Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sensor Integration and ARIMA-Based Forecasting in WAQMS for Environmental Monitoring in Riau Province, Indonesia Warnia Nengsih; Cyntia Widiasari; Putri Madhona; Helmi Chazali Lubis; Indra Agus Lukman; T.Marlina Cahyani; Elnovrian Purnama Saghita; Muhammad Saputra; Felix Gary; Eki Haiyal'ulya; Irwan Chandra; Aulia Gusri Pratama; Eka Ariefyanto Putra; Rama Yoedha Satria; Shinta Utiya Syah
Scientific Journal of Informatics Vol. 12 No. 3: August 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sji.v12i3.24742

Abstract

Purpose: This study aims to develop an integrated solution for real-time environmental monitoring in Riau Province, Indonesia, where air and water quality are increasingly impacted by industrial, agricultural, and climatic factors. Existing monitoring systems are often limited by their lack of real-time capabilities and predictive analytics. Methods: To address this, we designed the Water and Air Quality Monitoring System (WAQMS), which integrates sensor-based data acquisition with the Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA) model for forecasting. Sensor units were deployed across three pilot locations—Kampar, Siak, and Pekanbaru—to continuously collect environmental data. The ARIMA model was applied to historical datasets to predict future trends in air and water quality, while a web-based dashboard was developed to visualize real-time data and forecasts. Result: Calibration results showed a system accuracy of 85%, surpassing the national threshold of 75% set by the Indonesian Ministry of Environment and Forestry. This validates the use of WAQMS for Air Pollution Standard Index (ISPU) classification. Novelty: The novelty of this study lies in the seamless integration of AQMS and WQMS within a unified predictive monitoring system, combined with a user-friendly interface for stakeholders. The results demonstrate the system's potential as a decision-support tool for local governments, offering timely insights and enabling more effective and sustainable environmental management.
Analisis Pengelolaan Limbah Kulit Durian di Provinsi Riau Terhadap Potensi Ekonomi dan Dampak Lingkungan Dita Ariyanti; Dino Rimantho; Roni Maryana; Artanti Sekarini; Monalisa Hasibuan; Subkhan Riza; Shinta Utiya Syah
Iptekin Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68588/iptekin.v6i2.87

Abstract

Durian, yang dikenal sebagai "Raja Buah" di Asia Tenggara, memiliki nilai ekonomi yang penting di Indonesia, khususnya di Provinsi Riau. Buah ini tidak hanya menjadi hidangan lokal yang disukai tetapi juga memiliki potensi untuk diekspor dan dikembangkan sebagai objek wisata pertanian. Namun, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Riau menunjukkan adanya fluktuasi luas lahan perkebunan dan tingkat produksi dari tahun 2019 hingga 2022, dengan penurunan luas lahan perkebunan tetapi tingkat produksi yang bervariasi, mencapai puncaknya pada tahun 2022. Fluktuasi ini mempengaruhi pembentukan limbah kulit durian, yang menimbulkan kekhawatiran lingkungan. Studi awal menyarankan bahwa praktik pengelolaan limbah saat ini masih kurang optimal meskipun ada potensi untuk mengubah kulit durian menjadi produk yang berguna seperti pupuk organik atau bahan bakar nabati. Studi ini bertujuan untuk menganalisis luas lahan perkebunan, tingkat produksi, dan pembentukan limbah kulit durian di Riau sambil mengevaluasi sikap dan perilaku konsumen terkait pengelolaan limbah. Studi ini menggunakan metode kuantitatif, seperti pengumpulan data dari BPS dan survei lapangan, serta metode primer seperti kuesioner. Analisis meliputi statistik deskriptif dan uji ANOVA untuk menilai perbedaan pembentukan limbah di berbagai lokasi penjualan. Temuan menunjukkan fluktuasi signifikan dalam luas lahan perkebunan dan produksi, dengan Kabupaten Kampar memimpin dalam kedua kategori tersebut. Tingkat pembentukan limbah yang tinggi menekankan perlunya strategi pengelolaan yang lebih baik. Meskipun survei konsumen menunjukkan kesadaran akan masalah limbah, implementasi praktis masih tertinggal. Penelitian ini memberikan wawasan tentang optimalisasi produksi durian dan pengelolaan limbah, dengan tujuan untuk seimbang antara manfaat ekonomi dan keberlanjutan lingkungan di Provinsi Riau.