Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Laporan Keberlanjutan, Transfer Pricing, Intensitas Modal, dan Beban Pajak Tangguhan Terhadap Penghindaran Pajak Pada Perusahaan Multinasional Sektor Manufaktur yang Terdaftar di BEI 2021-2024 Megawati Akas; Herman Darwis; Gregorius Jeandry
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8758

Abstract

Megawati Akas, 2026. Pengaruh Laporan Keberlanjutan, Transfer Pricing, Intensitas Modal, dan Beban Pajak Tangguhan terhadap Penghindaran Pajak (Studi Empiris pada Perusahaan Multinasional Sektor Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2021-2024). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh laporan keberlanjutan, transfer pricing, intensitas modal, dan beban pajak tangguhan terhadap penghindaran pajak pada perusahaan multinasional sektor manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan dan laporan keberlanjutan perusahaan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah observasi sebanyak 77 data. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan bantuan software E-Views 12.0. Berdasarkan hasil pemilihan model regresi data panel, model yang digunakan dalam penelitian ini adalah Random Effect Model (REM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa laporan keberlanjutan tidak berpengaruh terhadap penghindaran pajak. Transfer pricing juga tidak berpengaruh terhadap penghindaran pajak. Selain itu, intensitas modal tidak berpengaruh terhadap penghindaran pajak. Sementara itu, beban pajak tangguhan berpengaruh terhadap penghindaran pajak. Hasil uji simultan menunjukkan bahwa laporan keberlanjutan, transfer pricing, intensitas modal, dan beban pajak tangguhan secara bersama-sama tidak berpengaruh terhadap penghindaran pajak. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa variabel independen dalam penelitian ini mampu menjelaskan variabel penghindaran pajak sebesar 10%, sedangkan sisanya sebesar 90% dipengaruhi oleh variabel lain di luar model penelitian.
Faktor-Faktor Penentu Akuntabilitas Kinerja Pemerintah: Dari Anggaran hingga Sistem Pelaporan Zanabel Nuriajan Tauda; Gregorius Jeandry; Sheila Kusumaningrum; Zainuddin Zainuddin
Owner : Riset dan Jurnal Akuntansi Vol. 9 No. 4 (2025): Artikel Riset Oktober 2025
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/owner.v9i4.2771

Abstract

This study aims to analyze the influence of performance-based budgeting, government internal control systems, compliance with laws and regulations, human resource competence, and reporting systems on the performance accountability of government agencies in Ternate City. A quantitative approach was employed using a survey method. Data were collected through questionnaires distributed to 120 respondents from 34 Regional Apparatus Organizations (OPD) selected using purposive sampling. Data were analyzed using multiple linear regression with SPSS. The results reveal that performance-based budgeting and internal control systems have a positive and significant effect on performance accountability. In contrast, compliance with regulations, human resource competence, and reporting systems do not have a significant influence. The model explains 63% of the variance in the dependent variable. The novelty of this research lies in the simultaneous testing of five variables affecting accountability, particularly the inclusion of the reporting system, which has rarely been examined alongside other factors in the context of local governments. These findings emphasize the importance of implementing results-oriented budgeting and effective internal controls to enhance government accountability..
Pengaruh Pengungkapan Environmental, Social and Governance terhadap Volatilitas Harga Saham pada Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di BEI Periode 2020-2024 Titi Rikaini S. Walid; Gregorius Jeandry; Suriana AR Mahdi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10716

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengungkapan Environmental, Social, and Governance (ESG) terhadap volatilitas harga saham pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2024. Volatilitas harga saham merupakan indikator risiko investasi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk informasi non-keuangan seperti pengungkapan ESG. Penelitian ini dilandasi oleh teori sinyal dan teori legitimasi yang menjelaskan bahwa pengungkapan ESG dapat menjadi sarana perusahaan dalam mengurangi asimetri informasi serta meningkatkan kepercayaan investor. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi data panel. Sampel penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling pada perusahaan pertambangan yang memenuhi kriteria penelitian selama periode pengamatan. Variabel independen terdiri atas pengungkapan Environmental, Social, dan Governance, sedangkan volatilitas harga saham digunakan sebagai variabel dependen. Penelitian ini juga menggunakan variabel kontrol berupa firm size, leverage, dan return on assets (ROA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengungkapan Environmental tidak berpengaruh terhadap volatilitas harga saham. Pengungkapan Social juga tidak berpengaruh terhadap volatilitas harga saham. Sementara itu, pengungkapan Governance berpengaruh negatif terhadap volatilitas harga saham. Temuan ini mengindikasikan bahwa aspek tata kelola perusahaan yang baik mampu meningkatkan kepercayaan investor dan menurunkan tingkat ketidakpastian pasar sehingga volatilitas harga saham menjadi lebih rendah. Dengan demikian, tata kelola yang transparan dan akuntabel menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas harga saham perusahaan pertambangan.