the Chi-Square Test and Odds ratio (OR). Results: The results of the study found that there was a relationship between clean water (OR = 2.8; 95% CI 1.171-6.672), sanitation (OR = 2.84; 95% CI 1.232-6.563), exclusive breastfeeding (OR = 7.35; 95% CI 1.59-8.81) and giving MP-ASI (OR = 2.62; 95% CI 1.029-6.674) with the incidence of stunting. Hygiene, growth and development monitoring, and a history of infectious diseases are not related to the incidence of stunting. Conclusion: Increasing access to clean water, improving sanitation, and education regarding breastfeeding and MP-ASI need to be improved to reduce the incidence of stunting in the Pontang District area. Keywords: Stunting, Breastfeeding, WASH Abstrak Latar belakang: Salah satu masalah yang menjadi tantangan di fase pertumbuhan dan perkembangan anak adalah stunting. Diantara banyak faktor, ketersediaan air bersih, higiene dan sanitasi adalah faktor tidak langsung yang berperan dalam kejadian stunting. Kecamatan Pontang Kabupaten Serang masuk dalam lokus penanganan stunting Nasional tahun 2021. Tantangan lainnya, Kecamatan Pontang diprediksi mengalami krisis ketersediaan air bersih kategori rendah hingga tinggi. Tujuan: Mengetahui hubungan faktor risiko dengan kejadian stunting di Kecamatan Pontang. Metode: Penelitian ini dilakukan di Desa Domas dan Desa Pontang Kecamatan Pontang Kabupaten Serang. Data dikumpulkan pada bulan Juli 2022. Penelitian ini menggunakan desain studi case-control, dengan jumlah sampel sebanyak 47 orang pada masing-masing kelompok kasus dan kontrol. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi lingkungan dan kuesioner melalui pendekatan metode purposive sampling. Analisis data menggunakan Uji Chi-Square dan Odds ratio (OR). Hasil: Hasil penelitian ditemukan terdapat hubungan antara ketersediaan air bersih (OR = 2,8; 95% CI 1,171-6,672), sanitasi (OR = 2,84; 95% CI 1,232-6,563), ASI Eksklusif (OR = 7,35; 95% CI 1,59-8,81) dan Pemberian MP-ASI (OR = 2,62; 95% CI 1,029-6,674) dengan kejadian stunting. Adapun higiene, pemantauan tumbuh kembang dan riwayat penyakit infeksi tidak berhubungan dengan kejadian stunting. Kesimpulan: Peningkatan akses ketersediaan air bersih, perbaikan sanitasi dan edukasi mengenai ASI dan MP-ASI perlu ditingkatkan untuk menurunkan kejadian stunting di wilayah Kecamatan Pontang. Kata kunci: Stunting, ASI Eksklusif, Air, Sanitasi, Higiene
Associated Factors of Obesity among Under-Five Children in Tangerang, Indonesia, 2024 Putri Nabila; Meliana Sari
Mulawarman International Conference on Tropical Public Health Vol. 2 No. 2 (2025): The 4th MICTOPH
Publisher : Faculty of Public Health Mulawarman University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background : The prevalence of obesity in Indonesia continues to rise. Childhood obesity has become one of the major public health concerns, as it affects children’s growth and long-term health status. Objective : This study aimed to determine the factors associated with obesity among under-five children. Research Methods/ Implementation Methods : The study was conducted among children living in the working area of Sukasari Primary Health Centre. This research employed a cross-sectional design involving 110 mothers with under-five children selected through purposive sampling. Data were analysed using the Chi-square test. Results : The results showed that the prevalence of obesity among under-five children was 27.3% (30 children). Hereditary factors, maternal education, maternal occupation, parental income, fast food consumption, consumption of sweet foods and beverages, and snack consumption (p-value < 0.05) were significantly associated with obesity among under-five children. Conclusion/Lesson Learned : Based on these findings, health facilities should strengthen parental education, particularly regarding complementary feeding (MP-ASI), as it plays a crucial role in shaping children’s early eating habits.
Application of Health Promotion Model: Analysis Factors Associated with Physical Activity in Prehypertension Adults Dini Tryastuti; Meliana Sari; Andini Nursyifa Tresna; Fuad Almubarok
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 7 No. 6 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i6.393

Abstract

The 2018 Basic Health Research (Riskesdas), showed that 33.5% of Indonesian adolescents and adults engage in a sedentary lifestyle, marked by insufficient physical activity. A lack of physical activity can lead to health risks, especially complications related to non-communicable diseases. This study aims to determine the relationship between physical activity and its determinants among adults with prehypertension. This study used a quantitative approach with a cross-sectional study design. A total of 262 adults with prehypertension in Ciputat Timur participated in the study, The sampling technique used was purposive sampling. Data were collected using self-administered questionnaires. Data analysis was conducted using the chi-square test to examine the relationship between physical activity and its determinants, and logistic regression to identify predictors of physical activity. The study found that 64.6% of respondents had low physical activity levels. There was a significant relationship between physical activity and factors such as gender, perceived benefits, perceived barriers, self-efficacy, and social support. In conclusion, social support was identified as the most significant determinant of physical activity among adults with prehypertension. These findings may contribute to the development of interventions and strategies aimed at promoting physical activity participation among adults.