Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengolahan Emping Jagung Pada KKS Berbasis Hilirisasi Riset di Desa Dudepo, Gorontalo. Muh Tahir; Marleni Limonu
Beru'-beru': Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): Juli-Oktober 2022
Publisher : Lembaga Penelitian Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/jipm.v1i2.1995

Abstract

Desa Dudepo merupakan wilayah pulau yang terletak di Kecamatan Anggrek, Gorontalo Utara. Kawasan ini dapat ditempuh melalui penyeberangan laut dari pelabuhan Anggrek atau desa Tolango sebagai lokasi penyeberangan terdekat. Dudepo berjarak sekitar 80 km dari Kota Gorontalo ibu kota Provinsi Gorontalo. Penduduk pulau Dudepo memiliki ragam pekerjaan dari pegawai negeri sipil, petani dan nelayan. Seperti halnya pulau lain, Dudepo dikelilingi oleh laut dan memiliki potensi seperti ragam ikan, udang dan kerang. Sedangkan daratannya memiliki tanaman seperti jagung kuning, pisang dan kelapa. Dengan adanya kegiatan KKS ini, komoditi jagung kuning dipilih untuk diolah menjadi makanan yang disebut emping. Tujuan pengolahan emping adalah menambah keterampilan warga desa untuk membuat makanan cemilan dari hasil pertanian. Produk ini diperkenalkan sebagai wujud hilirisasi riset, diversifikasi produk di daerah yang menghasilkan jagung kuning. Tahapan pengolahan meliputi penyiapan bahan jagung bermutu baik, pembersihan biji jagung, perebusan dengan terlebih dahulu mencampur kapur sirih atau CaCO3, pencucian ulang setelah perebusan, pengukusan ulang selama 1-2 jam dengan menacmpur bumbu, blender jagung kukus hingga menjadi remah, membentuk lempengan keripik dan pengeringan, penggorengan emping, pengemasan dan pelabelan. Hasil olahan emping bentuk keripik dalam kemasan menjadi produk yang dapat dipasarkan baik dalam pulau maupun ke luar pulau.
PENDAMPINGAN ANALISIS BIAYA PRODUKSI TAHU PADA UNIT PENGOLAHAN HASIL (UPH) ERO MATE’NE KABUPATEN TAKALAR Muh Tahir; Sri Argo Pradanto; Rizka Aulia Safarni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Pertanian Vol 5, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aimed of this community service activity is to evaluate the tofu production process and determine the production cost and profitability of the Ero Mate'ne Processing Unit (UPH) in Takalar Regency. The activity was conducted from May 20–26, 2026 through field observations, identification of cost components, measurement of production resources, and economic analysis. The results indicated that the total annual production cost reached IDR 2,407,264,750, consisting of fixed costs of IDR 32,666,250 and variable costs of IDR 2,374,598,500. With a production capacity of 3,000 soybean sacks per year, equivalent to 54,000 tofu molds, the production cost was calculated at IDR 44,579 per mold. At a selling price of IDR 50,000 per mold, annual revenue reached IDR 2,700,000,000, generating a profit of IDR 292,735,250 per year or approximately IDR 24,394,604 per month. The findings demonstrate that tofu processing at UPH Ero Mate'ne is economically feasible and profitable, as indicated by a Benefit-Cost Ratio (BCR) of 1.12. Improvements in raw material management, energy utilization, and product distribution efficiency could further enhance business performance and sustainability.