Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Peran Pemuda dalam Ragam Organisasi pada Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) demi Mewujudkan Budaya Politik Pancasila Azhar Hayatunnisa; Eli Apud Saepudin; Siti Apriliyaningsih; Listia Ulya Madina; Faicha Nurhasna; Siti Lita Rosita
MISTER: Journal of Multidisciplinary Inquiry in Science, Technology and Educational Research Vol. 1 No. 3 (2024): MEI-JULI
Publisher : UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/mister.v1i3.1619

Abstract

The Indonesian Youth National Committee (KNPI) is a youth organization formed on October 28, 1950. KNPI aims to foster and develop the potential of Indonesian youth, increase youth participation in national development, realize national unity and integrity. The role of youth in the organization of the Indonesian Youth National Committee (KNPI) is important in creating a political culture of Pancasila. Youth is a milestone for the progress and development of the nation, and is very often associated with the progress of a nation. The role of youth in the life of the nation and state is no doubt, since the historical struggle for Indonesian independence. The role of youth in the Indonesian national movement from 1908-1928 was also very significant, through the struggle to form a national youth organization, find a national symbol, and introduce Indonesia to the international world. In the KNPI organization, youth have an important role in creating a political culture of Pancasila, which is the basis of Indonesian law and state administration. Youth can play a role in developing leadership, building communities, and developing student affairs. Youth organizations can also be a platform to develop the skills and leadership necessary in achieving the goals of a capable society.
Implementasi Kebijakan Penertiban Terminal Bayangan Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di Kawasan Patung Tugu Debus Kota Serang Faicha Nurhasna; Gatot Hartoko; Ita Rosita Wahyiah
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2026): Juli-September, Isu dan Tantangan Kontemporer dalam Pendidikan, Ilmu Sosial, da
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/r8ga5f78

Abstract

Keberadaan terminal bayangan di kawasan Patung Tugu Debus Kota Serang masih menjadi permasalahan transportasi karena aktivitas angkutan umum yang menaikkan dan menurunkan penumpang di luar terminal resmi. Kondisi tersebut mengganggu kelancaran lalu lintas dan meningkatkan potensi kecelakaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan penertiban terminal bayangan berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta mengetahui upaya pengawasan dan penertiban oleh instansi terkait. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif berdasarkan teori implementasi kebijakan Van Meter dan Van Horn. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penertiban telah dilakukan melalui pengawasan, patroli, teguran, sosialisasi, dan koordinasi antarinstansi. Namun, implementasinya belum optimal karena masih terdapat pengemudi yang menaikkan dan menurunkan penumpang di luar terminal resmi akibat faktor ekonomi, kebiasaan masyarakat, dan penegakan yang cenderung persuasif. Diperlukan pengawasan konsisten, koordinasi berkelanjutan, penegakan aturan lebih tegas, serta peningkatan kesadaran pengemudi dan masyarakat agar ketertiban transportasi dapat terwujud secara optimal dan berkelanjutan.