Hamzah Zainuri
Universitas Serambi Mekkah Banda Aceh

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PERSEPSI NASABAH TERHADAP PENGGUNAAN E BANKING PADA PT. BANK SYARIAH INDONESIA (BSI) PASCA DIBERLAKUKAN QANUN NO 11 TAHUN 2018 TENTANG LKS DI KOTA BANDA ACEH Ikhsan Fajri; Hamzah Zainuri
Al-Mudharabah: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah Vol 4 No 1 (2023): Al-Mudharabah : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah
Publisher : Prodi Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah dan Hukum, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Layanan elektronik banking atau E-Banking merupakan suatu inovasi terbaru yang sangaja dihadirkan oleh Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai bentuk komitmen pelayanan berbasis teknologi digital yang bertujuan untuk mempermudah nasabah di sektor perbankan. Layanan E-Banking telah memungkinkan nasabah BSI untuk memperoleh informasi, melakukan komunikasi, dan melakukan transaksi perbankan melalui media elektronik antara lain ATM, phone banking, electronic fund transfer, internet banking maupun mobile, Instrumen ini tentu memberikan dampak yang sangat positif bagi pengguna jasa layanan BSI di Aceh pasca diberlakukan Qanun No 11 Tahun 2018 Tentang LKS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi nasabah terhadap kemudahan penggunaan E Banking dan mengetahui persepsi nasabah terhadap resiko-resiko yang dihadapi dalam penggunaan E-Banking pada PT. BSI pasca di berlakukan penerapan Qanun No 11 Tahun 2018 Tentang LKS di Aceh. Metode penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan teknik penelitian studi kasus. Jenis data yang dikumpulkan berupa data primer dan sekunder. Hasil penelitian ini sangat bermanfaat serta dapat menjadi masukan bagi pemerintah dan Lembaga Keuangan Syariah untuk melakukan mitigasi lebih cepat terkait dengan potensi risiko yang muncul baik pada tataran internal bank dan eksternal, hal ini mengingat masyarakat Aceh untuk saat ini sangat sensitive dengan bentuk layanan berbasis digital yang sering bermasalah diberikan oleh bank terhadap nasabah.
Harmonization of IFRS and AAOIFI Standards in Islamic Banking Accounting: Systematic Synthesis and Bibliometric Mapping Havna Havna; Muhammad Maulana; Rati Saktia Fitri; Muliadi Muliadi; Muhammad Yunizar; Hamzah Zainuri
Syarah: Jurnal Hukum Islam dan Ekonomi Vol. 14 No. 2 (2025): SYARAH : Jurnal Hukum Islam dan Ekonomi
Publisher : Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/syarah.v14i2.6826

Abstract

This study examines the challenges of harmonizing IFRS-based reporting and AAOIFI standards in Islamic banking accounting. The study uses a Systematic Literature Review (SLR) based on PRISMA 2020 of 25 indexed journal articles from 2020 to 2025, supplemented by a co-occurrence bibliometric analysis using VOSviewer to map dominant themes. The synthesis results show that there are major tensions in the application of IFRS 9 based on expected credit loss (ECL) for Islamic contracts, the need for cross-country comparability, and the role of Shariah governance in maintaining reporting integrity. Stronger compliance with AAOIFI and SSB oversight tends to be associated with higher reporting conservatism and lower indications of earnings management, while IFRS adoption increases comparability but has the potential to obscure the risk-sharing character if contract disclosures are limited. This study proposes a hybrid reporting approach: IFRS as the primary report, supplemented by AAOIFI disclosures and maqasid-based information to enhance transparency, accountability, and value relevance. Operational recommendations are provided for regulators, standard setters, auditors, and Islamic banks.