Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Permainan Bombik (Permainan Bongkar Pasang) Untuk Meningkatkan Kemampuan Berfikir Simbolik Wahyuningsih; Sulistianingsih; Lina Marliani; Hara Permana
Jurnal Wawasan Nusantara, Scope Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Wawasan Nusantara
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahannya yakni masih banyak anak yang belum bisa mencapai indikator kemampuan kognitif, dan masih ada anak yang kesulitan berfikir simbolik. Karena ada alasan yang mengarah pada fakta bahwa situasi awal untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak tidak secara optimal sesuai dengan proses pembelajaran tradisional, yaitu guru masih menggunakan lingkungan buku yang jenuh. Tujuannya adalah untuk mengevaluasi efek dari intervensi terhadap variabel yang diukur. Data yang dikumpulkan adalah hasil tes berfikir simbolik sebelum dan sesudah menggunakan Permainan Bombik. Hal ini ditunjukan diperolehnya nilai Sig adalah 0,000 < 0,05. Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra eksperimen. Rancangan penelitian ini mengkaji keefektifan penerapan Permainan Bombik terhadap kemampuan berfikir simbolik pada anak Kelompok A di TK Islam Al-Jazuli Kecamatan Losari Kabupaten Brebes. Desain penelitian ini Merupakan One Group Pretest-Posttest Design.  Penelitian one group pretest-posttest Merupakan jenis penelitian ekperimental dimana satu kelompok subjek diukur pada dua waktu yang berbeda: sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) dijadikan intervensi tertentu. Kemampuan berfikir simbolik sebelum penerapan permainan bombik di TK Islam Al-Jazuli Brebes dapat dilihat dari nilai kemampuan hasil tes dengan persentase sebesar 44,23% dan termasuk dalam ketegori rendah. Kemampuan berfikir simbolik setelah menggunakan permainan bombik di TK Islam Al-Jazuli Brebes. Hal ini terlihat hasil yang sangat baik, dimana siswa tampak antusias dalam pembelajaran berhitung bilangan, dalam mengenalkan konsep bilangan dan mengenal lambang bilangan dengan sebelum menggunakan permainan bombik. dapat dari hasil pengolahan data dapat dibuktikan 71,67% dengan interpretasi sangat baik
Total Quality Management as a Strategic Framework for Improving Teacher Professionalism and Student Outcome Efrita Norman; Syamsul Anwar; Lina Marliani; Yanti Hasbian; Juliana Wahid
JUMPA : Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/jumpa.v7i1.14960

Abstract

This study examines how Total Quality Management (TQM) functions as a strategic framework for improving teacher professionalism and student learning outcomes. Educational institutions increasingly struggle to align management practice with effective teaching and meaningful student development. The study employed a qualitative case study design at an Islamic high school to explore TQM implementation in depth. Data were collected through observation, interviews with teachers and school leaders, and document analysis, then analyzed using an interactive model of data reduction, display, and verification. The findings indicate that the transformation of teaching practice under TQM is reflected in student-centered planning, reflective teaching, and a collaborative culture among educators. TQM also strengthens teacher professionalism through continuous learning, peer collaboration, and greater accountability in teaching. The study further finds that TQM fosters student character development, particularly discipline, responsibility, and independent learning. Taken together, these three findings show that TQM operates as an integrated system linking management practice with pedagogical improvement and student development. The main implication of this study for educational management is that teacher professionalism is the decisive pathway through which quality management reaches students, so schools seeking durable improvement should invest in the professional systems that mediate quality rather than in procedural compliance alone.