Erik Ekowati
Universitas Gundarma

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN SUMBER INFORMASI TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA TENTANG STUNTING TAHUN 2023 Nina Herlina; Erik Ekowati; Widyo Nugroho; Rini Antika
Jurnal Bidan Srikandi Vol 2, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jbs.2024.v2i1.11784

Abstract

Periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang dimulai dari masa kehamilan hingga anak berusia 2 tahun, merupakan periode emas untuk mencegah stunting. Pada masa ini, otak dan tubuh anak berkembang pesat, sehingga sangat membutuhkan asupan gizi yang optimal. Remaja, sebagai generasi penerus bangsa, memiliki peran penting dalam memutus rantai stunting. Tetapi  banyak remaja, terutama di Kabupaten Bogor, masih kurang pengetahuan tentang stunting. Hal ini menjadi hambatan dalam upaya pencegahan stunting di masa depan. Tujuan penelitian:  untuk mengetahui bagaimana hubungan sumber informasi terhadap pengetahuan remaja tentang stunting. Metode penelitian: jenis penelitian adalah deskripsi analitik dengan desain Cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa/siswi SMA Negeri 1 Ciomas 1065 dengan Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi dengan jumlah 119 responden.  Hasil Penelitian: ditemukan karakteristik jenis kelamin responden terdiri dari 87 (73,1%) perempuan dan 32 (26,9%) laki-laki. Karakteristik usia remaja terbagi menjadi remaja madya (14-16 tahun) dengan frekuensi 71 (59,7%) dan remaja akhir (17-20 tahun) dengan frekuensi 48 (40,3%). Kelompok remaja yang mempunyai sumber informasi kurang dengan tingkat pengetahuan stunting kurang berjumlah 32 responden (69,6%) sedangkan pada kelompok remaja yang mempunyai sumber informasi baik dengan tingkat pengetahuan stunting kurang mempunyai proporsi yang lebih besar yaitu sebanyak 36 responden (49,3%). Hasil Uji Chi Square menunjukan  hubungan signifikan sumber informasi terhadap pengetahuan remaja tentang stunting dengan  nilai p values  0,030. Kesimpulan: sumber informasi dapat meningkatkan pengetahuan remaja dalam pencegahan stunting dengan memanfaatkan media informasi berupa poster, leaflet dan media sosial.
Edukasi Anti-Bullying untuk Mewujudkan Remaja Sehat Mental dan Berkarakter Positif di MTs Al Husna Depok Erik Ekowati; Nina Herlina; Sri Nawangsari; Anugriaty Indah Asmarany; Widyo Nugroho; Robby Kurniawan Harahap
 Jurnal Abdi Masyarakat Multidisiplin Vol. 5 No. 2 (2026): Agustus: JURNAL ABDI MASYARAKAT MULTIDISIPLIN
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jammu.v5i2.3036

Abstract

bullying merupakan salah satu bentuk kekerasan yang masih banyak terjadi pada remaja dan dapat berdampak negatif terhadap kesehatan mental, perkembangan sosial, prestasi belajar, serta pembentukan karakter. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotif dan preventif melalui edukasi di lingkungan sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai pencegahan bullying, kesehatan mental, dan pembentukan karakter positif di MTs Al Husna Kota Depok. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan Participatory Learning and Action (PLA) dengan melibatkan 60 siswa melalui penyuluhan interaktif, pemutaran video edukatif, diskusi kelompok, studi kasus, simulasi, dan sesi tanya jawab. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test, post-test, observasi partisipasi, dan kuesioner kepuasan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai bentuk, dampak, dan pencegahan bullying, khususnya yang berkaitan dengan kesehatan mental dan perkembangan remaja. Selain itu, peserta menunjukkan peningkatan kesadaran untuk menghargai sesama, membangun komunikasi yang positif, menolak tindakan perundungan, serta berani melaporkan kejadian bullying kepada guru maupun orang tua. Kegiatan ini memberikan kontribusi dalam membangun lingkungan sekolah yang lebih aman, sehat, dan inklusif serta mendukung terbentuknya remaja yang sehat mental dan berkarakter positif sebagai bagian dari upaya mewujudkan Generasi Indonesia Emas 2045.