Ahyar Ahyar
Universitas Islam Negeri Mataram

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Gaya Kepemimpinan Intruksional, Gaya Kepemimpinan Situasional, dan Gaya Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah Terhadap Keberhasilan Kinerja Guru di Gugus 7 Gerung, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat Yolanda Safitri; Nurul Yakin; Ahyar Ahyar
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i1.2996

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Gaya Kepemimpinan Intruksional terhadap Kinerja Guru, pengaruh Gaya Kepemimpinan Situasional terhadap Kinerja Guru, pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformaasional terhadap Kinerja Guru, Pengaruh Gaya Kepemimpinan Intruksional, Situasional dan Transformasional terhadap Kinerja Guru di Gugus 7 Gerung. Jenis penelitian yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah field research yang brsifat statistik deskriptif dengan pendekatan penelitian kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik angket. Populasi dalam penelitian ini yakni seluruh guru SD yang ada di Gugus 7 Gerung, Kecamatan Gerung yang berjumlah sebanyak 69 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Gaya Kepemimpinan Intruksional berpengaruh terhadap Kinerja Guru di Gugus 7 tersebut karena nilai signifikansi (sig) < a atau 0,001 < 0,05 maka H0 ditolak, artinya Gaya Kepemimpinan Intruksionalberpengaruh signifikan terhadap kinerja guru. 2) Gaya Kepemimpinan Situasional berpengaruh terhadap Kinerja Guru di Gugus 7 tersebut karena nilai signifikansi (sig) < a atau 0,001 < 0,05 maka H0 ditolak, artinya Gaya Kepemimpinan Situasional berpengaruh signifikan terhadap  kinerja guru. 3) Gaya Kepemimpinan Transformaasional berpengaruh terhadap Kinerja Guru di Gugus 7 tersebut karena nilai signifikansi (sig) < a atau 0,002 < 0,05 maka H0 ditolak, artinya Gaya Kepemimpinan Transformasional berpengaruh signifikan terhadap  kinerja guru. 4) Adapun secara simultan Gaya Kepemimpinan Intruksional, Situasional dan Transformasional sama-sama mempengaruhi Kinerja Guru di Gugus 7 Gerung.
Kepemimpinan Visioner Dalam Pengembangan Lembaga Pendidikan Islam (Studi Kasus Yayasan Pondok Pesantren Pondok Tahfidz Baqiyatussalaf Rumah Qur’an Nahdlatul Wathan Lombok) Satriawan Satriawan; S. Ali Jadid Idrus; Ahyar Ahyar
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4b (2025): Edisi Khusus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4b.4487

Abstract

Kepemimpinan visioner merupakan faktor strategis dalam menentukan arah, keberlanjutan, dan mutu pengembangan lembaga pendidikan Islam di tengah dinamika perubahan sosial, budaya, dan globalisasi pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep, praktik, dan implikasi kepemimpinan visioner dalam pengembangan lembaga pendidikan Islam dengan studi kasus di Yayasan Pondok Tahfidz Baqiyatussalaf Rumah Qur’an Nahdlatul Wathan Lombok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melalui teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan visioner di yayasan tersebut diwujudkan melalui perumusan visi keislaman yang futuristik, penguatan budaya organisasi Qur’ani, pengelolaan sumber daya manusia secara partisipatif, serta pengembangan inovasi kelembagaan yang adaptif terhadap tuntutan zaman. Kepemimpinan visioner tidak hanya berperan sebagai pengarah kebijakan kelembagaan, tetapi juga sebagai kekuatan moral dan inspiratif dalam menjaga identitas keislaman sekaligus mendorong profesionalisme pengelolaan pendidikan. Dengan demikian, kepemimpinan visioner menjadi pilar utama dalam pengembangan lembaga pendidikan Islam yang berkelanjutan, berkarakter, dan berorientasi pada peningkatan mutu.