Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

من مشكلات المعنى في علم الدلالة والمعاجم: Permasalahan Makna dalam Ilmu Dalalah Hasan Abidin; Hasan
Jiluna Arabiyah: Jurnal Bahasa Arab dan Pendidikan Bahasa Arab Vol 1 No 1 (2023): Jiluna Arabiyah
Publisher : STAI At-Tahdzib Rejoagung Ngoro Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61181/jilunaarabiyah.v1i1.357

Abstract

Istilah ‘ilm al-dilalah atau semantik dalam bahasa Indonesia dan semantics dalam bahasa Inggris, berasal dari bahasa Yunani sema (nomina) yang berarti tanda atau lambang atau semanio (verba) yang berarti menandai, berarti, atau melambangkan. Dalam sumber lain, disebutkan, kata semantik itu berasal dari bahasa Yunani, semantike, bentuk muannats dari semantikos, yang berarti menunjukkan, memaknai, atau to signify. Dalam kamus linguistik memberikan pengertian ilmu semantik, (1) Bagian struktur bahasa yang berhubungan dengan makna ungkapan dan juga dengan struktur makna wicara. (2) sistem dan penyelidikan makna dan arti dalam suatu bahasa dan bahasa pada umumnya. Semantik merupakan salah satu bagian dari tata bahasa yang meliputi fonologi, tata bahasa, dan semantik. Semantik diartikan sebagai ilmu bahasa yang mempelajari makna. Dalam bahasa Arab, ‘ilm- ad-dilalah terdiri atas dua kata: ‘ilm yang berarti ilmu pengetahuan, dan al-dilalah, yang berarti penunjukkan atau makna. Jadi, ‘ilm al-dilalah menurut bahasa adalah ilmu pengetahuan tentang makna.
Assistance in the Preparation of Work Programs for Intra-Madrasah Student Organization through Basic Student Leadership Training at Madrasah Aliyah Al-Anwar Cangkringrandu Perak Jombang Sutrisno; Ali Audah; Hasan Abidin; Choirul Anam; Muhamad Taufiq Firmansyah
Ihsanniat: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2026): Ihsanniat
Publisher : LP3M STAI At-Tahdzib Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61181/mhncp482

Abstract

Intra-Madrasah Student Organization (Organisasi Siswa Intra Madrasah/OSIM) is a strategic instrument in developing student leadership and character in the madrasah environment. OSIM's effectiveness is hampered by the limited capacity of administrators to develop systematic and contextual work programs. This Community Service (Pengabdian Kepada Masyarakat/PKM) activity aims to improve the leadership and managerial competencies of OSIM administrators at Madrasah Aliyah (MA) Al-Anwar Cangkringrandu Perak Jombang. The activity was carried out by mentoring the preparation of work programs integrated with Basic Student Leadership Training (Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa/LDKS) activities. A participatory-educational approach was applied by actively involving OSIM administrators in the process of needs analysis, vision-mission formulation, activity planning, and the preparation of evaluation indicators. The results of the mentoring showed a significant increase in the conceptual understanding of student leadership and the technical ability to develop work programs that are structured, realistic, and oriented to the needs of the madrasah. The resulting work program has gone through a process of presentation and joint reflection, receiving a positive response from OSIM supervisors and the madrasah. This activity proves that the integration between leadership value development and organizational technical mentoring can optimize OSIM's role as a student leadership laboratory, and support the creation of sustainable student organization governance in the madrasah.
The Urgency of Arabic Language Learning Media in the Digital Age Hasan Abidin; Sutrisno
Jiluna Arabiyah: Jurnal Bahasa Arab dan Pendidikan Bahasa Arab Vol 3 No 2 (2025): Jiluna Arabiyah
Publisher : STAI At-Tahdzib Rejoagung Ngoro Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61181/cmspej78

Abstract

This article discusses the urgency of using digital learning media in Arabic language teaching in the digital era, which has fundamentally changed the educational landscape and demands significant adaptations in learning methods and media. Arabic, as a language of religious, cultural, and global significance, faces unique challenges in its learning amidst the learning style preferences of a contemporary, technology-savvy generation. The study focuses on the impact of digital media, identifying its opportunities and challenges, and reviewing successful implementations at various levels of education. The study’s findings illustrate that digital learning media not only enhance motivation and accessibility but also personalize and enrich the Arabic language learning experience. Success depends heavily on a holistic implementation strategy, including teacher competency development, equitable infrastructure provision, and relevant content design. The study confirms that digital media is not merely a complementary tool but an essential component for ensuring the relevance and effectiveness of Arabic language learning in the future.
Pendampingan Penerjemahan Kitab Akhlaqul Banat Juz 1 bagi Santriwati Pondok Pesantren Al-Ghozaliyah Jombang Yayat Dimyati; Hanik Latifah; Zainal Fanani; Ibnu Mas'ud Luthfi; Hasan Abidin
Ihsanniat: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2025): Ihsanniat
Publisher : LP3M IAI At-Tahdzib

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61181/fembg802

Abstract

Artikel ini melaporkan hasil pendampingan penerjemahan kitab Akhlaqul Banat Juz 1 untuk santriwati di Pesantren Al-Ghozaliyah Jombang. Latar belakang kegiatan ini adalah rendahnya keterampilan membaca dan penerjemahan kitab kuning secara mandiri di kalangan siswi jenjang pemula. Program ini bertujuan untuk memberikan metodologi penerjemahan yang sistematis, melatih kemampuan bahasa Arab, dan meningkatkan pemahaman santriwati terhadap isi kitab akhlak. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif melalui ceramah interaktif, latihan penerjemahan ayat demi ayat, diskusi kelompok kecil, dan evaluasi berkala. Hasil pendampingan menunjukkan peningkatan kemampuan santriwati dalam hal pemahaman kosakata, tata bahasa Arab dasar, dan keberanian untuk mempresentasikan hasil terjemahan di kelas. Selain itu, terjadi perubahan sikap yang positif berupa peningkatan motivasi untuk mempelajari kitab kuning dan kesadaran akan pentingnya moral dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini merekomendasikan perlunya tindak lanjut berupa program pembiasaan halaqah tarjim mingguan agar keterampilan yang diperoleh dapat dipertahankan secara berkelanjutan.
Integration of Islam and Science in Interdisciplinary Islamic Studies Hasan Abidin
Ats-Tsaqofi: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Vol 7 No 1 (2025): Ats-Tsaqofi
Publisher : Institut Agama Islam At-Tahdzib

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61181/ats-tsaqofi.v6i2.527

Abstract

Science plays a crucial role in Islam. No other religion, and no holy book like the al-Qur’an, places such a high value on knowledge and commands its adherents to seek it. Islam is a religion of salvation that does not separate knowledge into dichotomous boxes. Islam should not be separated from science; instead, it should be integrated. Everything in the universe, including human creation and culture, essentially belongs to and originates from Allah. Science and technology are developing rapidly. Allah has provided humans with the tools of reason and senses to produce knowledge, as well as the universe and its contents. All of this serves the purpose of science and technology, which are based on religion. Science, as it develops, can originate from religious, rational, empirical sources, or a combination of all three. The integration of Islamic religious knowledge with science, or vice versa, implies that all knowledge ultimately originates from Allah. All manifestations of knowledge are ultimately aimed at serving God Almighty.