Cut Mutia Tatisina
Politeknik Kesehatan Kemenkes Maluku

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Edukasi Perilaku "Buka Jendela Setiap Pagi: Upaya Optimalisasi Pencahayaan Alami dan Ventilasi dalam Memutus Rantai Penularan Tuberkulosis di Tingkat Keluarga Wa Rina; Cut Mutia Tatisina
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i3.4676

Abstract

Mengingat tingginya angka kejadian dan penularannya di lingkungan keluarga, tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Kondisi rumah yang tidak sehat adalah salah satu faktor yang memengaruhi penyebaran TB, terutama kurangnya ventilasi dan pencahayaan alami. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya membuka jendela setiap pagi untuk memaksimalkan pencahayaan dan ventilasi alami untuk menghentikan rantai penularan TB di tingkat keluarga. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Mei 2026 di RT 013 Desa Waiheru Kota Ambon dan menargetkan 44 kepala keluarga. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan berupa survei lokasi, koordinasi dengan mitra, dan penyusunan media edukasi, serta tahap pelaksanaan berupa penyuluhan, diskusi interaktif, dan pembagian leaflet edukasi kesehatan lingkungan. Hasil pendataan menunjukkan bahwa kondisi lingkungan rumah yang berpotensi menyebabkan penularan TB termasuk 37 kepala keluarga (84,1%) dalam kategori risiko rendah dan 7 kepala keluarga (15,9%) dalam kategori risiko tinggi. Faktor risiko tinggi termasuk kurangnya ventilasi, kurangnya pencahayaan alami, dan jendela yang tidak dibuka secara rutin. Setelah kegiatan edukasi selesai, masyarakat lebih memahami pentingnya meningkatkan kualitas udara rumah dan membuka jendela setiap pagi sebagai cara preventif untuk mencegah TB. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan lingkungan berbasis keluarga dapat menjadi salah satu metode promotif dan preventif yang efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya rumah sehat untuk membantu mengendalikan tuberkulosis di rumah masyarakat. Rekomendasi untuk kegiatan pengabdian masyarakat selanjutnya yakni melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala terhadap perubahan perilaku masyarakat setelah kegiatan edukasi, khususnya kebiasaan membuka jendela setiap pagi, meningkatkan ventilasi, dan memanfaatkan pencahayaan alami di rumah. Evaluasi ini dapat dilakukan dengan menggunakan observasi rumah dan pengukuran kondisi lingkungan sebelum dan beberapa bulan setelah intervensi, sehingga efektivitas pendidikan dalam membentuk perilaku hidup sehat dan mendukung pencegahan penularan tuberkulosis di tingkat keluarga dapat ditunjukkan secara lebih komprehensif.