Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Lingkungan Perairan pada Kawasan Budidaya Kerang Darah (Anadara Granosa) di Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau Subkhan Riza; Iskandar Putra; Irwan Effendi; Jusup Suprijanto; Ita Widowati
Iptekin Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68588/iptekin.v6i2.85

Abstract

Kabupaten Rokan Hilir merupakan daerah penghasil kerang darah (A. granosa) terbesar di Provinsi Riau dengan produksi sebesar 6.492,47 ton pada tahun 2018. Kegiatan budidaya kerang darah yang tinggi akan berpengaruh terhadap daya dukung perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi eksisting budidaya kerang darah dan menganalisis kualitas perairan pada kawasan budidaya kerang darah di Kabupaten Rokan Hilir. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survey dan eksperimen. Produksi kerang darah di Kabupaten Rokan Hilir saat ini sebesar 6.492,47 ton atau 49,67% dari total 13.072,21 ton produksi perikanan budidaya. Parameter kualitas perairan di kawasan budidaya adalah ; salinitas + 34 ppt, suhu 28,7 - 290C, pH sekitar 8, oksigen terlarut 4,4 – 6,1 mg/l dan alkalinitas 120 – 125 mg/l, berada pada kisaran standar baku mutu yang baik untuk mendukung kehidupan kerang darah. Sedangkan parameter kecerahan berkisar 50,0 – 55,0 cm, berada dibawah standar baku mutu yang dipersyaratkan yakni 60,0 cm. Perairan kawasan budidaya kaya akan plankton yakni Lokasi I : 30.959 ind/l, Lokasi II.A : 15,032 ind/l dan Lokasi II.B :5.011 ind/l sebagai makanan alami bagi pertumbuhan kerang darah. Sampel air menunjukkan hasil negatif terhadap kontaminasi bakteri E. coli, Coliform, dan Salmonella dengan kadar 0 ind/100l dan negatif. Demikian juga dengan kontaminasi pada sampel kerang menunjukkan nilai < 3 dan negatif sehingga aman untuk dikonsumsi. Kadar logam berat timbal (Pb), cadmium (Cd) dan merkuri (Hg) pada sampel air berkisar 0,036 – 0,082 mg/kg dan pada sampel kerang berkisar 0,074 – 0,163 mg/kg berada dibawah baku standar maksimum sehingga aman untuk dikonsumsi. Sampel sedimen dan air di perairan Panipahan diidentifikasikan mengandung mikroplastik berupa nilon, polyethylene dan polypropylene.
Analisis Potensi Pengembangan Komoditas Unggulan Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau: - Subkhan Riza; Gapar Gapar; Rafika Setyawati
Iptekin Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68588/iptekin.v8i1.137

Abstract

The coastal area of Bengkalis Regency is extensive and holds significant potential for aquaculture development; however, much of this potential remains underutilized. The purpose of this research is to: 1) determine the existing condition of potential aquaculture resources, 2) analyze the fisheries sector's contribution to the economy, and 3) identify location-specific superior aquaculture commodities in Bengkalis Regency. This research employed a literature study method. Results indicate that out of 27,775.79 Ha of potential aquaculture land, only 233.22 Ha (8.40%) has been utilized. Specifically for shrimp ponds, only 129.03 Ha (9.06%) of the 1,423.89 Ha potential is in use. Although the fisheries sector's contribution to the Gross Regional Domestic Product (GRDP) from 2019 to 2023 remains relatively small (3.05%–6.22%), the Location Quotient (LQ) value (>1) indicates that fisheries is a base sector in Bengkalis Regency. Furthermore, agglomeration and specialization analyseswith an αit value of ∞ 1, it indicates that aquaculture is concentrated and is a specialized business activity.. The specific superior commodity identified is Vannamei shrimp (Litopenaeus vannamei), which is widely cultivated using intensive technology, efficient production facilities, and feed management..