Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penggunaan Pupuk Organik Asal Ternak Sapi pada Kelapa Sawit Umur ≥ 20 Tahun Putri Zulia Jati; Yuhendra; Bagus Dimas Setiawan
Iptekin Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68588/iptekin.v6i1.43

Abstract

Pemupukan tanaman kelapa sawit >20 tahun cenderung dikurangi terutama pupuk anorganik. Penting untuk menggunakan pupuk yang optimal, terutama pupuk organik, agar hasilnya tetap stabil. Kotoran ternak memberikan hasil panen bahan baku pupuk organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kompos padat dan cair terhadap produktivitas tanaman kelapa sawit yang berumur lebih dari 20 tahun. Dengan perlakuan A sebanyak 5 kg kompos padat, perlakuan B sebanyak 3 kg kompos padat, perlakuan C sebanyak 5 liter kompos cair, perlakuan D sebanyak 2,5 liter kompos cair, perlakuan E sebanyak 3 kg kompos padat, dan 2,5 liter kompos padat. kompos cair, dan perlakuan F tanpa pengomposan, penelitian menggunakan rancangan acak lengkap. Produksi TBS, jumlah tandan, berat tandan, waktu terlama antar panen, dan frekuensi panen diukur selama satu tahun. Terdapat lima ulangan untuk setiap perlakuan. Statistik deskriptif dan analisis varian digunakan untuk menganalisis data. Pengamatan menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antar perlakuan dalam pengamatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan kotoran sapi sebagai pupuk tanaman kelapa sawit memberikan hasil panen yang lebih baik dibandingkan tanaman kelapa sawit tanpa penggunaan pupuk organik. Pemberian pupuk padat penyubur hara dalam produksi yang kurang lebih setara dengan produksi kelapa sawit yang tidak diberikan kompos, sedangkan pemupukan dengan 2,5 liter kompos cair menghasilkan hasil tertinggi yaitu 192,6 kg/pohon/tahun. Produksi, trek periode, jumlah tandan, bobot tandan, dan frekuensi panen tidak berbeda nyata antar perlakuan.