Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS POLA KONSUMSI PANGAN NON BERAS SUMBER KARBOHIDRAT DI KECAMATAN MEDAN TUNTUNGAN Monalisa Hasibuan; Satia Negara Lubis; Rahmanta Ginting
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 3, No 10 (2014): Vol 3 No. 10 Oktober 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis keragaman konsumsi pangan non beras sumber karbohidrat (jagung, gandum, ubi, dan kentang) di Kecamatan Medan Tuntungan dan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pola konsumsi pangan non beras di Kecamatan Medan Tuntungan. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode perhitungan kecukupan konsumsi energi berdasarkan acuan PPH ( Pola Pangan Harapan ) dan analisis regresi linier berganda dengan alat bantu SPSS 16. Pengambilan sampel dilakukan dengan motode simple random sampling sebanyak 69 orang. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa PPH (Pola Pangan Harapan) padi-padian adalah 3,05 dan umbi-umbian adalah 0,94 masih berada di bawah PPH (Pola Pangan Harapan) yang dianjurkan yaitu padi-padian adalah 25 dan umbi-umbian adalah 2,5. Hasil estimasi regresi linier berganda menunjukkan bahwa secara serempak variabel pendapatan, jumlah tanggungan, umur, dan tingkat pendidikan berpengaruh nyata terhadap pola konsumsi pangan non beras di Kecamatan Medan Tuntungan. Secara parsial variabel pendapatan dan jumlah tanggungan berpengaruh berpengaruh nyata terhadap pola konsumsi pangan non beras di Kecamatan Medan Tuntungan, sedangkan variabel umur dan tingkat pendidikan berpengaruh tidak nyata terhadap pola konsumsi pangan non beras sumber karbohidrat di Kecamatan Medan Tuntungan.   Kata Kunci : PPH ( Pola Pangan Harapan), Pangan Non Beras  
KAJIAN POTENSI GALIAN MINERAL KAOLIN DI KABUPATEN INDRAGIRI HILIR PROVINSI RIAU Hasibuan, Monalisa; Hadiyanto, Anton Suprojo; Lukman, Indra Agus
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol. 10 No. 1 (2024): JURNAL SELODANG MAYANG
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47521/selodangmayang.v10i1.349

Abstract

Riau Province is rich in natural resources in the form of minerals, coal, oil, gas, and alternative energy sources. For natural resources to be utilized more optimally, careful planning is needed in their management. As is known, wealth in the mining and energy sectors is generally a non-renewable natural resource and therefore needs to be managed properly and correctly, so that it can provide benefits for development and prosperity to the community. The development of minerals, especially non-metallic minerals, needs to be packaged in an integrated systematic manner in the mineral resource management system as one of the basic capital to produce optimal added value to increase regional income in Indragiri Hilir Regency. This research aims to determine the potential distribution of Kaolin mineral minerals obtained from a survey conducted by the Riau Province Energy and Mineral Resources Service in Indragiri Hilir Regency, Riau Province. This research method is based on a study of secondary data obtained from the results of a survey carried out by the Department of Energy and Mineral Resources in 2013. Literature search for journal articles that support this research and statutory regulations. The potential of kaolin minerals in Kab. Indragiri Hilir is located in Lubuk Besar Village, District. Keritang and Sencalang Village, District. Reteh. The total volume of hypothetical kaolin resources at the two locations is 1,100,000 m3. Provinsi Riau kaya akan sumber daya alam berupa bahan galian mineral, batubara, minyak, gas dan sumber energi alternatif. Sumber daya alam agar dimanfaatkan lebih optimal, diperlukan perencanaan yang matang dalam pengelolaannya. Sebagaimana diketahui bahwa kekayaan di sektor pertambangan dan energi pada umumnya merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui, untuk itu perlu dikelola dengan baik dan benar, agar dapat memberikan manfaat bagi pembangunan dan kemakmuran kepada masyarakat. Pengembangan mineral, khususnya mineral non logam perlu dikemas secara sistemis terpadu dalam sistem manajemen sumber daya mineral sebagai salah satu modal dasar untuk menghasilkan nilai tambah secara optimal guna peningkatan pendapatan daerah Kabupaten Indragiri Hilir. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui potensi sebaran galian mineral Kaolin yang diperoleh dari survey yang telah di lakukan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Riau di Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau. Metode penelitian ini berdasarkan kajian data sekunder yang diperoleh dari hasil survey yang dilaksanakan oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral tahun 2013. Penelusuran literatur artikel jurnal yang mendukung penelitian ini dan peraturan perundang-undangan. Potensi mineral kaolin di Kab. Indragiri Hilir terdapat di Desa Lubuk Besar, Kec. Keritang dan Desa Sencalang, Kec. Reteh. Total volume sumberdaya hipotetik kaolin pada kedua lokasi tersebut yaitu 1.100.000 m3.
POTENSI GALIAN MINERAL DI KABUPATEN INDRAGIRI HULU PROVINSI RIAU Hadiyanto, Anton Suprojo; Hasibuan, Monalisa; Agus, Indra
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol. 11 No. 1 (2025): JURNAL SELODANG MAYANG
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47521/selodangmayang.v11i1.366

Abstract

Indragiri Hulu Regency has the potential for mining mineral commodities, tin, clay, kaolin, bentonite, quartz sand, sirtu, marble, andesite, basalt and granite which can be utilized for community welfare. Based on geomorphology, it can be divided into several units, namely: medium to strong wavy anticline hills, weakly wavy anticline hills, and flood plains. The moderately undulating anticlinal hills occupy the Bantang Cenaku, Bantang Gangsal, parts of the district. Peranap and parts of Kec. Seberida. Weakly undulating anticlinal hills cover parts of the district. Raft Kulim, Peranap, Sungai Lala, and parts of the district. West Rengat. Floodplain areas around large rivers. The hilly area is formed by steep slopes and is crossed by rivers with steep river banks composed of volcanic rocks. Primary metal minerals were found in the form of manganese, gold and tin. Gold in the veins is spread (disseminated) in the rock. Other minerals found are tuff, feldspar, granite, basalt, andesite, dacite, marble, quartzite, mica schist, serpentinite, andesite breccia. Kabupaten Indragiri Hulu memiliki potensi komoditas mineral tambang, timah, lempung, kaolin, bentonit, pasir kuarsa, sirtu, marmer, andesit, basal dan granit yang dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat. Bedasarkan Geomorfologi dapat dibagi menjadi beberapa satuan yaitu: perbukitan antiklin bergelombang sedang - kuat, perbukitan antiklin bergelombang lemah, dan dataran banjir. Perbukitan antiklin bergelombang sedang – kuat menempati wilayah Bantang Cenaku, Bantang Gangsal, sebagian wilayah Kec. Peranap dan sebagian Kec. Seberida. Perbukitan antiklin bergelombang lemah meliputi sebagian wilayah Kec. Rakit Kulim, Peranap, Sungai Lala, dan sebagian wilayah Kec. Rengat Barat. Dataran banjir daerah sekitar aliran sungai besar. Wilayah perbukitan dibentuk oleh lereng-lereng yang terjal dan dilewati sungai dengan tebing sungai yang curam disusun oleh batuan gunung api. Ditemukan bahan galian logam primer berupa mangan, emas dan timah. Emas di dalam urat-urat tersebar (disseminated) di dalam batua. Mineral lainnya yang ditemukan yaitu tuf, feldspar, granit, basalt, andesit, dasit, marmer, kuarsit, sekis mika, serpentinit, breksi andesit. Keywords: Minerals, metals, non-metals, geology, mining
Analisis Pengelolaan Limbah Kulit Durian di Provinsi Riau Terhadap Potensi Ekonomi dan Dampak Lingkungan Dita Ariyanti; Dino Rimantho; Roni Maryana; Artanti Sekarini; Monalisa Hasibuan; Subkhan Riza; Shinta Utiya Syah
Iptekin Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68588/iptekin.v6i2.87

Abstract

Durian, yang dikenal sebagai "Raja Buah" di Asia Tenggara, memiliki nilai ekonomi yang penting di Indonesia, khususnya di Provinsi Riau. Buah ini tidak hanya menjadi hidangan lokal yang disukai tetapi juga memiliki potensi untuk diekspor dan dikembangkan sebagai objek wisata pertanian. Namun, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Riau menunjukkan adanya fluktuasi luas lahan perkebunan dan tingkat produksi dari tahun 2019 hingga 2022, dengan penurunan luas lahan perkebunan tetapi tingkat produksi yang bervariasi, mencapai puncaknya pada tahun 2022. Fluktuasi ini mempengaruhi pembentukan limbah kulit durian, yang menimbulkan kekhawatiran lingkungan. Studi awal menyarankan bahwa praktik pengelolaan limbah saat ini masih kurang optimal meskipun ada potensi untuk mengubah kulit durian menjadi produk yang berguna seperti pupuk organik atau bahan bakar nabati. Studi ini bertujuan untuk menganalisis luas lahan perkebunan, tingkat produksi, dan pembentukan limbah kulit durian di Riau sambil mengevaluasi sikap dan perilaku konsumen terkait pengelolaan limbah. Studi ini menggunakan metode kuantitatif, seperti pengumpulan data dari BPS dan survei lapangan, serta metode primer seperti kuesioner. Analisis meliputi statistik deskriptif dan uji ANOVA untuk menilai perbedaan pembentukan limbah di berbagai lokasi penjualan. Temuan menunjukkan fluktuasi signifikan dalam luas lahan perkebunan dan produksi, dengan Kabupaten Kampar memimpin dalam kedua kategori tersebut. Tingkat pembentukan limbah yang tinggi menekankan perlunya strategi pengelolaan yang lebih baik. Meskipun survei konsumen menunjukkan kesadaran akan masalah limbah, implementasi praktis masih tertinggal. Penelitian ini memberikan wawasan tentang optimalisasi produksi durian dan pengelolaan limbah, dengan tujuan untuk seimbang antara manfaat ekonomi dan keberlanjutan lingkungan di Provinsi Riau.