Satriawan Satriawan
Universitas Islam Negeri Mataram

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Manajemen Mutu Perencanaan Anggaran dan Keuangan di Lembaga Pendidikan Islam Nesta Nesta; Satriawan Satriawan; S. Ali Jadid Idrus; Maimun Maimun
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4b (2025): Edisi Khusus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4b.4354

Abstract

Pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan moral bangsa serta mencetak generasi unggul secara intelektual dan spiritual. Penelitian ini membahas pentingnya manajemen mutu dalam perencanaan dan pengelolaan keuangan pada lembaga pendidikan Islam sebagai upaya meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan kualitas layanan pendidikan. Perencanaan anggaran yang matang, partisipatif, berbasis data, dan selaras dengan prinsip-prinsip syariah menjadi fondasi utama pengelolaan keuangan yang akuntabel dan transparan. Selain itu, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi keuangan yang sistematis mendukung integritas lembaga dan mencegah penyalahgunaan dana. Penelitian ini juga menyoroti tantangan yang dihadapi, seperti keterbatasan sumber daya manusia, sistem administrasi, dan anggaran operasional, serta strategi peningkatan mutu melalui pelatihan, digitalisasi sistem keuangan, dan inovasi pendanaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa manajemen mutu keuangan bukan sekadar prosedur administratif, melainkan komponen integral dalam peningkatan kualitas pendidikan Islam yang profesional, akuntabel, dan berkelanjutan.
Kepemimpinan Visioner Dalam Pengembangan Lembaga Pendidikan Islam (Studi Kasus Yayasan Pondok Pesantren Pondok Tahfidz Baqiyatussalaf Rumah Qur’an Nahdlatul Wathan Lombok) Satriawan Satriawan; S. Ali Jadid Idrus; Ahyar Ahyar
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4b (2025): Edisi Khusus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4b.4487

Abstract

Kepemimpinan visioner merupakan faktor strategis dalam menentukan arah, keberlanjutan, dan mutu pengembangan lembaga pendidikan Islam di tengah dinamika perubahan sosial, budaya, dan globalisasi pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep, praktik, dan implikasi kepemimpinan visioner dalam pengembangan lembaga pendidikan Islam dengan studi kasus di Yayasan Pondok Tahfidz Baqiyatussalaf Rumah Qur’an Nahdlatul Wathan Lombok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melalui teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan visioner di yayasan tersebut diwujudkan melalui perumusan visi keislaman yang futuristik, penguatan budaya organisasi Qur’ani, pengelolaan sumber daya manusia secara partisipatif, serta pengembangan inovasi kelembagaan yang adaptif terhadap tuntutan zaman. Kepemimpinan visioner tidak hanya berperan sebagai pengarah kebijakan kelembagaan, tetapi juga sebagai kekuatan moral dan inspiratif dalam menjaga identitas keislaman sekaligus mendorong profesionalisme pengelolaan pendidikan. Dengan demikian, kepemimpinan visioner menjadi pilar utama dalam pengembangan lembaga pendidikan Islam yang berkelanjutan, berkarakter, dan berorientasi pada peningkatan mutu.
From Linguistic Competence to Communicative Proficiency: An Integrative Approach to Arabic Language in Islamic Higher Education Arfan Hadi; Satriawan satriawan
Dzil Majaz: Journal of Arabic Literature Vol. 4 No. 3 (2026): Articles in Press
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Ulum Banyuanyar, Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58223/dzilmajaz.v4i3.970

Abstract

Arabic language learning in Indonesian Islamic higher education continues to face fundamental challenges, particularly fragmented instruction of language skills, limited integration of linguistic components, and weak connections between Arabic learning materials and students’ academic, Islamic, and social contexts. The integrative method offers a strategic approach by connecting the four language skills (istima’, kalam, qira’ah, and kitabah) with linguistic components, including ashwat (phonology), mufradat (lexicon), sharf (morphology), nahwu (syntax), and dilalah (semantics), as well as Islamic values within a coherent learning framework. This article aims to examine the theoretical and linguistic foundations of the integrative method, analyze its implementation models in Indonesian Islamic universities, and identify implementation challenges and development strategies. The study employs a systematic literature review of relevant scholarly articles and research on Arabic language pedagogy, applied linguistics, and integrative learning. The findings indicate that integrative instruction enhances students’ communicative competence, linguistic accuracy, learning motivation, and ability to connect Arabic with Islamic scholarship and real-life contexts. Four models are identified: integrated four-skills instruction, linguistic-component integration, Islamic content-based integration (al-Madkhal al-Takamuli), and technology- and cross-course integration. Challenges include limited instructor competence, rigid curricula, and inadequate authentic assessment. This study contributes a linguistically grounded framework for curriculum reform and sustainable Arabic language instruction in Islamic higher education.